I LOVE YOU, HYUNG! ^.^ SEASON 1

^FunFiction^

Title     : I LOVE YOU, HYUNG! ^.^ SEASON 1

Cast     : Liu, all member SuJu kecuali Kibum, Kangin, Hankyung, (lagi pada sibuk), Yoona & Sunny SNSD (cameo)

Author            : @CaemGyu028 ^^

Semuanya berawal saat aku mengikuti audisi  pencarian bakat yang diadakan oleh SMEnt. Minggu lalu. Seharusnya aku tidak mendaftarkan diri, karena aku adalah seorang yeoja, sedangkan pencarian bakat itu khusus untuk namja.

Tapi aku tidak terlalu peduli dengan itu, karena sikap dan penampilanku juga sudah seperti seorang namja. Aku memang gadis yang tomboy, karena dari kecil aku hanya di didik oleh seorang ayah, sedangkan ibu ku sudah meninggal karena kecelakaan.

5 tahun kemudian , ayahku juga meninggal karena penyakit yang dideritanya. Dan sampai sekarang aku hanya tinggal seorang diri. Untuk bertahan hidup, aku bekerja sebagai penyanyi dari café ke café. Meskipun pendapatanku tidak seberapa, tapi aku senang dengan pekerjaan ini. Dengan bermodalkan sebuah gitar dan suara yang tidak terlalu buruk, aku memulai pekerjaanku.

Impianku adalah menjadi seorang penyanyi yang dikenal di mata dunia. Karena impian itu aku rela berpura-pura menjadi seorang namja dan mendaftar audisi di SMEnt.

***

Sudah 5 bulan lebih aku di karantina dan dilatih menjadi seorang penyanyi yang professional. Tidak hanya suara, penampilanku pun di ubah menjadi lebih rapi. Mulai dari rambut yang tadinya tidak teratur sama sekali, kini di ubah menjadi lebih stylish dan wangi.

Hmm… uang memang bisa merubah segalanya… (-.-)

Tapi, yang aku sedihkan adalah disini aku hanya sementara, aku hanya menggantikan salah satu personel boyband SuJu yang sedang kuliah di Amerika untuk sementara. Dan jika ia sudah pulang ke Korea, kontrak ku un habis, dan aku harus ke luar dari sini. Tapi, karirku tidak akan sampai disana, aku akan terus mengejar impianku untuk menjadi penyanyi yang melegenda.

Masa karantina pun habis, sekarang saatnya aku bergabung dengan para anggota SuJu dan tinggal bersama mereka. Hufth~ ini sangat menegangkan! (>.<)

“Anak-anak ini anggota baru yang akan menggantikan Kibum untuk sementara. Ayo, Liu! Perkenalkan dirimu!” ujar Pak manager sambil merangkul ku.

“emh..n..ne.. annyeonghaseyo! Joneun Liu imnida, aku yang akan menggantikan Kibum hyung untuk sementara. Semoga kalian bisa menerima ku. Bangapseumnida!” ujarku smabil membungkukan badan. Mereka pun membalas salamku, ternyata mereka sangat ramah ^^

“Baiklah, kalian ngobrol-ngobrol saja dulu. Aku ada urusan sebentar” kata pak manager lalu pergi. Tiba-tiba mereka menarik tanganku dan menyuruhku duduk di tengah-tengah mereka.

“tadi namamu siapa?” tanya salah satu dari mereka.

“…Li..Liu…” jawabku gugup.

“kau asli dari China?”

Aniya, appa ku asli dari China, tapi amma ku asli dari Korea”

“Oh. Oya, kau sudah tau nama kami kan?”

“Be…belum”

“Ah~ masa kau tidak tahu! Kami kan sering muncul di tv!”

Mianhae~

“Sudah, tidak apa-apa! Baiklah, kalau begitu aku akan memperkenalkan nama kami semua. Namaku Leeteuk, ini Sungmin, Ryeowook, Donghae, Eunhyuk, Yesung, Siwon, Shindong dan Heechul”

“Ah~ kalian terlalu banyak. Aku tidak bisa mengingatnya, mian~” ujarku sambil menundukan kepala.

“Tidak apa-apa, nanti juga terbiasa. Oya, ada satu orang lagi namanya Kyuhyun, tapi sekarang dia sedang pergi keluar”

Mwo?? Satu orang lagi??” tanya ku kaget.

“Wajahmu mulus sekali, aku saja yang suka melakukan perawatan tidak semulus ini” ujar Shindong sambil menyentuh pipiku.

“Jelas saja, wajahmu kan memang kasar” ejek Heechul

“Ah~ cerewet sekali!” geram Shindong

“Kau akan sekamar dengan siapa?” Tanya Eunhyuk

“Aku tidak tahu” jawabku.

“Denganku saja!” seru Donghae. Tiba-tiba Eunhyuk melototi Donghae.

“Ah~ tidak, tidak! Sepertinya tidak akan ada yang mengizinkan!” kata Donghae seperti ketakutan.

“Kalau begitu denganku saja!” seru Siwon. Aku melihat ke arah Siwon, tapi aku merasa takut saat melihat tubuhnya yang besar dan berotot itu, aku takut dia menghabisiku.

“Aku tidur dengan Leeteuk hyung saja!” ujarku sambil melihat Teuki yang duduk di sampingku.

“Ya, sudah. Karena aku tidur sendiri, kau bisa tidur denganku” jawab Teuki

Gomawo,  hyung” ucapku sangat senang.

“Oya, ku dengar suaramu sangat bagus. Apa itu benar?” tanya Yesung.

“Ah~ tidak juga”

“ tidak mungkin, pasti suaramu sangat bagus! Buktinya kau lulus audisi!”

“Benar, ayo keluarkan suaramu! Kami ingin mendengarnya!” seru Sungmin.

“Baiklah…” aku pun mulai menyanyikan sebuah lagu mellow, dan sepertinya mereka sangat menikmati suaraku.

“Wow~! Suaramu sangat bagus!” seru Wookie memujiku.

Aniya, suaraku masih pelu dilatih lagi”

“Kalau begitu, nanti kita latihan vocal bersama. Bolehkan hyung?” Tanya wookie pada Yesung.

“Tentu saja boleh!” jawab Yesung sambil tersenyum.

“Kalian begitu sangat baik, padahal aku anggota baru disini” kataku lirih.

“Sudahlah, kita semua disini adalah keluarga jadi sudah seharusnya saling membantu” ujar Teuki.

“Sudah malam, sebaiknya kita cepat tidur. Besok kita pasti akan sangat sibuk” seru Heechul.

Semuanya pergi ke kamar masing-masing, begitu pun aku. Aku mengikuti Teuki dari belakang.

#di kamar Teuki

Hyung, tadi katamu masih ada satu anggota lagi, siapa namanya?” Tanyaku

“Oh, Kyuhyun maksudmu?”

“Kyuhyun…memangnya tadi dia kemana? Kenapa tidak berkumpul bersama kalian?”

“Tadi dia bilang ingin keluar, mugkin dia ingin membeli sesuatu”

“Begitu ya?” tiba-tiba Teuki duduk merapat di sampingku dan tangannya merangkul bahuku.

Deg…

“Oya, jika kau punya masalah atau beban, cerita saja padaku. Semua anggota disini suka mencurahkan isi hatinya padaku. Kau jangan malu-malu, siapa tahu aku bisa membantu mencari solusi!” papar Teuki

“i…iya…” jawabku gugup

“kau kenapa? Kau tegang?”

“ah? Ti..tidak. aku tidak apa-apa”

#pagi hari

Aku berdiri di depan pintu kamar mandi untuk mengantri giliran mandi. Dengan mata masih merapat, aku terus menunggu. Tidak lama keluar seorang namja dari kamar mandi dengan telanjang dada, lalu aku menjerit sekerasnya.

“AAAAAAAA…….!!!!!” Teriak ku sambil menutup mata. Anehnya namja itu juga ikut menjerit, mungkin dia kaget (-.-“)

“Hei, siapa kau?!” Tanyaku dengan nada tinggi

“siapa aku? Kau yang siapa? Jelas-jelas aku anggota SuJu!” kesalnya

Anggota SuJu? Tapi, tadi malam aku tidak melihatnya, apa mungkin dia yang bernama Kyuhyun?

“Kau pasti yang bernama Kyuhyun?” tanyaku

Ne, kau siapa?!”

“Aku Liu” kataku sambil mengulurkan tangan, tapi Ku tidak menjabat tanganku (>o<)

“Oh, jadi kau anggota baru itu?” Tanya Kyu dengan raut wajah yang sinis.

Ne..” jawabku. Tanpa permisi  namja yang bernama Kyuhyun itu pergi dari hadapanku.

“Hufth! Sombong sekali dia!” gumamku kesal lalu masuk ke kamar mandi.

***

#Latihan dance

Saat sedang latihan dance barsama anggota lainnya, tidak sengaja tanganku mengenai kepala Siwon yang berdiri disampingku.

Mian, mianhae hyung!” ucapku sambil mengusap kepalanya.

Ne, gwaenchanha” ujarnya sambil tersenyum. Lalu aku pun melanjutkan latihan sampai selesai.

Saat aku sedang beristirahat, tiba-tiba Siwon menghampiriku.

“Minumlah!” ujarnya sambil memberikanku sebotol minuman isotonik.

Gomawo” ucapku lalu meminumnya.

“Kau tidak gerah? Dari tadi kau memakai jaket” Tanya Siwon

“Ah? Ti..tidak. aku tidak gerah” jawabku gugup

Tiba-tiba Siwon mendekatiku dengan tangan menyentuh pipiku. Karena tegang, aku pun menjauh.

“Keringatmu banyak sekali, mana mungkin kau tidak gerah” ujarnya sambil mengelap kerinagtku dengan tangannya.

Tak lama, Siwon pun menjauh dan duduk seperti semula.

“A…a..aku..pergi dulu!” kataku gugup lalu segera pergi meninggalkannya.

Aku berlari ke dapur dan segera meminum air putih yang banyak.

“Kau kenapa?” Tanya Yesung yang sedang berduaan dengan Wookie.

“Tidak apa-apa. Aku hanya kehausan” jawabku dengan nafas terengah-engah.

“Oya, jangan lupa, nanti malam kau harus latihan!” ujar Yesung

“Hanya kita bertiga kan?” tanyaku

aniya, kita ber-4” jawab Wookie

“Ber-4? Dengan siapa?”

“Aku, Yesung hyung, kau dan Kyuhyun” jwb Wookie.

“Kyuhyun??” tanyaku kaget

Ne, kau sudah bertemu dengannya, kan?” Tanya Yesung

“Sudah” jawabku pelan.

Kyuhyun? Namja sombong itu? ah~ tidak mungkin dia memiliki suara yang bagus! Sikapnya saja sudah tidak bagus!

 

Dengan tangan yang menopang dagu, aku melamun sendiri di dapur. Aku memikirkan seseorang, tapi aku tidak tau siapa yang sedang aku pikirkan. Lalu aku terkejut saat melihat wajah seorang namja di depanku.

“AAAAAA……..!!!!!!!!” teriak ku.

“Hei, kau kenapa berteriak?! Mengagetkan saja!” kesal Eunhyuk

Mian, mianhae! Tadi aku kaget”

“Kau kenapa? Kau melamun?”

Aniya, aku tidak melamun”

“Sepertinya kau sangat lelah, kau istirahat saja dikamarmu!”

Aniya, aku tdk apa-apa”

“kau yakin?” tiba-tiba namja yang bernama Kyuhyun itu datang.

“kenapa kau begitu perhatian padanya? Dia kan tidak apa-apa” tanya Kyu sambil membuka lemari es.

“Kau tidak lihat, wajahnya sangat pucat!” kesal Eunhyuk. Dengan wajah datar dan seperti tak peduli, Kyu pun pergi.

Aish! Dasar magnae yang tidak berperikemanusiaan!!”

“Liu, sebaiknya kau cepat istirahat di kamarmu!” seru Eunhyuk begitu khawatir.

“tidak, hyung. Aku tidak apa-apa. Aku hanya lelah biasa”

“Tapi…”

“Sudah, kau tidak usah khawatir. Aku tdk apa-apa.” Jwbku sambil tersenyum.

***

#malam hari

Perlahan aku memasuki ruang latihan vokal, dan ternyata tiga namja itu sudah menunggu.

Mianhae~ aku telat!” ucapku sambil membungkukan badan.

Gwaenchanha. Ayo cepat, kita akan mulai latihannya!” ujar pak pelatih.

Latihan pun dimulai, aku terkejut saat mendengar suara mereka yang begitu merdu dan sangat halus. Ternyata namja sombong itu juga memiliki suara yang sangat bagus. Hmm.. aku masih kalah dengan mereka.

Saat sedang latihan, tiba-tiba ponsel Yesung berbunyi.

Mian, aku mengangkat dulu telpon” ujarnya lalu keluar dari ruang latihan.

Kami pun melanjutkan latihan. Tapi, tiba-tiba kepalaku terasa sangat pusing. Karena tidak  bisa menahan keseimbangan, aku pun terjatuh dan tidak ingat apa-apa lagi.

——-KYU POV——-

Anggota baru itu terjatuh di depanku.

“Liu-ssi, kau kenapa?” Tanya Wookie khawatir.

“Kyu, kenapa kau diam saja? Ayo cepat angkat dia ke kamarnya!” seru pak pelatih.

Aku pun mengangkatnya, tapi…

Tapi… jantungku tiba-tiba berdetak sangat kencang saat melihat wajah namja itu.

***

Setelah sampai di kamarnya, aku masih terdiam dan mencoba meredakan detak jantung yang dari tadi berdetak begitu kencang. Namja itu memang sangat manis, tapi di SuJu juga hampir semuanya berwajah manis dan tampan seperti dia, tapi kenapa rasanya sangat beda jika melihatnya?

Aku pun keluar dari kamar namja itu untuk menenangkan diri.

——-KYU POV END——-

——-AUTHOR  POV——-

#pagi hari

Aku terbangun dari tidurku lalu menuruni tangga untuk ikut sarapan bersama anggota lainnya.

“Liu-ssi, kau sudah bangun? ayo cepat kemari! Kita sarapan bersama!” seru Teuki.

Aku pun menghampiri mereka dan duduk di samping Donghae dan Eunhyuk.

“Kau sudah sembuh?” Tanya Donghae sambil menempelkan tangannya ke dahiku.

“Ne, aku sudah baikan” jwbku.

“Kalu saja kemarin kau menuruti perintahku, pasti kau tidak akan begini!” kata Eunhyuk dengan mulut penuh roti.

Ne, aku minta maaf”  ucapku dengan menundukan kepala.

“Sudah. Liu-ssi ayo makan yang banyak! Agar tenagamu pulih kembali!” seru Wookie. Aku hanya tersenyum.

Saat aku sedang makan, tidak sengaja aku melihat Siwon yang sedang melihat ke arahku. Karena kaget, aku pun tersedak. UHUKK!!!

“Kau kenapa? Cepat minum!” seru Teuki begitu khawatir, lalu memberiku segelas air putih.

Gomawo..” ucapku, lalu segera meminum segelas air tadi. Aku melanjutkan sarapan, tapi Siwon masih saja melihat ke arahku.

“Makannya jangan terburu-buru” ujar Donghae.

Ne..”

***

#di taman belakang rumah

Aku sedang menyemprot tanaman yang kering, tiba-tiba kau dikagetkan Siwon yang sedang berdiri dibelakangku, dan tidak sengaja aku menyemprotnya.

“Arrggkkhhh!! Kenapa kau menyemprotku?” Tanya Siwon sambil mengelap wajahnya yang terkena air.

Mian, mianhae! Aku tidak sengaja! Tadi aku terkejut, karena kau tiba-tiba ada dibelakangku” jawabku. Lalu Siwon mendekatiku dan menyentuh pipiku.

“A…apa yang kau lakukan?” tanyaku sedikit ketakutan.

“Kau…sudah sembuh?” Tanya Siwon dengan mata yang tajam.

“…ne…” jawabku dengan keringat  bercucuran.

Tiba-tiba Kyu datang, dan Siwon langsung melepaskan tangannya.

“Kalian sedang apa?” Tanya Kyu.

“Ka..kami sedang mengobrol biasa. Ya kan, Liu?” Siwon langsung merangkulku.

“Ah? N…ne…kami sedang mengobrol”  jawabku gugup.

“Siwon hyung, kau dipanggil Heechul hyung!” ujar Kyu mengalihkan pembicaraan.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

“Mana kutahu!”

Siwon pun pergi meninggalkan aku dan Kyu.

“Hebat sekali kau!” ujar Kyu tanpa melihatku.

“A…apa maksudmu?” Tanyaku tak mengerti.

“Semua orang disini selalu bersikap baik dan perhatian padamu, padahal kau anggota baru! Apa itu semua hanya topengmu?” Tanya Kyu dengan tatapan sinis.

“To…topeng? Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti!”

“Kau tidak usah berpura-pura! Kau ini sebenarnya orang jahat kan?! Kau masuk ke sini karena kau hanya ingn mencari kesempatan untuk menjadi terkenal dan mengalahkan kami semua! Ya, kan?!” bentaknya dengan mata melotot dan tangannya memegang bahuku dengan kasar.

Aku sangat terkejut dan langsung diam terpaku saat melihat wajahnya yang begitu dekat.

“Hei! Apa kau mendengarku?!” kesal Kyu.

“Ah? A…a…aku…aku bukan orang yang seperti itu! Aku tidak mungkin bisa mengalahkan kalian! Aku bukan tandingan kalian, mana mungkin aku mengalahkan kalian!” jawabku sedikit gugup.

“Benar juga, kau kan tidak ada apa-apanya di banding kami! Tapi dengar ya, meskipun semua orang disini sangat baik padamu, kau jangan berharap aku akan bersikap baik juga padamu!” katanya sambil menunjuk ke wajahku lalu pergi.

“Uh~ dasar kejam! lagi pula aku tidak mengharapkan kebaikan darimu! Wlee :P”

Tidak terasa sudah 2 minggu aku tinggal di dorm SuJu. Meskipun Kyu tidak menyukai keberadaanku, tapi aku tidak peduli. Aku harus bertahan dan tetap semangat. Apalagi besok SuJu akan Show di sebuah acara, dan tentu saja aku akan ikut. Ini pertama kalinya aku menjadi bintang tamu di sebuah acara, aku harus berlatih keras agar penampilanku maksimal di atas panggung nanti.

***

#malam hari di balkon lantai atas

“Hei, besok kau jangan sampai merusak acara!” ujar Kyu dari belakang.

“Tenang saja, aku akan berusaha dan menampilkan yang terbaik!” jawabku sambil tersenyum begitu semangat.

——-KYU POV——-

Deg…

Jantungku…kenapa berdetak kencang lagi saat melihat senyumnya? Apa aku…ah~ tidak mungkin!!! gumamku dalam hati lalu pergi meninggalkan Liu.

——-KYU POV END——-

——-AUTHOR  POV——-

“Liu? Kau belum tidur?” Tanya Teuki sambil menghampiriku.

Hyung…belum, aku belum mengantuk”

Waeyo? Apa kau sedang memikirkan sesuatu?”

Ne, aku tidak sabar menunggu besok. Ini pertama kalinya aku menjadi bintang tamu di sebuah acara, aku sangat senang!”

“Kau begitu ingin menjadi seorang bintang?” Tanya Teuki sambil mengacak-ngacak rambutku.

Aku terdiam saat mendengar pertanyaan Teuki.

“Aku tidak tahu…” jawabku pelan sambil menundukan kepala.

Wae? Tidak tahu?”

Ne, sepertinya kau tudak pantas menjadi seorang bintang”

“Hei, kenapa kau bicara seperti itu? Kau ini seorang bintang! Kau memiliki bakat yang luar biasa! Kau memiliki suara yang sangat indah, apa itu kau sebut kau bukan seorang bintang? Liu, dengarkan aku. Meskipun nanti kau tidak bersama kami lagi, kau harus tetap semangat dan tetap mengejar impianmu!” papar Teuki sambil menatap mataku.

“Baiklah, aku akan berusaha! Dan aku akan selalu mengingat perkataanmu, hyung!” kataku begitu semangat.

Esoknya…

#dibelakang panggung

“Kau tegang?” Tanya Yesung.

Ne, aku sangat tegang” jawabku dengan nada bergetar.

“Coba ikuti aku!…tarik nafasmu pelan-pelan…lalu keluarkan pelan-pelan… nah, ottokhae?”

“Sedikit membaik”

“Oya, makanlah ini!” Yesung memberiku sebuah permen.

“Apa ini? Permen?”

Ne, jika kau memakannya, kau akan merasa jauh lebih baik”

Gomawo, hyung” ucapku sambil tersenyum.

Tiba-tiba pak manager datang.

“Kalian sudah siap? Setelah ini giliran kalian naik ke panggung. Baiklah, sebelum kalian tampil kita berdoa dulu bersama” ujar pak manager lalu memimpin doa.

***

 “Penampilanmu tadi sangat keren!” puji Eunhyuk saat turun dari panggung.

“Ah~ kau berlebihan!” kataku tersipu malu.

“Sepertinya kau berhasil  membuat para gadis berteriak histeris padamu!” ujar Sungmin.

“Mereka kan memang suka berteriak histeris jika melihat penampilan kalian”

“Tapi ini berbeda, mereka sangat histeris saat kau bernyanyi!” tutur Donghae.

“Ne, kau hebat Liu!” seru Heechul sambil mengacak-ngacak rambutku.

Teuki pun tersenyum padaku, lalu aku teringat perkataannya semalam.

“Semua ini berkat dukunganmu! Gomawo, hyung…” batinku.

Aku menghampiri Kyu yang sedang duduk sendiri di ruang make up.

“Kau lihat tadi? Semua orang bertepuk tangan untuk penampilanku. Apa aku masih tidak ada apa-apanya?” sindirku. Tapi Kyu masih terdiam.

“Sepertinya aku bisa mengalahkanmu” ujarku. Tiba-tiba Kyu terbangun dari duduknya, tapi saat dia ingin menghampiriku kakinya tersandung kursi dan dia terjatuh di atas tubuhku.

Deg…

Matanya begitu tajam…

Seperti menusuk jantungku…

“Hei, apa yang kau lakukan?!” Siwon menyingkirkan Kyu dari atas tubuhku lalu membantuku bangun.

“K…kau jangan salah paham dulu! Tadi itu aku tersandung dan terjatuh di atasnya!” jelas Kyu.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Siwon sambil memegang tanganku.

“Tidak. Aku tidak apa-apa” jawabku sambil melepaskan tangannya.

“Kau jangan coba menyerangnya lagi!” bentak Siwon pada Kyu.

Aniya! Dia tidak menyerangku, tadi dia hanya terjatuh!” jawabku.

“Kenapa kau membelanya? Jelas-jelas tadi dia menyerangmu!”

“Tidak, hyung. Dia sama sekali tidak menyerangku!” kataku sambil menatap matanya.

Siwon pun terdiam, lalu pergi dari ruang make up. Kyu melihatku dengan tatapan kesal, aku lansung menunduk ketakutan.

 

#di ruang tv

“Hei, lihat ini!” seru Heechul saat sedang memainkan laptopnya.

“Mwo? Tanya sungmin lalu menghampiri Heechul. Semuanya ikut menghampiri Heechul termasuk aku.

“ada apa, hyung?” Tanya Wookie.

“Lihat ini, Liu anggota baru SuJu menjadi trending topic di Twitter dan sejumlah jejaring social lainnya. Fansnya pun semakin hari semakin banyak saja” jelas Heechul.

“Wow~ kau benar-benar hebat Liu!” seru Donghae sambil menyikut tanganku.

“Hebat? Kenapa?” tanyaku bingung.

“Kau tidak mendengar apa yang dikatakan Heechul hyung barusan?”

“Aku mendengarnya, tapi aku tidak mengerti apa yang dikatakannya”

Aish! Kau ini, wajahmu tampan, tapi kau bodoh sekali! Dasar payah!”

“Eh, apa itu fotoku?” tanyaku saat melihat sebuah foto di laptop Heechul.

Ne, ini fotomu” jawab Heechul.

Jinjja? Wah~ aku baru tahu, ternyata aku setampan itu” kataku lalu pergi.

Aish! Dia memang sangat payah!” gumam Donghae.

Aku pun pergi ke kamar untuk mengambil ponsel.

Saat aku sedang mencari ponsel di kamar, terdengar ada yang mengetuk pintu kamarku. Lalu aku pun membukanya.

Hyung, ada apa?” tanyaku pada Siwon yang sedang berdiri di depan pintu kamarku.

Dengan tatapan menakutkan, Siwon mendekatiku. Tapi aka uterus berjalan mundur sampai dinding kamar menghentikanku.

“K…k…kau kenapa?” tanyaku dengan keringat yang bercucuran karena ketakutan. Siwon menyentuh pipiku dengan tangannya.

“A…a…apa yang kau lakukan?” aku semakin ketakutan. Tiba-tiba Siwon mendekatkan mulutnya ke telingaku.

“Aku…menyukaimu…” bisiknya.

M…mwo?? Tidak mungkiiinnn…!!!” teriakku sekencang-kencangnya sampai aku terbangun dari tidurku.

Hufth~ ternyata hanya mimpi!

“Kau kenapa?” Tanya Siwon yang duduk di dekat sofa yang ku duduki. Karena terkejut, aku pun menjauhkan diri.

“Kau ini kenapa? Apa kau bermimpi buruk?” Tanya Siwon bingung.

“Ah? A…aniya! Aku tdk apa-apa!” jawabku gugup lalu pergi meninggalkannya.

Saat aku sedang berlari, tidak sengaja aku menginjak lantai yang basah. Aku pun hampir terjatuh, tapi untung saja ada seorang namja menangkapku.

Deg…

Mata itu lagi…

Mata yang begitu tajam…

Dengan kasar namja itu menjatuhkanku ke lantai.

“Aw!” rintihku.

“Kejam sekali!” kesalku sambil menatap Kyu.

“Sudah diselamatkan malah marah-marah! Dasar tidak tahu terima kasih!” ujarnya.

“aku tidak menyuruhmu menyelamatkanku!” kataku kesal.

“Hei, kau ini kurang ajar sekali!” tiba-tiba Kyu mengepalkan tangannya dan menarik kerah bajuku.

“Kyu, apa yang kau lakukan?!” teriak Siwon. Lalu Kyu pun melepaskan tangannya.

“Kau mau menyerangnya lagi?!” bentak Siwon dengan mata hamper keluar (O.O)

“Dia sangat kurang ajar!” jwb Kyu.

“Bukankah itu juga sifatmu?!” Kyu langsung terdiam.

“Kenapa kau diam? Jika sekali lagi aku melihatmu menyerangnya, aku akan menghajarmu!” bentak Siwon.

“Sudah hyung, aku tidak apa-apa. Lagi pula dia tidak menyerangku” leraiku.

“Aku melihatnya menyerangmu, kau tidak usah membelanya!”

“Kau ini kenapa? Kenapa setiap aku ingin menyerang Liu, kau selalu ikut campur? Kau selalu saja datang untuk menyelamatkannya. Apa kau suka padanya?” Tanya Kyu.

Aku terkejut mendengar pertanyaan Kyu pada Siwon.

“A…apa kau bilang?” Tanya Siwon sedikit tekejut.

“Kau menyukainya?”

“Kau gila, tidak mungkin dia menyukaiku! Kami ini namja, tidak mungkin ada rasa suka!” jawabku.

“Kau memang sudah gila Kyu!” kata Siwon lalu pergi.

***

#saat selesai latihan dance

“Uh~ panas sekali!” keluhku sambil mengipas-ngipas leherku dengan tangan.

“Sudah ku bilang, lepas jaketmu!” ujar Teuki.

Aniya, aku tidak mau!”

Waeyo? Kau selalu saja tidak mau melepas jaketmu. Apa kau  kuat dengan keringat seperti itu?” Tanya Donghae.

“Iya, kau aneh sekali. Lepas saja, disini kan namja semua!” ujar Sungmin.

Tiba-tiba datang 2 orang Yeoja sambil membawa sebuah bingkisan cukup besar.  Sepertinya aku pernah melihat mereka.

2 orang yeoja itu menghampiri Kyu dan Sungmin.

“Mereka siapa? Sepertinya aku pernah melihat mereka” tanyaku pada Teuki.

“Mereka Sunny dan Yoona SNSD”

“Oh… pantas saja wajahnya tidak asing. Melihat aslinya, ternyata mereka sangat cantik, ya..” kataku saat melihat Yoona yang duduk bersama Kyu.

Ne, mereka memang sangat cantik!” seru Eunhyuk.

Saat aku sedang memperhatikan Kyu, tiba-tiba yeoja yang bernama Sunny itu menghampiriku lalu duduk disampingku.

“Kau pasti yang bernama Liu!” seru Sunny sambil terus merapat.

N…ne…” jawabku gugup sambil menghindar.

“Ah~ kau manis sekali!” genitnya sambil menyentuh pipiku. Aku menjauhkan diri.

“Kau kenapa? Kenapa kau menjauh?” Tanya Sunny.

“Ah? A…aku…aku hanya tidak suka disentuh” jawabku gugup.

“Oh, mianhae~ aku tidak tahu”

Ne, gwaenchanha

Tiba-tiba Sunny menatapku.

“K…kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Kau benar-benar sangat manis, Sungmin saja kalah manis denganmu”

“Hei, apa kau bilang?!” kesal Sungmin.

“Liu, aku ingin memelukmu!” kata Sunny sambil mencoba memelukku. Tapi aku langsung menghindar.

“Sudah ku bilang aku tidak suka disentuh!” tapi Sunny tetap memelukku.

“Hei, lepaskan aku!” kesalku.

Aniya! Aku tidak akan melepaskanmu!” dia semakin memelukku erat.

Hyung, tolong aku!” teriakku pada Teuki. Tapi mereka malah menertawakanku.

Tak lama kemudian, Yoona mengajak Sunny pulang. Saat sedang menuju pintu, Sunny melihat ke arahku lalu mengedipkan matanya padaku. Aku pun langsung terjatuh melihatnya.

“Haha, dasar payah! Harusnya kau senang di peluknya, dia itu kan cantik!” ujar Heechul.

“Senang bagaimana? Aku hampir mati kehabisan nafas karena dipeluknya!” kesalku.

“sepertinya dia menyukaimu” ujar Wookie.

“Aku tidak peduli” kataku lalu meminum sebotol minuman isotonic.

Saat aku sedang minum, tidak sengaja aku melihat Siwon yang sedang melepas bajunya. Aku pun langsung memuntahkan minuman tadi.

“Liu, kau kenapa?” Tanya Teuki khawatir.

“A…aku hanya tersedak. Emh… a…aku mandi dulu!” kataku terbata-bata lalu pergi.

#di kamar mandi

“Hufth~ Siwon Oppa sangat berbahaya! Dia selalu saja membuatku takut. Apa dia tahu kalau aku ini seorang yeoja? Ah~bagaimana kalau dia benar-benar tahu??”

Selesai mandi, perlahan aku membuka pintu. Aku sangat terkejut saat melihat seorang namja yang berdiri di depan pintu kamar mandi dan menatapku dengan tatapan tajam.

“K…kau…seorang yeoja?”

***

“K…kau seorang yeoja?” Tanya Heechul kaget.

“A…a…aku bisa menjelaskannya!” jawabku terbata-bata. Tiba-tiba Heechul mendorongku ke dinding dan menahan kedua tanganku.

“K…kau mau apa?” tanyaku semakin kaget.

“Cepat katakan, sebenarnya kau ini siapa?!”

Keringat dingin mulai keluar dari tubuhku karena ketakutan. Lalu aku pun menjelaskan semuanya pada Heechul.

“Tapi kau jangan katakan soal ini pada siapapun!” pintaku.

Aish! Kau ini ada-ada saja! Untung saja aku yang mengetahuinya, bagaimna kalau orang lain!”

“Aku minta maaf! Aku mohon tolong kau jaga rahasia ini sampai kau keluar dari sini!” kataku sambil memohon.

“Baiklah, aku akan menjaganya. Tapi ingat, jika terjadi sesuatu, aku tidak mau ikut campur!” aku mengangguk, lalu Heechul pun pergi.

Gomawo hyung!” ucapku setengah berteriak.

#malam hari

Sudah ke tiga kalinya ponselku berdering, tapi aku tetap mengabaikannya.

“Kenapa tidak di angkat?” Tanya Teuki.

“Tidak apa-apa. Tidak penting” jawabku sambil terus membaca buku.

“Memangnya telpon dari siapa?”

“Dari gadis tadi pagi”

“Sunny maksudmu?”

“Mungkin…”

“Sepertinya dia benar-benar menyukaimu”

“Ah~ aku tidak peduli” kataku acuh.

Waeyo? Dia kan cantik”

Ne, tapi aku tidak suka yeoja..maksudku, aku tidak suka yeoja seperti dia!”

Wae? Kau suka wanita seperti siapa?”

“Aku suka yang seperti…” tiba-tiba Kyu terlintas di pikiranku.

“Liu, kenapa kau diam saja?!”

Mwo?”

“Aku Tanya, kau suka yeoja yang seperti siapa?”

“A..aku suka…aku suka yeoja yang tidak seperti Sunny!”

Aish! Kau ini aneh sekali! Yeoja secantik dia kau tidak suka!”

“Hehe~ aku tidur dulu. Annyeongi jumuseyo!”

——-LEETEUK POV——-

“Ternyata kau benar-benar seorang yeoja…” gumamku dalam hati.

——-LEETEUK POV END——-

——-AUTHOR  POV——-

#Pemotretan

Hari ini jadwal SuJu untuk pemotretan di salah satu majalah popular di Korea. Semuanya mengenakan bsju kemeja putih dan jas hitam yang jika dipakai oleh para namja tampan itu akan semakin tampan.

Saat aku sedang mengobrol dengan para anggota SuJu, tiba-tiba seorang yeoja duduk merapat disampingku.

“Liu-ssi…kau tampan sekali!” genitnya.

Aish! Dia lagi! (-.-“)

“K…kenapa kau ada disini?” tanyaku.

“Aku sedang menjalani pemotreran” jawabnya.

“Pe…pemotretan? Bukannya hanya kami yang sedang ada jadwal pemotretan hari ini?”

“Kau tidak tahu? Hari ini SuJu dan SNSD akan menjalani pemotretan bersama!”

Mwo?? Hyung, apa itu benar?” tanyaku pada Donghae.

Ne, dia benar” jawabnya.

“Kenapa kau tidak memberitahuku?!” kataku kesal.

“Aku kira kau sudah diberitahu Eeteuk hyung

Hyung, kenapa kau tidak memberitahuku?!” tanyaku kesal pada Teuki.

“Jika aku memberitahumu, kau pasti tidak mau ikut. Jadi, lebih baik aku diam saja” jawab Teuki dengan wajah tanpa dosa (-_-)

“Ah~ kau keterlaluan hyung!”

“Apa semuanya sudah berkumpul? Baiklah, untuk pemotretan pertama Leeteuk & Taeyeon, kedua Siwon & Yuri, ketiga Liu & Sunny, keempat Kyu & Yoona, kelima…” papar pak manager.

Mwo?? Aku dengan gadis ini? Ah~  kenapa aku harus dengan dia?! Dia lebih menyeramkan dari pada Siwon Oppa! (>.<)

***

Pemotretan Teuki, Taeyeon, Siwon dan Yuri pun selesai, sekarang giliran aku dan Sunny. Saat pemotretan, Sunny sangat lengket denganku. Dia seperti ulat bulu yang menempel pada ranting pohon. Aku jadi gatal-gatal karena dekat dengannya.

Akhirnya pemotretan pun selesai, dan sekarang giliran Kyu dan Yoona.

Saat pemotertan, Kyu dan Yoona begitu serasi, mereka terlihat seperti pasangan kekasih. Tapi, kenapa rasanya hatiku sangat sakit sekali melihat mereka berdua?

Dengan genitnya, Sunny mengambil fotoku yang sedang duduk disamingnya. Padahal aku sama aekali tidak memasang wajah manis untuk berfoto.

“Liu-ssi! Ayo senyumlah! Aku ingin berfoto denganmu yang sedang tersenyum!” pintanya.

Aku tidak menghiraukannya.

“Liu! Ayo senyum!” paksanya.

“Kau ini bisa diam tidak?!! Aku tidak mau berfoto denganmu! Apa kau tidak puas saat pemotretan tadi?!!” bentakku penuh amarah dan membuatnya diam terpaku. Semua orang diruangan itu pun melihat ke arahku. Lalu aku pun pergi.

#diluar gedung

“kenapa denganku? Kenapa aku membentak gadis itu? Dan…kenapa dadaku sakit sekali melihat Kyu dan Yoona?” tanaku dengan tangan menempel di dada.

Tiba-tiba seorang namja duduk disampingku.

“Ternyata kau disini” ujar Teuki.

Hyung, ada apa?” tanyaku sambil cepat-cepat menghapus air mata di pipi.

“Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau membentak seorang gadis?”

“A…aku…aku sangat kesal dengan kelakuannya…”

“Tidak mungkin hanya itu, pasti ada sebab lain” kata Teuki sambil menatapku.

“Ah? Maksudmu?”

“Pati ada sesuatu yang membuat emosimu naik. Kau cemburu kan melihat Kyu dengan Yoona?”

“Ah? A…apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti!” kataku memalingkan wajah.

“Aku sudah tahu semuanya. Kau bukan seorang namja kan?”

Deg…

“a…a…”

“Aku sudah tahu semuanya. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Heechul saat didepan toilet”

Hyung….mianhae…” aku menatap Teuki dengan perasaan bersalah.

“Sudahlah, kau tidak perlu minta maaf. Aku tahu kau melakukan ini karena terpaksa kan? Kau tenang saja, aku akan menjaga rahasia ini” papar Teuki dengan senyum Angelnya.

Gomawoyo Oppa…” ucapku lirih sambil memluk Teuki dengan air mata mengalir deras di pipi.

***

#selesai pemotretan

“Ayo cepat minta maaf!” seru Teuki sambil mendorongku. Aku pun memberanikan diri untuk meminta maaf pada Sunny.

“Sunny-ah!!” teriakku memanggil gadis itu sambil berlari kecil ke arahnya.

Ne, ada apa?” Tanya Sunny sambil tersenyum kecil.

“a..aku..aku ingin minta maaf atas kejadian tadi…” kataku sambil membungkukan badan.

“Oh, sudahlah. Aku sudah memaafkanmu. Lagi pula itu juga kesalahanku, aku juga minta maaf”

“Kau tidak marah padaku?”

Aniya! Untuk apa aku marah? Kau ini kan namja tampan, aku tidak mau marah pada namja tampan sepertimu!” jawabnya sambil mencium pipiku, lalu pergi begitu saja.

Aku langsung mengelap pipiku yang terkena lipstick di bibirnya.

***

1 bulan sudah berlalu, dan sudah 1 bulan juga aku tinggal bersama para anggota SuJu. Meskipun Leeteuk dan Heechul sudah mengetahui bahwa aku ini seorang yeoja, tapi sampai saat ini tidak ada masalah apapun. Semoga tidak akan ada masalah sampai aku keluar dari dorm.

Hari ini aku Leeteuk dan Eunhyuk akan pergi ke SUKIRA. Karena aka nada wawancara sedikit denganku.

#Di SUKIRA

Aku pun memperkenalkan diri pada para pendengar radio.

“Liu-ssi, bisakah kau menceritakan sedikit tentangmu dan keluargamu. Mungkin para gadis penasaran denganmu” ujar Leeteuk dengan nada layaknya penyiar radio.

“haha, kau bisa saja. Baiklah aku akan menceritakannya. Dulu, aku memiliki orang tua yang sangat menyayangiku. Saking sayangnya padaku, mereka selalu menuruti semua keinginanku. Dan saat kecil, aku memiliki seorang teman” paparku.

“kau memiliki seorang teman? Apa dia seorang namja?” Tanya Eunhyuk.

Ne, dia seorang namja. Dari kecil dia yang selalu menemaniku bermain”

“Siapa namanya?”

“Aku…aku lupa namanya…” jawabku lirih.

Mwo? Kenapa kau bisa lupa? Bukannya dia temanmu dari kecil?”

Ne, waktu itu aku dan kedua orang tuaku ingin pergi berlibur ke Jepang. Tapi saat diperjalanan menuju bandara, mobil yang ku tumpangi…berabrakan dengan mobil dari arah lain…” aku menahan air mata yang hampir tertumpah. Teuki mengelus punggungku.

“kejadian itu seperti mimpi buruk, mobilku terbalik. Aku melihat ibuku berlumuran darah. Saat aku memanggilnya, ibu tidak menjawab. Dan ternyata saat itu…ibuku sudah tidak bernyawa…” tangisku meluap.

“Bagaimana dengan ayahmu?” Tanya Eunhyuk.

“Ayah berusaha mengeluarkan kami, dan akhirnya tim penyelamat pun datang. Kami pun segera dilarikan ke rumah sakit…”

“Temanmu…apa dia tahu kau mengalami kecelakaan?”

“Sampai prosesi pemakaman ibuku, dia tidak datang”

Mwo? Tidak datang? Apa kau tidak memberitahunya?”

“Setelah kejadian itu, aku tidak pernah melihatnya lagi…dia juga tidak pernah memberiku kabar”

“Wah~ kurang ajar sekali dia! Teman macam apa dia itu?! Kau yang tabah ya, semoga sekarang dia mendengarkanmu di radio!”

“Wow~ ada yang merequst!” seru Teuki sambil melihat laptopnya.

“Request apa?” Tanya Eunhyuk.

“Ada yang meminta Liu menyanyikan sebuah lagu dari Kyuhyun-I Hope That Doesn’t Sleep”

“Wow~ aku suka lagu itu! Coba kau nyanyikan!” seru Hyuk.

“Baiklah…” aku pun mulai menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan sambil mengingat kejadian mengerikan itu.

——-SIWON  POV——-

                “Mwo?? Dia…dia benar-benar Liu temanku? Kau masih hidup?” tanyaku dalam hati setelah mendengar cerita Liu di radio.

Aku beranjak pergi untuk menemui Liu.

“Hei, Siwon-ah. Kau mau kemana?” Tanya Yesung.

“Aku pergi dulu! Ada urusan sebentar!” jawabku lalu segera pergi ke SUKIRA.

——-SIWON POV END——-

——-KYU POV——-

“Siwon hyung  mau pergi kemana? Kenapa dia sepetinya terburu-buru setelah mendengarkan radio? Apa dia ingin menemui Liu? Aish! Kenapa aku pusing-pusing memikirkan mereka?! …tapi…apa mungkin dia akan menemui Liu?”

——-KYU POV END——-

——-AUTHOR  POV——-

Setelah siaran radio selesai, aku. Leeteuk dan Eunhyuk bergegas untuk pulang.

Tapi, saat kami ingin naik mobil, ada seorang namja menarik tanganku.

“Siwon hyung? Kenapa kau ada disini?” tanyaku kaget saat melihat wajahnya.

“Siwon-ah, kenapa kau ada disini? Bukannya kau ada dirumah?” Tanya Teuki.

Ne, aku kesini ingin bicara sesuatu dengan Liu”

Mwo? Denganku?” tanyaku bingung.

“Kenapa kau tidak menunggu dirumah saja? Sekarang juga kami pulang” ujar Eunhyuk.

“Tidak bisa. Aku tidak punya banyak waktu. Biar nanti Liu pulang denganku”

“Ya sudah. Kalau begitu kami pulang. Oya, jangan pulang terlalu malam!” seru Teuki lalu pergi meninggalkan aku dan Siwon.

——-LEETEUK  POV——-

                “Aneh sekali  Siwon hyung, memangnya dia ada urusan apa dengan Liu?” Tanya Eunhyuk saat dimobil.

“Aku tidak tahu. Biarka saja, biar mereka tambah akrab..”

#sampai di dorm

“Kami pulang!” teriak Eunhyuk saat sampai di dorm.

“Sepi sekali, apa mereka sudah tidur?” tanyaku saat melihat ruangan yang begitu sepi.

Hyung, kau sudah pulang?” Tanya Kyu yang tiba-tiba muncul dari belakangku.

“Ah~ kau mengagetkan saja!”

Miane..mana Liu?” Tanya Kyu.

“dia tidak pulang bersama kami”

Waeyo?”

“Tadi ada Siwon ke SUKIRA, katanya ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Liu dan nanti Liu pulang bersamanya”

Saat mendengar jawabanku, tiba-tiba Kyu langsung beranjak pergi.

“eh, Kyu! Kau mau kemana?” tanyaku setengah berteriak. Tanpa menjawab pertanyaanku, Kyu langsung pergi.

“Jangan-jangan dia juga mau ke SUKIRA?” Tanya Hyuk.

“Ya, kemana lagi?”

Aish! Mereka itu aneh sekali, memangnya di SUKIRA ada apa?”

“Sudahlah cepat tidur!” kataku lalu segera masuk kamar.

——-LEETEUK POV END——-

***

 

——-AUTHOR  POV——-

                “Apa kau mengingatku?” Tanya Siwon sambil medorongku ke dinding.

“A..apa maksudmu?” Tanyaku kaget

“Kau bilang dulu kau memiliki teman masa kecil, apa kau masih mengingat namanya?”

“A…a…aku…aku tidak ingat!” aku memalingkan wajahku.

“Lihat mataku!” aku masih terdiam dan tetap memalingkan wajah.

“LIHAT MATAKU!!” bentak Siwon sambil memegang wajahku dan memaksaku melihat matanya.

“Apa kau ingat mata ini? Apa kau ingat nama Choi Siwon?” aku menatap lekat matanya dan mencoba mengingat nama itu. Dan aku pun teringat pada seseorang di masa laluku.

Aniya! Tidak mungkin kau temanku!” kataku sambil menahan air mata yang hampir tertumpah.

“Kau sudah ingat? Kau sudah mengingatnya?”

Aniya! Kau bukan temanku!”

“Aku temanmu…aku teman masa kecilmu!”

“KENAPA KAU MENGHILANG DISAAT AKU MEMBUTUHKANMU?!” bentakku sambil berurai air mata.

“A…aku…saat itu aku…” kata siwon terbata-bata.

“Kau tahu, saat itu aku sangat terpukul! Ibuku meninggal, tapi kau sama sekali tidak datang ke pemakaman ibuku! TEMAN MACAM APA KAU INI?!!” emosiku meluap.

“SAAT ITU AKU JUGA MENGALAMI KECELAKAAN YANG SAMA! MOBILKU YANG TIDAK SENGAJA MENABRAK MOBILMU!!” bentak Siwon dengan mata berkaca-kaca.

Mwo??” tanyaku lirih juga kaget.

“Kecelakaan itu membuat tulang kakiku patah dan aku harus menjalani operasi di Jepang. Aku minta maaf karena tidak memberitahumu…” kata Siwon lirih. Aku langsung memeluk erat Siwon dengan air mata mengalir deras di pipi.

——-KYU POV——-

                “Mwo?? Jadi…teman masa kecilnya itu…Siwon hyung? Apa aku sedang bermimpi?” tanyaku lalu memukul pipiku.

“Aw!! Aish! Ternyata ini bukan mimpi!”

——-KYU POV END——-

——-AUTHOR  POV——-

                “Mianhae…aku tidak tahu…” ujarku lirih sambil memeluk Siwon.

“Sudahlah, ini bukan salahmu” Siwon menghapus air mata yang mengalir dipipiku.

“Oya, kau ini kan seorang yeoja, kenapa kau menyamar jadi namja?”Tanya Siwon

“Ah~ nanti aku jelaskan. Tapi kau jangan beritahu siapapun kalau aku ini seorang yeoja

Ne, tenang saja” jawab Siwon sambil tersenyum.

——-KYU POV——-

                “Mwo?? Liu seorang yeoja…???”

——-KYU POV END——-

***

——-AUTHOR  POV——-

#Esoknya

Aku sedang mencoba mengambil sebuah buku diatas lemari. Karena lemarinya terlalu tinggi, aku pun naik ke atas meja. Saat aku sedang berusaha mengambil, tiba-tiba kakiku tergelincir dan aku pun hampir terjatuh. Tapi, lagi-lagi ada seorang namja menyelamatkanku.

Deg…

Mata itu lagi…

——-KYU POV——-

                “Apakah dia benar-benar seorang yeoja? Kenapa…jantungku selalu berdebar jika melihat wajahnya?” batinku.

——-KYU POV END——-

——-AUTHOR  POV——-

                “Hyung…bisakah…kau turunkan aku?” tanyaku dengan mata terus berkedip. Dengan kasar namja itu menjatuhkanku ke lantai.

“Aw! Kau ini kasar sekali!!” ringisku.

“Kau ini namja atau bukan? Segitu saja meringis!”

“Je..jelas aku ini seorang namja!”

“Apa buktinya jika kau seorang namja?”

Aigoo~ gawat! Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan?

Kepanikanku berakhir saat seorang yeoja datang menghampiriku.

“Aish! Dia lagi!” bisikku kesal.

“Liu-ssi! Kenapa kau duduk di lantai? Apa kau terjatuh? Kau tidak apa-apa?” Tanya Sunny begitu khawatir.

Aniya, gwaenchana” kataku sambil berusaha bangun.

“Eh, Kyuppa. Ada pesan untukmu” ujar Sunny saat melihat Kyu yangg berdiri di depanku.

“Pesan? Dari siapa?” Tanya Kyu heran.

“Dari Yoona”

“Apa katanya?”

“Nanti malam kau disuruh datang ke café biasa”

Mwo? Untuk apa?”

“Mana kutahu! Sudah, datang saja! Siapa tahu hubungan kalian akan membaik” kata Sunny sambil tersenyum. Kyu menatapku sejenak, lalu pergi.

Hubungan? Membaik? Apa maksudnya? Batinku.

“Eh, Liu kau sudah makan?” Tanya Sunny

“Sudah. Eh, Sunny-ah aku ingin bertanya sesuatu”

“Tanya apa?”

“Apa…Kyu dan Yoona memiliki hubungan special?”

“Dulu mereka memang pernah dekat, kedekatan mereka seperti sepasang kekasih”

Mwo? Apa sekarang mereka masih berpacaran?”

“Setahuku tidak, sekarang mereka hanya berteman seperti biasa. Bahkan hubungan mereka tidak sedekat seperti dulu. Mungkin gara-gara Kyu kecewa pada Yoona saat Yoona tdak menepati janjinya dulu”

“Janji?”

Ne. kenapa kau menanyakan soal mereka?”

“Ah? Aniya, gwaenchana

***

#malam hari

Aku dan anggota lainnya, kecuali Kyu berkumpul di ruang rapat bersama manager.

“Ada berita penting apa? Kenapa kami disuruh berkumpul?” Tanya Heechul.

“Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini…” kata manager berhenti sejenak lalu melihat ke arahku.

“1 bulan lagi Kibum akan pulang ke Korea, dan kalian sudah tahu siapa yang harus pergi dari sini…” aku menundukan kepala, rasanya hatiku seperti tertusuk pedang saat mendengar berita itu.

“Liu…” ucap manager lirih. Aku mengangkat kepalaku dan melihat kea rah manager sambil tersenyum.

Ne?” tanyaku sambil menahan air mata.

“Kau tidak apa-apa?”

Aniya. Aku tidak apa-apa. Memang sudah seharusnya seperti ini…” jawabku sambiltetap tersenyum.

***

Saat aku keluar dari ruang rapat, ada seseorang yang menarik tanganku dari balik pintu, lalu memelukku.

Op..oppa…apa yang kau lakukan?” tanyaku kaget.

“Sebelum kau pergi, aku ingin mengatakan sesuatu..” ujar Siwon.

Mwo?”

Saranghae…” bisiknya. Kali ini hembusan nafasnya benar-benar terasa, bukan mimpi lagi. Aku langsung melepaskan pelukannya.

“Apa yang kau lakukan? Aku ini temanmu!” kataku dengan nada tinggi.

“Memangnya salah jika aku mencintai temanku sendiri?”

“Sungguh tidak masuk akal!” ucapku lalu pergi.

***

Dua minggu sudah berlalu, dan waktuku tinggal di dorm hanya tersisa dua minggu lagi.

#malam hari

“Liu-ssi? Kau kenapa? Sepertinya kau sangat bingung?” tanya Teuki saat di kamar.

“Besok aku ingin pergi belanja, tapi sepertinyatidak ada yang bisa mengantarkanku. Kau dan Hyuk Oppa sibuk di Sukira, Siwon dan Heechul Oppa sibuk di acara lain, begitupun dengan Shindong, Donghae, Wookie, Yesung dan Sungmin Oppa” paparku sambil mengerucutkan bibir.

“Bagaimana dengan Kyuhyun?”

Mwo?”

“Sudah, pergi dengannya saja!” ujar Teuki sambil tersenyum menggoda. Aku hanya tersipu malu.

***

#Esoknya

Aku menghampiri Kyu yang sedang asyik memainkan PSPnya.

Hyung…” ucapku sedikit gugup. Tapi dia tidak mendengarnya.

Hyung…” Kyu masih tidak mendengar.

HYUUUNG….!!!” Teriakku tepat di telinganya.

“HEI!! Kau ini kenapa berteriak?! Aku tidak tuli, dasar bodoh!!” kesal Kyu sambil memegang telinganya yang kesakitan.

“Tidak tuli bagaimana? Dari tadi aku memanggilmu, tapi kau sama sekali tidak mendengar!”

“Ah~ menggangu saja! memangnya ada apa?!”

“To..tolong antarkan aku belanja”

“Mengantarmu? Pergi saja sendiri!” tolaknya lalu kembali memainkan PSPnya.

“Aku tidak bisa menyetir!” kataku dengan nada tinggi.

“Naik bus saja”

“Aku tidak mau, diluar banyak fans! Hyung, ayo antarkan aku!”

“Aku sedang sibuk!”

“Sibuk apa? Kau hanya bermain game!”

“Ya, ini kesibukanku!” karena kesal, aku pun merebut PSP dari tangannya.

“Hei, apa yang kau lakukan?! Kembalikan PSPku!”

Aniya! Aku tidak akan mengembalikannya!”

“Kau mau mati, hah?!”

“Jika kau ingin PSPmu kembali, kau harus mengantarku dulu!”

Mwo? Kau mengancamku?!”

“Ya sudah kalau kau tidak mau mengantarku, benda ini tidak akan pernah kembali ke tanganmu!”

“Arrggkkhh!! Menyebalkan! Baik aku akan mengantarmu! Tapi setelah itu kau harus mengembalikannya padaku!”

***

Akhirnya Kyu pun mengantarku belanja. Rasanya seperti mimpi belanja di antar oleh namja yang disukai.

“Sudah 2jam. Sudah selesai belum?” Tanya Kyu kesal.

“Belum, kita harus ke toko game dulu”

Mwo? Toko game?” Tanya Kyu sedikit terkejut.

Ne, waeyo? Memangnya kau saja yang suka bermain game?” Kyu terdiam setelah mendengar perkataanku.

#di mobil perjalanan pulang

“Kau belanja apa saja?” Tanya Kyu sambil melihat belanjaan yang sedang ku pegang.

“Sudah, menyetir saja!” Kyu menatapku kesal, lalu kembali konsentrasi ke jalan.

***

Satu hari lagi aku harus pergi dorm. Dan hari ini adalah terakhir kalinya aku menghadiri sebuah acara bersama anggota SuJu. Sedih rasanya harus meninggalkan mereka semua. Tapi, harus bagaimana lagi, ini semua juga bukan keinginanku.Tapi sampai saat ini Kyu belum mengetahui tentang kontrakku yang sudah habis. Dan sepertinya dia juga tidak mau tahu.

Pulang dari sebuah acara, Siwon tiba-tiba mengajakku pergi. Entah dia ingin membawa kemana.

“Kenapa kau membawaku ke tempat ini?” tanyaku saat sampai di sebuah taman yang sangat indah berhias lampu-lampu malam.

“kau ingat tempat ini? Dulu kita selalu bermain disini”

Aku mencoba mengingat sebuah kenangan bersama Siwon saat kami masih kecil.

“Aku ingat…”

“Aku ingin bertanya sesuatu padamu…” ujar Siwon sambil menatap mataku.

Mwo?”

“Apa sampai sekarang kau masih menganggapku sebagai temanmu?”

“Bukan hanya teman, kau sudah ku anggap seperti Oppaku sendiri” Siwon menundukan kepalanya. Aku memegang tangannya yang dingin.

“Kau jangan sedih, sampai kapanpun kau akan selalu ada dihatiku” ujarku sambil tersenyum kecil.

“Siapa yang sekarang menempati posisi special dihatimu?”

“Ah? K…kenapa kau bertanya seperti itu?” tanyaku sedikit terkejut.

“Apakah orang itu Kyuhyun?”

“Bu…bukan…”

“jika benar bukan dia, kenapa kau selalu gugup jika mendengar namanya?”

“…Kau benar…” jawabku sambil menundukan kepala.

“Ah~ ternyata kau sudah besar! Kau sudah meyukai lawan jenismu!” kata Siwon sambil mengacak-ngacak rambutku gemas. Aku hanya tersenyum tersipu malu.

***

Akhirnya sudah tiba hari yang sebenarnya tidak pernah ku nantikan. Semua anggota berkumpul di dorm kecuali Kyu.

Hyung…” aku memeluk Teuki sambil menahan air mata yang hampir tertumpah.

Gomawoyo untuk semuanya, kau terlalu baik untukku…kau selalu membantuku, aku tidak akan pernah melupakanmu…” Leeteuk menghapus air mataku dengan tangannya.

“Apapun yang terjadi, kau jangan pernah menyerah. Capailah mimpimu!” ujar Teuki sambil tersenyum.

Aku memeluk Eunhyuk yang berdiri di samping Teuki.

Hyung, gomawo…karena selama ini kau sudah banyak membantuku. Kau teman yang sangat hebat! Aku akan terus mengembangkan dance yang sudah kau ajarkan padaku!”

Ji…jinjja? apakah aku sehebat itu?” tanya Hyuk dengan berurai air mata.

“Sudah, jangan menangis seprti itu! Kau terlalu gagah untuk menangis!” candaku.

Selanjutnya aku memeluk Donghae.

“Meskipun kau selalu memanggilku namja bodoh, tapi kau juga sangat baik” ujarku. Donghae mengacak-ngacak rambutku sambil tersenyum.

“Tetaplah menjadi namja bodoh dan tampan…” kata Donghae.

Setelah Donghae, aku memeluk Shindong, Yesung, Wookie, Sungmin, lalu Heechul.

Hyung, gomawoyo…karena kau sudah menjaga rahasiaku…” kataku setengah berbisik.

“Tentu saja, aku memang paling pintar menjaga rahasia!”

Terakhir, aku memeluk Siwon.

Hyung, gomawoyo kau sudah menjadi temanku…tetaplah menjadi teman kecilku”

“Aku tidak akan pernah melupakanmu!” ucapnya lirih.

“Ayo, Liu! Sudah waktunya kita berangkat. Pesawat menuju China sebentar lagi take off” ujar manager.

Annyeongi gyeseo! Aku tidak akan pernah melupakan kalian semua, khamsahamnida!” pamitku dengan air mata masih membasahi pipi.

Aku pun beranjak pergi menuju mobil manager.

“Liu-ssi! Kami akan selalu merindukanmu!!” teriak mereka serempak. Aku hanya tersenyum mendengarnya.

Hufth~ rasanya sangat berat meninggalkan mereka semua… tapi, kenapa tadi aku tidak melihat Kyu? Apa dia benar-benar tidak peduli padaku?

#di mobil menuju Bandara

Aku mengirim sebuah pesan pada Teuki, ‘Oppa, ada hadiah untuk kalian dariku. Mianhae jika hadiahnya tidak sesuai dengan selera kalian. Aku menyimpannya dibawah piano. Semoga kalian suka…”

——-LEETEUK  POV——-

                “Hadiah?” tanyaku setelah membaca pesan dari Liu.

“Ada apa hyung?” tanya Wookie.

“Liu meninggalkan hadiah untuk kita” aku melihat sebuah box besar dibawah piano. Lalu aku pun menghampiri box itu.

“Diua benar-benar meninggalkan hadiah untuk kita?” tanya Sungmin.

“Wah~ sepertinya ini untukku!” seru Eunhyuk saat mengambil sebuah topi.

“Aku lihat kau sangat suka mengoleksi topi, jadi aku membelikan topi ini untukmu^^” Eunhyuk membacakan sebuah pesan yang menempel di topi itu.

“Yah, meski terlalu kecil. Tapi aku suka” ujar Hyuk.

“Ini pasti untukku!”seru Wookie sambil mengambil sebuah celemek dari dalam box. Lalu dia membacakan sebuah pesan, “Wookie hyung, tetaplah menjadi koki para anggota SuJu! Makananmu sangat lezat! Aku akan selalu merindukannya!^^”

“Aku juga akan selalu merindukanmu…” ucap Wookie sambil memeluk hadiahnya.

“Mana hadiah untukku?” tanya Sungmin.

“Mungkin ini…” ujar Shindong sambil memberikan sebuah boneka beruang berwarna merah muda.

“Sepertinya aku kenal boneka ini” kata Sungmin, lalu membaca pesannya.

“Hyung, aku minta tolong padamu, tolong kau kembalikan boneka ini pada Sunny. Kau sangat dekat dengannya kan? Oh ya, di lengan bonekanya ada jam tangan. Itu untukmu, semoga kau suka^^”

“SUNNY!! Boneka pemberianku kau berikan pada Liu?! Dasar tidak tahu terima kasih!!” kesal Sungmin sambil meremas boneka yang dipegangnya.

“Nah, ini pasti untukku!” seruku saat mengambil sebuah jaket tebal berwarna putih.

“Apa pesannya? Coba bacakan!” seru Yesung.

“Aku sengaja membelikan jaket tebal ini, karena kau selalu pulang malam dari Sukira. Jangan lupa pakai jaket  ini agar kau tidak kedinginan!^^”

“Ah~ dia seperti ibuku saja!” kataku terharu.

——-LEETEUK  POV END——-

——-SIWON  POV——-

                “Siwon-ah, apa hadiah untukmu?” Tanya Donghae. Lalu aku menunjukkan sebuah kotak kecil berisi foto dan benda-benda kenangan.

“Ini foto Liu dan temannya saat kecil” jawabku.

“Kenapa dia memberikan hadiah kenangan seperti ini? Memangnya kau teman kecilnya?” Tanya Yesung.

“Sepertinya wajah anak itu tidak asing…” ujar Wookie.

“Eh, apa ini Liu? Kenapa dia memakai baju perempuan?” Tanya Donghae. Saat kami sedang berkumpul, tiba-tiba Kyu datang.

“Kyu, darimana saja kau?!!” Tanya Heechul dengan nada tinggi dan mata membelalak.

“Aku tadi mengantar Yoona” jawabnya.

“Teman macam apa kau ini? Kau malah asyik berkencan dengan wanita!”

“Apa maksudmu?! Kenapa kau marah-marah padaku?!”

“Ah~ tanyakan saja pada temanmu!!” kesal Heechul lalu pergi, begitu pun yang lainnya. Kecuali Sungmin.

——-SIWON POV END——-

——-KYU POV——-

                “Hyung, sebenarnya ada apa? Kenapa Heechul hyung marah-marah  padaku?” tanyaku bingung.

“Kau benar-benar tidak tahu?” tanya Sungmin.

“Memangnya apa yang terjadi?”

“Baru saja Liu pergi…” jawab Sungmin lirih.

Mwo? Mak..maksudmu Liu…” tanyaku kaget.

“Kau ini kjemana saja?! Kau boleh saja tidak menyukai Liu.  Tapi hargai dia sedikit saja! Saat dia datang kau tidak ada, saat dia pergi kau juga tidak ada! Sebenarnya apa yang ada di dalam otakmu, hah?!!” kesal Sungmin sambil memukul kepalaku.

“Aw! Mianhae! Aku tidak tahu kalau kontraknya sudah habis. Memangnya dia pergi kemana?”

“Dia pergi ke China dan akan tinggal disana”

“China?”

Ne. oh ya, ada hadiah untukmu” Sungmin memberikan sebuah PSP yang masih terbungkus.

“Dari siapa?”

“Dari Liu, dia meninggalkan hadiah untuk kami. Dan PSP ini untukmu” saat melihat PSP itu, aku teringat saat Liu membelinya di toko game beberapa hari yang lalu.

Jadi, PSP yang dibelinya itu…untukku…?

***

#malam hari di balkon atas

Aku masih memegang PSP pemberian Liu dan masih memikirkan gadis itu.

“Kau ini sangat kejam!” ujar seorang namja yang berdiri di dekat pintu.

“Siwon hyung? Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Kau tidak pernah memahami perasaannya”

“Apa yang kau bicarakan?”

“Kau selalu saja menindasnya, tapi dia tidak pernah membencimu bahkan dia menyimpanmu dihatinya!”

“Siapa yang kau maksud?”

“Kau masih tidak mengerti siapa yang kau maksud? Kau ini bagaimana mengerti perasaan orang lain, mengerti perasaanmu sendiri kau tidak bisa!” kesal Siwon lalu pergi.

Apa yang dimasudnya itu Liu…? Dia…menyimpanku dihatinya…?

***

——-AUTHOR POV——-

Dua tahun sudah berlalu, akhirnya aku berhasil meraih mimpiku, yaitu menjadi penyanyi yang terkenal. Setelah kontrak dengan SMent. Habis, aku mulai merintis karirku sebagai penyanyi solo di Negara kelahiranku, China. Dan tentunya sebagai yeoja.

Tapi aku sangat merindukan para Oppaku di SuJu. Apakah aku bisa bertemu dengan mereka lagi?

***

——-LEETEUK POV——-

                “Telpon dari siapa hyung?” Tanya Yesung saat aku mengakhiri pembicaraan di telpon.

“Dari Liu…” jawabku.

Mwo? Liu? Bagaimana kabarnya?” seru Eunhyuk.

“Dia baik-baik saja, bahkan dia sudah jadi penyanyi terkenal disana”

Jinjja? Dia benar-benar hebat!” kata Donghae bangga.

Ne, dia memang sangat hebat. Jika saja dia seorang yeoja, aku tidak akan menyia-nyiakannya” sindirku sambil melihat kea rah Kyu. Lalu Kyu pun menundukan kepalanya.

