Wedding Dress

Title : Wedding Dress
Cast : Cho Kyuhyun SJ, Lee Minji (as you), Choi Siwon SJ
Genre : Drama, Romance, Sad
Rating : PG 17
Author : @SZ_Shinji / @Shichaaulia (Anissa Aulia)
OST : Wedding Dress – Taeyang BigBang

Image

“Ya! Aku akan mengejarmu!” teriak Kyuhyun yang tertinggal jauh oleh Minji.

“Ayo, coba saja kalau bisa!” tantang Minji sambil terus mengayuh. Karena tak mau kalah, Kyuhyun pun semakin kencang mengayuh sepedanya dan akhirnya Kyu bisa menyusul sahabatnya itu sampai sekolah.

“Yeah! Aku menang!” teriak Kyu begitu bangga.

“Huh! Tapi tadi aku yang hampir menang!” Minji mendengus kesal.

“Ne, hampir…” ejek Kyu sambil tertawa.

“Aish! Sudah jangan tertawa, suaramu sangat jelek!” umpat Minji lalu pergi memarkirkan sepedanya.

“Ah~ yeoja selalu saja tidak mau kalah! Dasar payah!”

***

                “Kyuhyun-ah~ apa kau sudah dengar, hari ini penyumbang dana terbesar sekolah kita akan datang kesini!” seru Minji saat sedang berjalan menuju kelas.

“Jinjja? Lalu?” Tanya Kyu dingin tanpa ekspressi.

“Katanya dia akan melihat semua aktivitas yang terjadi di sekolah ini, mulai dari kegiatan pembelajaran, sampai memriksa setiap sudut bangunan sekolah ini” jelas Minji serius.

“Oh ya?”

“Dan dia juga akan menyumbangkan lagi setengah dari hartanya” lanjut Minji antusias.

“Oh” jawab Kyu singkat.

“Aish! Kau ini kenapa dari tadi hanya mengatakan ‘oh dan oh’?!” gerutu Minji kesal karena kelakuan Kyu.

“Lalu aku harus mengatakan apa?” Tanya Kyu dengan ekspressi polosnya.

“Ah~ bicara denganmu tidak pernah ada ujungnya!” kesal Minji lalu pergi masuk kelas meninggalkan Kyu.

“Kenapa lagi dia? Memangnya aku salah bicara ya?” tanya Kyu bingung.

***

Hari ini penyumbang dana terbesar SMA YeomKwang, tempat dimana Minji dan Kyuhyun bersekolah akan datang untuk memeriksa perkembangan sekolah itu. Dan tentu saja ini adalah hal yang jarang terjadi. Para siswa pun sangat antusias juga merasa tegang.

Pada saat jam pelajaran berlangsung, para siswa berpura-pura konsentrasi dengan apa yang diterangkan oleh guru didepan kelas. Mereka melakukan itu, karena ‘si penyumbang dana’ itu sedang memperhatikan mereka di dekat pintu kelas.

“Ssstt! Apa itu penyumbang terbesar sekolah kita?” tanya Kyuhyun sedikit berbisik pada Minji yang duduk tepat disampingnya.

“Ne, sepertinya dia” jawab Minji juga berbisik.

“Sepertinya dia sudah tua” mendengar perkataan polos Kyu, Minji langsung tertawa dan membuat semua yang ada di dalam kelas melihat ke arahnya, termasuk ‘si penyumbang dana’ itu.

“LEE MINJI!!” bentak pak Guru dan seketika membuat Minji terdiam membatu.

“Mi…mianhamnida” ucap Minji lalu menundukan kepalanya.

“Cepat kedepan!” perintah pak guru dengan mata melotot hampir keluar O.O

“Tapi pak…”

“CEPAT!!” bentak pak guru penuh amarah. Karena takut, Minji pun melangkahkan kakinya yang sudah melemas menuju depan kelas.

“Apa kau tahu ini adalah jam pelajaran!” kata Pak Guru dengan nada tinggi membuat Minji semakin menundukan kepalanya.

“Ne, aku tahu…” jawabnya pelan.

“Kenapa kau tertawa di saat jam pelajaran?!”

“A..aku..tadi aku…” ucap Minji gelagapan.

“WAE?!!” bentak pak guru dan membuat Minji tidak  bisa mengontrol mulutnya.

“Tadi Kyuhyun bilang, tuan ini terlihat sudah tua” jawab Minji dengan polosnya. Mendengar jawaban Minji, Kyuhyun tercengang kaget  di tempat duduknya. Semua siswa pun tertawa mendengar jawaban konyol Minji.

“MWORAGO?!! KYUHYUN!! CEPAT KAU MAJU KE DEPAN!!” Emosi pak guru meluap seakan ada dua tanduk yang tiba-tiba muncul dikepalanya.

“Ta…tapi…” ucap Kyu gelagapan.

“CEPAT!!!” Kyuhyun pun beranjak dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya, tapi ‘si penyumbang dana itu’ angkat bicara dan mengehentikan langkah Kyuhyun.

“Sudah, kau tidak usah ke depan. Gwaenchana” ujarnya sambil tersenyum ramah. Kyuhyun sedikit terkejut dengan perlakuan namja itu lalu duduk kembali.

“Mwo? Lalu, bagaimana denganku?” tanya Minji sambil melihat namja itu yang kini berdiri disampingnya.

“Kau berdiri saja disitu sampai bel istirahat berbunyi” jawabnya dingin lalu pergi.

“MWORAGO?? YA! KAU TIDAK BISA SEPERTI ITU!” Teriak Minji penuh amarah.

“Minji! Sudah diam, atau kutambah hukumanmu!” ujar pak guru.

“Aish! Awas kau ya!” umpatnya dalam hati.

***

                “Arrggkkhh!! Aku benar-benar kesal pada namja itu!!” umpat Minji kesal saat di kantin.

“Ssstt! Jangan terlalu keras, bagaimana jika dia mendengar lagi?” kata Kyu sedikit berbisik.

“Aish! Aku tidak peduli! Apa haknya menghukumku?! Bukankah dia memang sudah tua? Aku kan bicara yang sebenarnya!”

“Tapi meskipun tua, dia masih terlihat keren” ujar Kyu lalu meneguk minuman sodanya.

“Mwo? Apanya yang keren?! Lihat keriput di wajahnya. Ish! Benar-benar menyebalkan!” umpat Minji semakin menjadi.

“Haha… sudahlah jangan marah-marah terus. Nanti wajahmu berkeriput!” goda Kyu sambil terkekeh.

“Andwae! Aku tidak mau!”

“Haha.. bukankah semua orang akan merasakan tua dan berkeriput?”

“Ah~ sudahlah jangan bicarakan itu. Aku ingin membalas perbuatannya padaku!”

“Mworago? (apa kau bilang?) Jangan katakan, kau akan balas dendam!” kata Kyu menebak. Minji hanya tersenyum evil seperti yang diajarkan Kyuhyun kepadanya.

***

                “Apa kau yakin ini akan berhasil?” Tanya Kyu cemas saat di tempat parker.

“Sangat yakin!” kata Minji optimis lalu pergi menghampiri mobil hitam mengkilap yang tak lain adalah milik ‘si penyumbang dana’ itu. Ohya, aku lupa mengenalkan namanya. Namja itu beranama Choi Siwon. Direktur utama salah satu perusaan terbesar di Korea. Tak heran ia menyumbangkan setengah hartanya untuk sekolah Minji.

Entah setan apa yang merasuki Minji, tiba-tiba dia menancapkan paku pada ban mobil Siwon hingga bocor. Lalu ia menulis makian di kaca depan mobil.

“Rasakan pembalasanku!” ucap Minji sambil tersenyum menyeringai lalu segera pergi dari tempat itu.

“Selesai!” ucap Minji senang saat menghampiri Kyu yang menunggunya di gerbang sekolah.

“Apa kau tidak takut?” Tanya Kyu sedikit cemas.

“Takut?  Apa yang harus ditakuti?” Minji berbalik Tanya dengan enteng sedikit meremehkan.

“Kau benar-benar nekat Lee Minji!” ujar Kyu sambil mengacak-ngacak rambut Minji yang berdiri didekatnya.

“Aku juga tidak akan melakukan ini jika dia tidak mencari masalah denganku!” ucap Minji masih kesal.

***

Siwon tercengang menghentikan langkahnya saat ia hendak menghampiri mobilnya. Ia terkejut melihat keadaan mobilnya sekarang. Benar-benar hancur. Ia pun membaca sederetan tulisan di kaca mobilnya. “MAAF YA PAMAN TUA!^^” Dengan membaca itu, ia sudah tahu siapa yang melakukan ini semua. “Jadi kau ingin bermain-main denganku?” ucap  Siwon sambil tersenyum menyeringai.

***

                “Minji! Lee Minji!” teriak Kyu memanggil Minji sambil berlari menghamirinya. Mendengar Kyu memanggilnya, Minji pun menghentikan langkahnya dan menoleh kea rah sahabatnya.

“Moseoyo? (ada apa?)” Tanya Minji saat Kyu sudah berdiri dihadapannya.

“Hari ini Tuan Choi akan datang lagi!” jawabnya dengan nafas terengah-engah.

“Tuan Choi? Siapa?” Tanya Minji bingung.

“Ahjussi tua itu”

“Oh. Lalu?”

“Apa kau tidak takut dia datang lagi? Bagaimana jika ia mengadukanmu pada kepala sekolah tentang perbuatanmu kemarin?” Tanya Kyu cemas.

“Ah~ kau tenang saja. Itu tidak akan pernah terjadi. Lagi pula dia juga tidak tahu kalau aku yang mengerjainya” jawab Minji tenang sambil berjalan.

“Kau benar juga…” ucap Kyu dengan wajah polosnya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

***

Saat pulang sekolah, Minji berniat untuk mengerjai mobil Siwon lagi.tapi Minji sedikit bingung karena Siwon membawa mobil yang berbeda. Lalu ia melihat mobil yang mewah hampir sama dengan mobil kemarin. Minji pun mendekatinya.

“Ternyata uangmu banyak juga!” ucap Minji saat memperhatikan mobil Siwon. Tak mau mengulur waktu, ia pun mulai mengocok sebuah benda penyemprot yang barlapis kaleng untuk menulis makian lagi. Tapi saat ia hendak menyemprotkan benda itu pada kaca mobil, tiba-tiba Siwon muncul dari belakang mobil dan membuat Minji terkejut bukan main.

“Kau sedang apa?” tanya Siwon pura-pura tidak tahu.

“A..aku…” ucap Minji gelagapan. Ia langsung menyembunyikan tangannya yang mengenggam kaleng tadi di belakang punggungnya.

“Sudah kuduga, ini semua adalah perbuatanmu” ujar Siwon sambil tersenyum.

“Aish, dasar bodoh! Kenapa bisa ketahuan?!” umpat Kyu yang melihat Minji dari kejauhan.

“Kau masih harus banyak belajar jika ingin berbuat jahat, gadis kecil!” ucap Siwon sambil tersenyum menyeringai.

“Ya! Aku bukan anak kecil! Tapi, kau benar juga. Aku memang masih kecil jika dibandingkan dengan namja tua sepertimu!” ejek Minji sambil terkekeh.

“Mworago?? Apa kau tidak diajarkan bagaimana bicara yang sopan, hah?!” kesal Siwon.

“Ya, kau benar. Aku harus lebih sopan pada orang tua! Haha… sampai jumpa ahjussi!” ejek Minji masih terkekeh lalu berlari meninggalkan Siwon yang benar-benar kesal dibuatnya.

“Aish! Dasar gadis kurang ajar!” Siwon mendengus kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.

***

                “Minji-ah~ cepatlah sedikit! Tidak baik membiarkan tamu menunggu berlama-lama!” teriak Ibu dari luar kamar Minji.

“Ne, chakkamman! (tunggu sebentar)” jawab Minji juga setengah berteriak sambil memakai dress berwarna putih selutut.

“Memangnya siapa sih tamu yang di undang ibu? Kenapa aku harus berdandan seperti ini? Apa tamu itu seorang presiden?” gumam Minji heran. Selesai berdandan cukup lama, Minji pun segera turun dari kamarnya. Perlahan ia menuruni satu per satu anak tangga sampai ia berhenti di sebuah ruang tamu yang tidak besar. Betapa terkejutnya, saat matanya menangkap sosok namja yang selama ini ia benci berdiri di hadapannya.

“Minji-ah~ duduklah!” ucap Ibu menyadarkan lamunan Minji. