I LOVE YOU HYUNG SEASON 2

Title       : I LOVE YOU HYUNG! SEASON 2

Cast       : Liu, All member SUJU kecuali Kangin

Genre   : Comedy, Romance, Sad

Rating   : PG 15-17

Author  : @LiuParKYU

Yeah, akhirnya cerita cinta Kyu dan Liu sudah selesai juga saya publish J

Buat para readers, tolong tinggalkan jejak yah 😀 DON’T BE SILENT READERS! J

—KYU POV—

5 Bulan berlalu sudah. Tidak ada sedikitpun kabar dari Liu. Email yang kukirim padanya pun tak pernah ia balas. Dia tidak tahu aku sangat merindukannya. Rasa bersalah pun selalu datang menghantuiku. Aku menyesal karena aku selalu menindasnya selama ia berada di sampingku. Apa ini hukuman untukku karena sudah menyia-nyiakannya?

“Ya!” seru Kibum membuyarkan lamunanku.

“Ah, hyung! Kau membuatku kaget!” kataku sambil membenarkan posisi dudukku.

“Kau melamun? Apa yang kau pikirkan?”

“Aniya, aku tidak memikirkan apapun”

“Jinjja? Oh ya Kyu, aku ingin bertanya sesuatu padamu”

“Mwo?”

“Apa benar sewaktu aku di America, manager mengadakan audisi untuk mencari penggantiku sementara?”

“Ah? Ne… dan dari ribuan yang mendaftar audisi, hanya ada satu yang berhasil lolos”

“Jinjja? Siapa orang itu?” Tanya Kibum sedikit terkejut. Aku terdiam saat teringat gadis itu.

“Kyuhyun-ah, kenapa kau diam saja?” Tanya Kibum menyadarkanku.

“Ah? Tadi kau tanya apa?”

“Aku Tanya, siapa orang yang sangat berhasil lolos audisi itu? Apakah dia sangat berbakat sehingga terpilih untuk menggantikanku?”

“Ne, dia… dia sangat berbakat. Suaranya sangat bagus. Tapi dia sangat bodoh dan tidak tahu terimakasih…” jawabku menerawang.

—FLASHBACK—

 “AAAAAAAA…….!!!!! Ya! Siapa kau?!”

“siapa aku? Kau yang siapa? Jelas-jelas aku anggota SuJu!”

“Kau pasti yang bernama Kyuhyun?”

Ne, kau siapa?!”

“Aku Liu”

“Oh, jadi kau anggota baru itu?”

Ne..”

—FLASHBACK END—

—KYU POV END—

***

—LIU POV—

Haahh… rasanya sudah lama aku tidak menginjakkan kakiku di Negara Ginseng ini. Karena jadwalku yang padat aku baru hari ini sampai di Korea. Aku berada di Negara yang pernah membesarkan namaku ini bukan untuk berlibur dan melepas penat, tapi untuk menyelesaikan pekerjaanku sebagai seorang penyanyi. Hari ini aku akan menjalani syuting video klip untuk lagu terbaruku. Ya, managerku yang mengusulkan ide ini. Dan model dalam video klipku nanti pun seorang seleb dari Korea. Entah siapa orang itu. Aku harap bukan orang yang ku kenal.

Ponselku berbunyi dan membuyarkan lamunanku. Kulihat sebuah nama terpampang di layar ponselku. Tanpa berpikir apapun, aku mengangkat ponselku yang dari tadi terus bordering.

“Yobeseyo… Siwon Oppa?” sapaku ramah.

“Kau sudah sampai di Korea?” Tanya Siwon dari seberang telpon.

“Ne, ada apa Oppa?”

“Besok malam aku akan mengadakan pesta ulang tahunku, dan aku ingin kau datang”

“Mwo? Besok hari ulang tahunmu? Mianhae, aku tidak ingat” kataku sedikit terkejut dan merasa bersalah.

“Gwaenchana. Sekarang kau sudah ingat kan? Besok aku akan menjemputmu.” Ucapnya terdengar sedikit tertawa.

“Aniya, kau tidak usah menjemputku. Aku akan datang sendiri”

“Baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu”

“Ne. Oppa… Saengil chukkahamnida…”

“Gomawo Liu…” ucapan Siwon pun mengakhiri percakapan kami dan aku melanjutkan langkahku untuk pergi ke hotel.

***

—KYU POV—

                “Saengil chukka, hyung…” ucapku sambil memeluk Siwon. Saat aku ingin melepas pelukanku, tiba-tiba Siwon menahannya dan membisikkan sesuatu di telingaku.

“Aku punya hadiah yang special, kau pasti terkejut melihatnya” ucap Siwon berbisik lalu melepas pelukannya.

Mwo? Hadiah special? Apa maksudnya?

“Sebelumnya aku ingin menunjukkan seseorang pada kalian semua. Di special aku undang mala mini.” Ujar Siwon sambil tak berhenti tersenyum.

“Dongsaeng, ayo silahkan masuk! Ucap Siwon sambil melihat ke arah pintu. Lalu seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang terurai di bahunya masuk ke dalam ruangan. Aku sangat terkejut saat melihat yeoja itu.

“Liu?? Wah~ kau benar-benar Liu??” tanya Eunhyuk begitu terkejut lalu menghampirinya dan tangan jailnya mulai ingin memeluk yeoja itu.

“Ya! Apa yang ingin kau lakukan, hah?!” seru Donghae menarik baju Eunhyuk.

“Wae? Aku sangat merindukannya!” kata Eunhyuk dengan muka memelas.

“Tapi kau harus menjaga sikapmu!” kesal Donghae. Melihat tingkah dua namja bodoh itu, Liu hanya tersenyum dan membuat hatiku semakin sesak melihatnya.

“Saengil chukkahamnida, Oppa…” ucap Liu sambil memeluk Siwon. Aku benar-benar terkejut melihat sebuah drama yang baru saja terjadi di depan mataku. Rasanya aku ingin marah.

“Liu-ssi, kau belum kenal dengan Kibum, kan?” tanya Leeteuk yang berdiri tidak jauh denganku.

“Belum…” jawab Liu singkat.

“Kibum. Ayo kenalkan dirimu!” seru Leeteuk sambil menarik  tangan Kibum dan medekatkan jarak antara Kibum dan Liu. Lalu Kibum pun mengenalkan dirinya dan berjabat tangan dengan Liu. Tiba-tiba ada aura berwarna merah muda keluar dari mata Kibum dan Liu membalasnya dengan senyuman yang begitu manis.

Aarrggkkhh!! Apa-apaan ini?! >.<

***

—LIU POV—

                “Sudah malam, aku harus segera pulang.” Ujarku saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

“Kau menginap disini saja” kata Siwon.

“Tidak bisa, aku ini kan yeoja.” Bantahku.

“Memangnya dulu saat kau tinggal disini kau bukan yeoja?” tanya Heechul dengan santainya.

“Emh… ba..baiklah. tapi untuk satu malam saja”

“Hyung, memangnya ada kamar kosong?” tanya Sungmin.

“Oh iya, aku lupa” kata Leeteuk sambil menepuk jidatnya.

“Pakai saja kamarku, aku bisa tidur dengan Siwon hyung” ujar Kibum.

“Baiklah, kalau begitu tolong kau antarkan tuan putri ini ke kamarmu!” kata Leeteuk lalu Kibum pun mengantarkan Liu ke kamarnya.

—KYU POV—

“Mwo? Tuan putri? Apa maksudnya? Sangat tidak lucu!” batinku.

—KYU POV END—

—LIU POV—

                “Jeongmal gomawoyo Oppa, kau sangat baik!” ucapku sambil membungkukan badan.

“Ne, cheonmaneyo. Maaf kamarku sedikit berantakan. Selamat beristirahat!”  ujarnya sangat ramah lalu pergi.

“Jadi itu Kim Kibum yang dulu pernah aku gantikan posisinya? Dia sangat baik, wajahnya juga tampan. Sangat berbeda dengan Kyuhyun!” batinku.

***

—KYU POV—

Saat aku dan yang lainnya sedang sarapan, tiba-tiba yeoja itu menuruni tangga dan membuat aku ternganga melihatnya. Kenapa semakin hari dia semakin cantik?

“Liu-ssi, kau sudah bangun? Ayo cepat kita sarapan dulu!” seru Wokie sambil menarik tangan Liu.

“Aniya, aku harus segera pulang” bantahnya.

“Ani, ani! Kau harus sarapan dulu! Apa kau tidak mau mencicipi nasi goreng buatanku lagi?” tanya Wookie dengan muka memelas.

“Oh, tentu saja aku ingin mencobanya”

“Ya sudah, ayo cepat duduk dan makanlah!” kata Wookie sambil memberikan sepirin nasi goreng buatannya. Saat Liu hendak makan, sejenak ia melihat ke arahku lalu memalingkan wajahnya. Aish! Sombong sekali dia! Tidak sengaja aku melihat Kibum tersenyum pada Liu dan yeoja itu malah membalas senyumannya. Aish! Dasar genit!

—KYU POV END—

—LIU POV—

                “Kau mau pulang sekarang?” tanya Leeteuk.

“Ne, sudah terlalu siang. Lagi pula masih banyak yang harus aku kerjakan” jawabku.

“Ouh, padahal aku masih rindu padamu” ucap Eunhyuk sambil merangkul pundakku.

“Ya! Jaga sikapmu!” seru Kyu melepaskan tangan Eunhyuk yang merangkul pundakku.

“Oh iya, aku lupa! Ah~ kenapa kau mengingatkanku?”

“Aish! Dasar otak mesum!” bisik Kyu kesal.

“Baiklah, aku pulang dulu” pamitku.

“Sebentar, biar ku antar!” seru Kibum sambil memgang tangan kananku.

“Andwae! Biar aku saja yang mengantarnya!” bantah Kyu sambil memegang tangan kiriku. Aku melihat kedua tanganku lalu melihat wajah Kibum dan Kyu. Ada apa dengan mereka? Semua mata pun tertuju pada Kyu.

“Waeyo? Kenapa kalian melihatku seperti itu?” Tanya Kyu dengan muka polosnya.

“Kau ingin mengantarnya?” Tanya Sungmin heran.

“Ne, wae?”

“Aneh sekali” ucap Yesung ikut heran.

“Kalian tidak perlu mengantarku, aku pulang sendiri saja!” bantahku sambil melepaskan tangan Kibum dan Kyu. Tapi, dengan cepatnya Kyu mengamit tanganku dan membawaku ke luar ruangan.

“Eh, eh apa yang kau lakukan?” tanyaku saat ditariknya.

“Biar aku yang mengantarmu!” jawabnya sambil membukakan pintu mobil.

“Oppa, sampai jumpa nanti!” pamitku berteriak sambil melambaykan tangan pada member SUJU lainnya.

“Liu-ssi!! Hati-hati!!” seru Teuki sambil berteriak.

“Hati-hati apanya?” gumam Kyu saat di mobil dan duduk di sampingku.

“Kau tidak sopan sekali pada yeoja!” gerutuku kesal.

“Jadi, kau sekarang benar-benar sudah jadi yeoja?” ucapnya memamerkan ‘EVIL SMIRK’nya.

“Mwo?? Kurang ajar sekali kau!” tiba-tiba Kyu menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Sampai-sampai jantungku berdetak tidak teratur.

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Kurangi kecepatannya!!” bentakku. Tapi Kyu tidak mendengar dan malah menambah kecepatan pada mobilnya.

“CHO KYUHYUN!! HENTIKAN!!!” teriakku yang berhasil membuatnya menghentikjan mobilnya secara mendadak. Sukses membuat jantungku hampir berhenti berdetak.

“Ya! Kau mau mati, hah?!” kesalku dengan mata melotot. Aku mencoba membuka pintu mobil. Tapi tidak bisa karena Kyu mengunci pintunya otomatis.

“Bukakan pintunya!” pintaku.

“Tidak!” jawabnya tanpa melihatku.

“Cepat bukakan pintunya!!”

“TIDAK!!” kali ini ia menatap ke arahku.

“Kau ini kenapa? Aku ingin pulang!”

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dari sisiku!”

“A…apa maksudmu?” tanyaku sedikit terkejut.

“Waktu itu kenapa kau meninggalkanku?” Tanyanya tanpa melihatku.

“A..a…aku…” ucapku terbata-bata sambil menahan air mata yang sudah tegenang di pelupuk mataku.

“Kenapa kau tidak memberiku kabar?” aku masih diam tak menjawab.

“WAE?!!!!” Bentaknya dengan nafas memburu dan mata memerah menatapku.

“Saat itu nenekku meninggal! Dan disaat dia meninggal, aku tidak ada disampingnya… aku malah menemuimu! Aku sangat sedih dan merasa bersalah… aku tidak memberimu kabar karena aku ingin menghabiskan waktuku di kediaman nenekku! Hanya dia satu-satunya keluarga yang kupunya.. tapi… sekarang dia sudah tidak ada…!” tangisku meluap. Aku emmbenamkan wajahku di kedua telapak tanganku.

“Mi…mianhae… aku tidak tahu…” ucap Kyu lirih sambil memelukku.

“Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi…” kataku di sela-sela tangisku.

“Kau tenang saja. Masih ada aku, Eeteuk hyung, Siwon Hyung dan yang lainnya” ucap Kyu menenangkan.

***

                “Gomawo sudah mengantarku pulang” ucapku masih dengan mata sayu lalu membungkukan badan di hadapan Kyu. Aku pun membalikkan badan lalu berjalan menuju pintu rumah.

“Tunggu!” seru Kyu menghentikan langkahku.

“Ada apa lagi?” tanyaku ketus.

“Ah? A..aniya” jawabnya sedikit salah tingkah.

“Aish! Kau menghentikan langkahku hanya ingin mengatakan itu? Dasar bodoh!” umpatku kesal.

“Mwo? Kau sudah berani menyebutku bodoh?!” sepertinya Kyu mulai kesal, aku pun segera berlari ke dalam rumah.

***

#Syuting pembuatan Klip

“Kenapa syutingnya belum mulai juga?” Tanyaku pada manager.

“Tunggu sebentar, model video klipnya belum datang” jawabnya sambil membolak-balikkan kertas script yang dari tadi di pegangnya.

“Ohya, aku belum tau siapa partnerku nanti” kataku baru tersadar, selama ini aku belum tahu siapa artis yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan video klip lagu terbaruku.

“Bukankah aku sudah memberitahumu?” tanyanya tanpa melihatku.

“Aniya. Kau belum memberitahuku. Memangnya siapa?” tanyaku penasaran.

“Kim Kibum SJ” jawabnya singkat.

“MWO???” kagetku dengan mata membelalak tak percaya. O_O

Mwo? Kibum yang akan jadi modelnya? Aish! Bagaimana ini? Di lagu ini kan ada adegan ciumannya? Ah~ apa yang harus aku lakukan. Batinku.

“Liu-ssi! Ayo cepat bersiap-siap! Kibum sudah datang!” seru manager membuyarkan lamunanku.

“Dia… dia sudah datang? Ba… baiklah aku akan segera menyusul” kataku lemas.

#Take1

“ACTION!!” seru pak sutaradara setengah berteriak memberitahu aba-aba bahwa syuting sudah dimulai.

“Yaa… Liu teruslah menangis… Kibum mengelus rambutnya halus sambil memeluknya.. lalu perlahan Kibum mendekatkan bibirnya dan…” pak sutradara memberi perintah saat pengambilan gambar. Tapi saat Kibum akan menciumku, aku langsung terbatuk.

“CUT! CUT! CUT! Aish! Kenapa kau terbatuk?” tanya pak sutradara sedikit kesal.

“Mian…mianhae…” ucapku benar-benar gugup.

“Ya sudah, kita ulang lagi. Ok, kamera bersiap! ACTION!” seru pak sutradara memulai adegan lagi.

Seperti biasa, saat Kibum hendak menciumku, aku selalu salah tingkah dan kali ini aku melakukan kesalahan lagi.

“CUT! CUT! Kenapa kau tegang sekali? Kau harus relax! Kalau begini caranya syutingnya tidak akan selesai! Baiklah, istirahat 10 menit!” ujar pak sutradara kesal. 

Aku hanya terdiam merasa bersalah dengan kesalahan-kesalahan yang kulakukan. Jujur, aku benar-benar gugup jika melakukan hal itu dengan perencanaan. Aku bisa melakukannya jika secara alami, tanpa paksaan. Apalagi modelnya Kim Kibum, aku baru mengenalnya saja beberapa hari yang lalu. Kenapa bisa dia yang jadi pertnerku?

“Minum ini!” ucap Kibum sambil duduk disampingku dan memberikanku minuman kaleng.

“Go.. gomawo” ucapku lalau meneguk minuman pemberiannya.

“Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku harap kau bisa melakukannya tanpa berpikiran yang tidak-tidak” jelas Kibum tanpa melihatku.

“Mwo??” tanyaku sedikit terkejut sambil menatap Kibum.

“Kenapa kau begitu tegang saat adegan tadi?” Kibum menatapku.

“Ah? A…a…aku hanya tidak biasa berciuman” jawabku polos dengan menundukan kepala. Kibum hanya tertawa kecil.

Aish! Liu!! Kau sangat memalukan!! ><

***

Pembuatan video pun selesai, akhirnya aku bisa melakukannya walaupun masih dengan gugup. Karena malu dan perasaanku bercampur aduk saat adegan ciuman tadi, aku pun langsung berlari ke toilet.

“Ya Tuhan! Kenapa akubisa berciuman dengannya? Ah~ apa yang sudah aku lakukan? Bagaimana jika aku bertemu dengannya? Aku sangat malu padanya!’ gumamku sambil berdiri di depan cermin wastafel.

Perlahan aku keluar dari toilet. Kulihat sekeliling dan ternyata sudah sepi, sepertinya Kibum juga sudah pulang. Aku pun keluar dengan langkah mengendap-endap. Tapi perkiraanku salah, sekarang Kibum sedang berdiri di hadapanku menghentikan langkahku.

“Kenapa kau mengendap-endap seperti itu?” Tanya Kibum heran.

“Ah? A…a…aku… aku hanya meniru cara berjalan kangguru” jawabku asal.

“Kangguru? Bukannya kangguru itu suka melompat?”

“Ah?oh iya, kau benar.. hehe… sepertinya aku salah” kataku dengan wajah yang mulai panas. Mungkin sekarang wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus. Kibum hanya tersenyum. Arrggkkhh!! Rasanya aku ingin mati saja! ><

“Kau belum pulang? Ini sudah malam” Tanya Kibum yang masih berdiri dihadapanku.

“emh… managerku sedang pergi sebentar” jawabku masih gugup.

“kapan dia pergi?”

“Satu jam yang lalu”

“Kau sudah menunggu selama satu jam? Kau pulang denganku saja”

“Ah? A…aniya. Managerku sebentar lagi juga menjemputku” kataku meyakinkan.

“Bagaimana jika dia lupa dan tidak datang?”

“Iya juga ya…” ucapku pelan mencerna perkataan Kibum.

“Sudah, pulang denganku saja!”

“Ba…baiklah…” ucapku sampai akhirya Kibum menarik tanganku menuju mobilnya.

***

Karena lelah, aku tidak sadar bahwa aku tertidur di mobil Kibum saat perjalanan pulang.

—KIBUM POV—

Sepertinya kau sangat lelah… kau juga sangat manis saat tertidur. Batinku saat memperhatikan wajah polos Liu yang sudah tertidur lelap di jok sampingku.

—KIBUM POV END—

***

—KYU POV—

                “Hyung, kau sudah pulang? Bagaimana syutingnya?” tanyaku saat Kibum pulang.

“Menyenangkan” jawabnya singkat sambil tersenyum.

“Apakah benar ada adegan ciumannya?”

“Ne…” jawabnya sambil membuka pintu lemari es.

“Georayo?siapa gadis yang mendapat ciumanmu?” tanyaku penasaran.

“Sudahlah jangan bahas itu, seperti anak kecil saja!” ujarnya lalu pergi ke kamarnya.

“Aku kan memang masih kecil, maksudku aku masih muda dibandingkan denganmu” gumamku.

—KYU POV END—

***

—LIU POV—

Aku terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak. Ku raba tempat tidur sampingku untuk mengecek ponsel, tapi aku tidak menemukan apapun disampingku.

“Kenapa ponselku tidak ada?” tanyaku heran. Kuamati meja didekat ranjangku, juga tidak ada ponsel disana. Aku mencoba mengingat-ingat kembali dimana terakhir aku memakai ponselku. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“Aish! Semalam kan aku tertidur di mobil Kibum Oppa! Ah~ jangan-jangan ponselku tertinggal dimobilnya? Aigoo~ kenapa aku ceroboh sekali?!” aku mulai panik dan memikirkan bagaimna caranya aku mangambil ponselku.

Aku pun memutuskan untuk pergi ke dorm SUJU dan mengambil ponselku yang tertinggal di mobil Kibum semalam.

“Liu? Ayo silahkan masuk!” seru Heechul menyuruhku masuk ke dalam ruangan dorm.

“Ada apa? kau maubertemu dengan Kyu?” tanya Heechul menggoda.

“Ah~ kenapa kau bertanya seperti itu? Aku kesini ada sedikit urusan dengan Kibum Oppa” jawabku.

“Urusan apa?” Tanya Heechul penasaran.

“Semalam ponselku tertinggal dimobilnya”

“Mwo? Ponselmu tertinggal di mobil Kibum? Ka..kalian semalam pergi berdua??” tanya Heechul begitu terkejut.

“Sssttt!! Pelankan suaramu! Kami tidak pergi berdua, dia hanya mengantarku pulang setelah syuting pembuatan klip” jawabku sedikit berbisik.

“K..kenapa dia bisa mengantarmu?” pekik Heechul.

“Dia…dia jadi model di laguku”

“Jinjja?? Berarti… gadis yang dicium Kibum adalah… kau??”

“Ne, sudah jangan dibahas lagi! Aku tidak mau mengingatnya lagi!” kataku dengan muka mulai memerah. Tiba-tiba Heechul mendekatkan bibirnya tepat di telingaku.

“Bagaimana rasanya dicium si Killer Smile?” bisiknya yang membuatku merinding.

“A…aniya! Aniya! Sudah kubilang aku tidak mau mengingatnya lagi!!” bentakku setengah berteriak.

“Hyung,  kenapa berisik sekali?!” muncul seorang namja dari arah dapur dan sontak membuatku terkejut.

“Oh, ternyata ada kau. Pantas saja berisik sekali!” kata Kyu dengan tatapan sinis. Huh, lagi-lagi evilnya keluar! ><

“Sedang apa kau disini?” Tanya Kyu ketus.

“Memangnya apa urusanmu jika aku ada disini?” Tanyaku tanpa melihat namja jelek itu.

“Mwo?? Tidak sopan sekali kau menjawab seperti itu! Ya! Aku bertanya baik-baik!” umpat Kyu kesal. Heechul yang melihat kelakuan kami hanya tersenyum. Bukannya melerai –“

Tiba-tiba muncul seorang namja dan berdiri disamping Kyu. Dia terssenyum melihatku.

“Liu? Ada apa?” Tanya Kibum ramah.

“Aku ingin mengambil ponselku, semalam pasti tertinggal dimobilmu” jawabku polos tanpa saar bahwa ada Kyu disamping Kibum.

“Jinjja? Aku tidak tahu. Kalau begitu aku periksa dulu mobilku” kata Kibum sambil beranjak pergi.

“Tunggu! Aku ikut!” seruku lalu mengikuti Kibum ke garasi dorm.

—KYU POV—

                “Aku ingin mengambil ponselku, semalam pasti tertinggal dimobilmu” Jawabnya begitu polos dan sontak membuatku terkejut.

Mwo? Semlam Liu bersama Kibum? Apa yang mereka lakukan? Aish! Dasar yeoja murahan! ><

—KYU POV END—

—LIU POV—

“Apa ini ponselmu?” Tanya Kibum sambil memberikan sebuah ponsel berwarna putih setelah keluar dari mobilnya.

“Ne, gomawo Oppa!” ucapku senang sambil membungkukan badan.

“Mianhae aku tidak tahu kalu ponselmu tertinggal”

“Ah~ gwaenchana Oppa. Harusnya aku yang minta maaf, aku sudah tertidur di mobilmu dan merepotkanmu” Kibum hanya tersenyum. Ah~ lagi-lagi ‘Killer Smile’nya benar-benar membuatku terbunuh! Oppa, jangan tersenyum seperti itu, jebal!

Tiba-tiba seekor anjing menghampiri Kibum, dengan penuh sayang Kibum pun memeluk anjing itu gemas.

“Apa itu anjingmu?” tanyaku.

“Ne” jawabnya singkat dan tersenyum lagi. Aish! Kumohon jangan tersenyum lagi. Bisa-bisa aku mati berdiri karena senyumanmu yang mematikan itu! ><

“Dia lucu sekali!” kataku gemas sambil mengelus punggung anjing itu yang masih dipeluk Kibum.

“Kau mau ikut memberinya makan?” Tanya Kibum.

“Tentu saja! Aku sangat suka binatang, kecuali ular, hehe” candaku.

“Ya sudah, ayo kita ke dalam!” ajak Kibum. Aku pun mengikutinya dari belakang.

—KYU POV—

Perlahan aku mengikuti Kibum dan Liu yang pergi ke balakang rumah.

“Hmm… ikut member makan anjing? Sepertinya itu kesempatanmu untuk bisa dekat dengan Kibum, kan?” gumamku saat memperhatikan mereka dari balik jendela.

“Liu, aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Kibum yang sibuk dengan anjingnya.

“Ne, tentu saja”

“Apa kau tidak punya pacar?” mendengar pertanyaan Kibum pada Liu, aku langsung tersedak saat sedang minum.

“Ah? Aniya. Aku tidak punya pacar” jawab Liu seperti malu-malu.

“Jinjja? Tidak mungkin gadis secantikmu tidak punya pacar” kata Kibum menggombal. Aish! Rayuan kacang! ><

“Kau sendiri? Apa kau sudah punya pacar?” Tanya Liu sambil memamerkan senyumnya yang manis.

Eh? Kenapa dia malah bertanya sepeti itu juga dasar tidak tahu malu!

“Aku tidak punya pacar. Sama sepertimu” jawab Kibum dengan santainya.

“Ah~ tidak mungkin kau tidak punya pacar. Bukankah banyak gadis yang mengejarmu?”

“Ne, tapi tidak ada yang sesuai kriteria idamanku”

“Memangnya kriteria idamanmu bagaimana?”

“Aku suka gadis berambut panjang…” saat Kibum mengatakan itu, tiba-tiba Liu mengelus-elus rambu panjangnya yang terurai sambil senyum-senyum tak jelas.

Aish! Apa maksudnya? Seperti itu?? \>,</

“…manis, dan mempunyai suara yang indah… sepertimu…” lanjut Kibum yang membuatku tersedak begitu keras.

“UHUKK!!!” karena mendengar suaraku, Kibum dan Liu pun melihat ke arahku secara bersamaan.

“Mwo? Kenapa kalian melihatku seperti itu?” tanyaku sedikit terkejut juga salah tingkah.

***

#Di balkon atas

“Kyu, ada apa kau memanggilku?” tanya Kibum membuyarkan lamunanku dan menghampiriku.

“Ada yang ingin aku bicarakan dengamu” jawabku

“Mworago?”

“Aku minta.. kau jangan dekati Liu!”

“Wae? Memangnya kau punya hak apa melarangku mendekatinya?”

“Aku.. aku memang tidak punya hak apa-apa” jawabku sedikit gugup.

“Lalu kenapa kau malarangku?” aku terdiam sebentar.

“WAE?!!” bentak Kibum.

“Karena aku mnyukainya!!!” jawabku juga membentaknya.

“Kau melarangku karena kau menyukainya? Aku juga menyukainya tapi tidak melarangmu!” aku terkejut saat mendengar perkataan Kibum, bahwa ia juga menyukai gadis yang kusukai.

“Selama dia belum menjadi milik siapapun, aku tidak akan berhenti mendekatinya!” ucapnya lalu pergi dari hadapanku.

***

—KYU POV—

Ponselku berdering saat hendak melahap roti sarapanku. Kulihat ada 1 pesan dari Kyu. Tanpa berpikir panjang, aku pun segera membacanya.

“Temui aku di dekat toko gametepat jam 10 pagi ini!” tulisnya.

“Mwo?? Jam 10? Sekarang sudah jam setengah 10! Aish! Membuat janji seenaknya saja! Dasar bodoh!” umpatku kesal lalu segera beranjak dari sarapan dan pergi mandi.

Sejenak pandanganku terhenti pada televisi, bahwa nanti malam akan turun hujan.

“Ah~ semoga aku tidak pulang malam” ucapku lalu segera pergi menemui Kyu.

Kulihat namja tinggi dan menyebalkan itu sedang berdiri dengan wajah yang kesal. Sepertinya dia sudah menunggu lama.

“Kenapa kau lama sekali? Aku kan sudah bilang kau harus datang tepat jam 10! Ini sudah jam setengah 12!” kata Kyu kesal.

“Bukan salahku jika aku telat, kau menyuruhku datang jam 10 tapi mengirim pesan setengah jam sebelumnya. Dasar bodoh!” umpatku dengan nafas terengah-engah.

“Sudahlah, lupakan masalah itu!” ujarnya sambil mengedarkan pandangan.

“Kenapa kau meyuruhku menemuimu?” tanyaku sambil menoleh.

“A..aku…aku…” jawabnya terbata-bata.

“Ada apa?” tanayku ketus.

“Aku…”

“Aish! Kau ini bisa bicara atau tidak?!”

“Aku tidak suka kau dekat dengan Kibum!” ucapnya emmbuatku terkejut.

“Mwo??”

“Aku tidak suka melihatmu dengannya!” kali ini dia menatapku serius.

“Wae?”tanyaku semakin bingung.

“A..a…aku tidak suka saja!”

“Aish! Kau ini aneh sekali! Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus menjauhinya?”

“Terserah. Asal kau jangan dekat-dekat lagi dengannya!”

“Kau tidak sakit, kan?” tanyaku sambil menyentuh dahi Kyu.

“Aku serius!”bentaknya.

“Apa maksudmu melarangku dekat dengan Kibum Oppa? Memangnya kau siapa? Sangat tidak masuk akal!” tiba-tiba Kyu memelukku dan membuatku benar-benar terkejut.

“Aku melakukan ini karena aku mencintaimu! Aku tidak bisa melihat gadis yang kusukai dekat dengan namja lain!” ujarnya lirih sambil mendekapku lebih dalam. Aku terdiam seribu bahasa mendengar perkataannya. Detak jantungnya benar-benar jelas terdengar.

“Kumohon, jadilah wanitaku…” pintanya dengan suara sedikit bergetar.

“Aku… aku tidak tahu…” jawabku bimbang. Tiba-tiba Kyu melepas pelukannya.

“Aku masih ragu denganmu…” ucapku tanpa memandang namja itu.

“Wae? Apa yang membuatmu ragu padaku?” Tanya Kyu sambil mencengkeram kedua bahuku.

“Yoona… kau punya hubungan dengannya kan?”

“Mwo?? Aniya! Aku tidak punya hubungan apapun dengannya, kami hanya berteman baik. Tidak lebih dari itu!” jelas Kyu. Aku menatapnya dalam, mencari titik kepercayaan.

“Apa ucapanmu bisa dipercaya?” tanyaku sukses membuat matanya membulat.

“Kumohon percayalah padaku!!” pintanya memelas.

“… Aku akan mencobanya…”

“Apa itu artinya kau menerima cintaku?” Tanya Kyu dengan senyum sumringah. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tersipu malu. Lalu Kyu mendekap tubuhku lagi.

***

                “Berhenti disini saja!” pintaku saat sampai didepan perpustakaan kota.

“Perpustakaan? Sejak kapan kau suka membaca?” Tanya Kyu heran.

“Dari dulu aku sudah suka membaca, kau saja yang tidak menyadarinya” jawabku sambil tersenyum pada namja yang sedang duduk disampingku.

“Kapan kau akan pulang?”

“Molla, mungkin nanti sore. Waeyo?”

“Jika kau mau pulang telpon aku, biar nanti aku menjemputmu” jawabnya. Aku tersenyum sambil memandang ke arahnya.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya Kyu sedikit terganggu dengan tatapanku.

“Ternyata kau perhatian sekali!” jawabku masih memamerkan senyumku.

“Ah? Emh… sudahlah cepat masuk, nanti perpustakaannya penuh!” ujarnya salah tingkah.

“Aish, kau ini! Ya sudah, aku masuk dulu, hati-hati!” pamitku sambil melambaikan tangan pada Kyu setelah aku keluar dari mobilnya.

***

                Tidak terasa hari sudah mulai gelap, jam pun sudah mulai menunjukkan pukul 6 sore. Tanpa berpikir panjang, aku pun segera mengeluarkan ponselku dari tas dan langsung menghubungi Kyu untuk menjemputku.

Sudah beberapa kali aku mencoba menelpon Kyu, tapi dia tidak mengangkatnya juga. Mungkin dia sedang dijalan. Aku pun memutuskan untuk berjalan sambil menunggu Kyu menjemputku. Saat sedang berjalan lumayan jauh dari perpustakaan tadi, tiba-tiba suara petir menggelegar dari langit.

“Aigoo! Aku lupa malam ini kan akan turun hujan. Aish! Aku juga lupa tidak membawa paying!” gerutuku pada diriku sendiri. Saat sedang berlari mencari tempat untuk berteduh, aku tidak sengaja melihat seorang namja mirip Kyu sedang merangkul seorang gadis, ah tidak tidak. Lebih tepatnya gadis itu yang merangkul namja mirip Kyu itu. Sepertinya namja itu sedang mabuk berat. Aku belum sempat percaya sepenuhnya saat melihat mereka. Aku pun mengambil ponselku dan mencoba menghubungi Kyu lagi.

“Yoboseyo?” sapa seorang gadis di sebrang telpon. Aku benar-benar tak percaya ini. Seorang gadis mengangkat telponku menggunakan ponsel namjachinguku. Ia mengangkat telponnya tepat disebrang jalan. Tubuhku benar-benar lemas melihatnya. Air mataku mengalir bersama air hujan yang mengguyur tubuhku. Aku tak bisa menahan tubuhku lagi. Aku terduduk lemas di atas tanah.

Kurasakan air hujan tak lagi membasahi tubuhku. Aku mendongakkan kepalaku, ternyata ada seorang namja memayungiku. Aku menatapnya masih sesenggukan. Lalu ia memelukku.

***

—KYU POV—

                “Hyung, mulai sekarang kau jangan coba-coba mendekati Liu lagi. Karena dia sudah menjadi milikku!” ujarku saat menghampiri Kibum yang sedang sibuk dengan anjingnya.

“Milikmu? Apa kau bercanda?” Tanya Kibum sambil tertawa kecil tanpa memandang kearahku.

“Apa aku terlihat sedang bercanda?!” ucapku kesal. Kibum pun beranjak dari duduknya. Ia menatapku tajam.

“Kau membuatnya menangis, apa itu kau sebut milikmu?!” Kibum menarik kerah bajuku hingga sedikit terangkat.

“Ya! Kibum! Apa yang kau lakukan?!” lerai Teuki tiba-tiba dan melepas tangan Kibum dari kerah bajuku.

“Apa maksudmu menangis?” tanyaku bingung.

“Kau benar-benar tidak punya perasaan Kyu! Kau membiarkannya menangis di saat hujan turun lebat! Dan kau malah mabuk-mabukkan dengan yeoja lain! Namja macam apa kau ini, hah?! Jika kau yakin dia milikmu, seharusnya kau tidak membiarkannya meneteskan air matanya setetes pun! Dan, seharusnya dia tidak pantas menjadi milikmu!!” bentak Kibum penuh amarah lalu pergi meninggalkan aku dan Leeteuk. Aku terdiam berusaha mencerna perkataan Kibum, sedangkan Teuki terdiam karena bingung -____-

—KYU POV END—

***

—LIU POV—

Sudah beberapa hari ini aku selalu menghindari Kyu. Meskipun dia selalu datang ke tempat syuting, tapi aku selalu mengabaikannya. Setiap dia menelpon, aku tidak pernah mengangkatnya. Pesan pun tak pernah aku balas. Aku benar-benar kecewa padanya.

Malam ini hujan turun lebat lagi, aku semakin tidak bisa melupakan kejadian menyakitkan tempo lalu. Aku benar-benar tidak menyangka, bisa-bisanya dia melakukan itu setelah mengungkapkan perasannya padaku. Kau benar-benar bodoh Liu! Paboya yeoja! ><

Aku tersadar dari lamunanku, saat mendengar klakson mobil dari luar rumah. Karena merasa terganggu, aku pun melihat siapa yang membuat kebisingan dimalam begini. Kubuka tirai jendela, dan aku benar-benar terkejut melihat siapa yang mengganggu istirahatku malam ini. Ternyata itu Kyuhyun.

“LIU!! KUMOHON MAAFKAN AKU!!” teriaknya dari luar. Aku langsung menutup kembali tirai jendela dan tidak memperdulikannya.

“LIU, KAU SUDAH SALAH PAHAM! AKU TIDAK SEBURUK YANG KAU PIKIRKAN! KUMOHON PERCAYALAH PADAKU!!” teriaknya makin kencang.

“Bagaimana aku bisa mempercayaimu…” ucapku lirih dengan tak sengaja meneteskan air mata lagi untuk kesekian kalinya.

“LIU!! SARANGHAE….!!!!” Kali ini air mataku benar-benar mengalir deras, aku tidak tahu apa aku harus mempercayai kata-katanya. Tapi aku sudah terlanjut sakit. Kau sendiri yang membuatku tak bisa mempercayaimu…

***

Aku terbangun dari tidurku saat mendengar ponselku bordering untuk kesekian kalinya. Dengan pandangan buram karena masih ngantuk, kulihat nama “Teuki Oppa” terpampang di layar ponselku.

“Yoboseyo…” ucapku malas.

“Liu-ssi! Kenapa kau lama sekali mengangkat telponnya?!” suara Teuki benar-benar menyerangku sampai-sampi aku menjauhkan ponselku dari telingaku sejenak.

“Mianhae Oppa, aku baru bangun. Memangnya ada apa Oppa?” tanyaku.

“Kyuhyun jatuh sakit. Sekarang dia sedang di rumah sakit!” jawabnya panic.

“Mwo?? Kau jangan bercanda Oppa!” kataku sedikit terkejut.

“Aku serius! Ppali, keadaannya sangat kritis!!” tanpa berpikir panjang, aku pun langsung beranjak pergi tanpa mandi dan masih mengenakan piyama tidurku. Disepanjang jalan, orang-orang memandangku aneh dan sesekali mereka saling berbisik sambil menatapku. Mungkin mereka aku gila berlari di pagi hari dengan menggunakan piyama. Ya, aku gila. Aku gila gara-gara namja menyebalkan itu!

“Aigoo~ kenapa dia bisa sampai masuk rumah sakit? Apa karena semalam dia berteriak meminta maaf di saat turun hujan? Aish! Kau benar-benar bodoh Kyu! Kenapa kau sangat egois!” umpatku dalam hati saat terus berlari menuju rumah sakit.

Aku memasuki kamar dimana Kyu di rawat. Tapi aku tidak menemukan sosok namja itu, Teuki ataupun yang lainnya.hanya ada seorang suster sedang membereskan tempat tidur.

“Suster, pasien yang dirawat dikamar ini kemana?” tanyaku panik dan dengan nafas terengah-engah. Sejenak suster itu menatapku aneh. Mungkin karena melihat pakaianku.

“Pasien dikamar ini sudah dipindahkan ke kamar mayat” jawabnya singkat lalu pergi.

“Mwo?? Dia… dia sudah meninggal? Dia sudah meninggal?” aku terjatuh lemas dan terduduk diatas lantai saat mendengar jawaban suster itu. Air mataku jatuh lagi. Kedua telapak tanganku menutup mulutku, menahan tangis. Aku benar-benar tak percaya ini.

“Kenapa kau meninggalkanku secepat ini? Aku belum sempat meminta maaf padamu…” ucapku disela-sela tangisku.

“Minta maaf sekarang saja!”

Aku terkejut mendengar suara itu. Suara itu tak asing lagi ditelingaku. Tapi, ini tidak mungkin. Tidak mungkin dia hidup lagi. Aku pun mengangkat kepalaku dan melihat namja yang sedang berdiri dihadapanku.

“Kau?? Tidak mungkin!! Kau sudah mati! Tidak mungkin kau hidup lagi!” kataku sedikit ketakutan.

“Aish! Dasar bodoh! Ku belum mati!” bantahnya.

“Tapi, tadi  suster itu bilang…” tiba-tiba Kyu mendekatiku dan menempelkan jari telunjuknya dibibirku. Lalu dia menghapus air mata di pipiku dengan kedua jempolnya.

“Aku tidak meninggal, aku tidak akan pernah meninggalkanmu…” ucapnya lalu menyentuhkan bibrnya ke bibirku dengan lembut.

***

—KIBUM POV—

                “Wow~ mereka berciuman!” seru Eunhyuk saat mengintip dari pintu luar.

“Ya! Dasar otak yadong! Kau mengintipnya, hah?!” kesal Donghae sambil menjitak kepala Hyuk.

“Aish! Kau ini kasar sekali! Kau cemburu kan? Kau juga ingin dicium seperti itu rupanya?” Tanya Eunhyuk sambil menatap Donghae dengan tatapan mesum dan terus berjalan mendekati Donghae yang mulai menjauh.

“Aniya! Menjauh dariku!!” geram Donghae.

“Ternyata Liu tidak pernah membencimu, lebih tepatnya tidak akan pernah. Kyu, semoga kau juga tidak akan pernah membuatnya menangis lagi….” Batinku.

–END—

Nb : ada yang gak masuk akal nih, tadi awalnya Liu kan mau nginep di hotel. Koq dia jadi punya rumah ya? Saya juga bingung, kkk~ 😀

6 thoughts on “I LOVE YOU HYUNG SEASON 2

  1. iislamiyah says:

    thor sequel donggg!! Haha –V
    bagus thor, tapi emang ending nya kurang dapet.
    Coba aja kyu jelasin alasan nya mabuk2an itu. Trus siapa yeoja di samping nya itu. Pasti lebih dapet –V
    Hehe tapi ff nya bagusss thor!!
    daebak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s