——-LEETEUK POV END——-

***

——-KYU POV——-

Tiga hari lagi SuJu akan menghadiri sebuah acara music bergengsi di China. Setelah mendengar ‘China’, pikiranku tiba-tiba tertuju pada Liu. Apa mungkin Tuhan akan mempertemukan aku dengannya lagi?

#di ruang tamu

“Aku sudah tidak sabar ingin cepat ke China. Aku ingin bertemu dengan Liu!” seru Eunhyuk.

Ne, aku ingin melihatnya setelah dia jadi penyanyi terkenal. Apa dia akan berubah?” Tanya Wookie.

“Tentu saja dia akan berubah menjadi yeo… emh, maksudku dia akan berubah menjadi lebih tampan dan dewasa!” ujar Heechul.

***

#di bandara China

Aish! Mereka pergi kemana? Kenapa aku ditinggal sendiri?” kesalku sambil melihat sekeliling bandara. Karena tidak memperhatikan jalan, tidak sengaja aku menabrak seorang yeoja.

Mian, mianhae!” ucapku sambil membungkukan badan. Saat aku mengangakat kepalaku, aku sangat terkejut melihat wajah yeoja yang ku tabrak tadi. Yeoja itu tersenyum padaku lalu pergi.

“Sepertinya…aku pernah melihatnya? Apa dia…Liu? Tapi, kenapa jadi berubah seperti itu?” tanyaku pada diri sendiri.

“Ternyata kau disini! Ayo cepat waktu kita tak banyak!” seru Sungmin sambil menarik bajuku.

“Ta…tadi aku melihat Liu!”

“Ah~ tidak mungkin! Dia itu sedang sibuk!”

“Tapi tadi aku melihatnya dengan jelas! Bahkan dia senyum padaku!”

Aish! Sudah jangan mengarang cerita! Ayo cepat, yang lain sudah menunggu!”

***

Saat sedang perform di panggung, tidak sengaja aku melihat seorang yeoja yang tadi ku tabrak di bandara duduk di kursi penonton. Rasanya aku ingin cepat turun dari panggung dan menghampirinya. Tapi mana mungkin aku melakukan hal itu.

Setelah turun dari panggung, aku pun langsung  mencarinya di kursi penonton. Tapi sayangnya, dia tidak ada.

“Kyu, kau sedang mencari siapa?” tanya Yesung yang masih berdiri di panggung.

“Ah? Aniya. Aku tidak mencari siapa-siapa”

“Eh, kau tidak ikut makan malam bersama di hotel?”

Aniya, aku sangat lelah. Aku ingin cepat tidur”

“Ya sudah..” kata Yesung lalu pergi. Aku pun segera ke kamar hotel untuk beristirahat.

——-KYU POV END——-

***

——-AUTHOR POV——-

Mala mini aku diajak Teuki untuk makan malam bersama di hotel. Dan mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan pada mereka semua bahwa aku ini adalah seorang yeoja.

——-LEETEUK POV——-

                “Mana Liu? Lama sekali dia!” kesal Eunhyuk sambil memainkan sendok makannya.

Ne, aku sudah lapar..” keluh Shindong.

“Itu dia!” seruku saat melihat Liu berjalan menghampiri kami semua.

“Mana? Aku tidak melihatnya” Tanya Wookie sambil melihat sekeliling hotel.

Annyeong… bagaimana kabar kalian?” sapa Liu ramah.

“Ayo, silahkan duduk!” kataku. Liu pun duduk di sebelahku.

Hyung, siapa dia? Apa dia pacarmu?” bisik Shindong.

“Kalian tidak mengenalinya?” semuanya terdiam tampak bingung.

“Baiklah, perkenalkan dirimu!” kataku pada Liu.

Annyeonghaseyo… je iremeun Liu imnida. Aku adalah Liu yang pernah menggantikan posisi Kibum di SuJu dulu. Bangapseumnida^^” ujar Liu lalu kembali duduk.

MWO?? KAU LIU??” Tanya mereka serempak begitu kaget kecuali Siwon dan Heechul.

Ne” jawab Liu sambil tersenyum begitu manis.

“Liu-ssi! Apa kau melakukan operasi jadi yeoja?” Tanya Eunhyuk masih tak percaya.

Aniya, aku memang seorang yeoja!”

Mwo? Apa maksud semua ini?!!” Donghae kebingungan. Liu pun lansung menjelaskan semuanya.

——-LEETEUK POV END——-

***

——-KYU POV——-

                “Bagaimana makan malamnya?” Tanyaku pada Sungmin saat masuk ke kamar hotel.

“Mengejutkan!” jawab Sungmin.

“Mengejutkan? Waeyo?”

“Leeteuk hyung mengundang Liu untuk makan malam bersama”

Mwo? Liu?”

Ne, dan yang paling mengejutkan adalah, Liu ternyata seorang yeoja. Hufth~ kenapa aku tidak menyadarinya dari dulu ya?”

“Apa dia belum pergi?” Tanya Kyu.

“Sepertinya belum, tadi dia sedang mengobrol dengan Siwon hyung”. Setelah mendengar itu, aku langsung bergegas pergi.

“Kyu, kau mau kemana?” Tanya Sungmin setengah berteriak. Tapi aku tidak menjawabnya dan terus berlari.

Aku mencarinya di lantai bawah, di tempat makan malam tadi. Tapi aku hanya melihat Siwon sedang duduk sendiri.

“Siwon hyung, dimana dia?” tanyaku tergesa-gera.

“Dia? Nugu?” Tanya Siwon tak mengerti.

“Liu, dimana dia?”

“Baru saja dia pergi”

“Ah~ kenapa kau tidak menahannya dulu?!” kesalku lalu segera berlari ke luar hotel.

Langkahku terhenti saat melihat seorang yeoja yang memakai gaun berwarna biru muda dengan rambut tergerai panjang sedang berdiri di dekat lampu jalan.

Apa itu…Liu? Benar! Itu dia!

“Hey, kau! Sombong sekali kau tidak menemuiku!” kataku sedikit berteriak Karena jarak kami berdiri cukup jauh. Yeoja itu melihat ke arahku sambil memperlihatkan wajah bingungnya. Sekejap, ekspressi bingungnya hilang.

“Menemuimu? Untuk apa aku menemuimu? Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan baruku!” jawabnya.

“Apa kau bilang? Sombong sekali kau ini! Dasar tidak tahu malu, pergi tidak berpamitan padaku! Dan hadiahmu itu sangat jelek! Baru dimainkan satu jam saja sudah rusak!”

“Hey! Kau ini memang tidak tahu terima kasih! Sudah bagus aku memberikanmu hadiah!” kesalnya.

“Hadiah? Sampah seperti itu kau sebut hadiah?”

Aish! Menyebalkan! Kau memang tidak pernah berubah!!” kesalnya lalu beranjak pergi.

“Hey, kau mau kemana? Aku belum selesai bicara!” teriakku menghentikan langkahnya.

Mwo?? Ada apa lagi?!!” tanyanya sambil membalikkan badan.

“Siwon hyung bilang, kau mnyukaiku. Apa itu benar?”

A…a…aniya! Itu tidak benar!” jawabnya tebata-bata dengan pipi yang memerah.

Jinjja? Kau tahu, Siwon hyung itu tidak pernah berbohong”

“Ya! Jika benar, memangnya kenapa?” aku terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya.

“Kenapa kau diam? Jika aku menyukaimu memangnya kenapa?! Apa kau peduli dengan perasaanku?! Bukankah dari dulu kau tidak pernah peduli padaku?!” emosinya meluap.

“A…aku…”

“Sudahlah, aku tidak punya banyak waktu!” saat dia berajak pergi, aku langsung berlari dan menarik tangannya, lalu memeluknya erat.

“Aku peduli padamu…aku peduli perasaanmu…tapi aku hanya tidak menunjukannya…saranghae…”

——-KYU POV END——-

——-AUTHOR POV——-

Kurasakan hangat pelukannya. Rasanya aku ingin menghentikan waktu agar kami tidak terpisah lagi.

Tapi saat Kyu sedang memelukku, tiba-tiba ponselku berdering. Aku pun melepas pelukannya dan segera mengangkat telpon.

“Halo…ada apa suster?” tanyaku.

“Nona, kenapa anda lama sekali mengangkat telponnya? Tadi kami sudah menghubngi anda berkali-kali, tapi no. anda selalu tidak aktif”

Mianhamnida. Memangnya ada apa? Bagaimana keadaan nenekku?”

“Nenek anda…baru saja menghembusakan nafas terakhirnya…” saat mendengar berita itu, tubuhku sangat terasa lemas. Aku terjatuh di atas tanah. Air mataku mulai membasahi pipiku.

“Liu-ssi, kau kenapa?” Tanya Kyu sambil memegang bahuku. Aku tidak menjawab pertanyaan Kyu. Dadaku sangat sakit rasanya, sehingga ku tidak bisa berkata apa-apa.

“Liu-ssi, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” Tanya Kyu semakin cemas. Tanpa menjawab pertanyaannya, aku langsung menghentikan bus yang sedang melewat. Aku pun meninggalkan Kyu.

“Liu-ssi! Liu!! Ada apa? Kenapa kau meninggalkanku?!!” teriak Kyu sambil berlari.

——-KYU POV——-

Bus itu melaju sangat cepat, sehingga aku tidak bisa mengejarnya. Dengan perasaan kecewa, aku berhenti dan terjatuh di atas tanah.

“Kenapa kau meninggalkanku…?” tanyaku lirih.

——-KYU POV END——-

END

Lanjut season 2 ^^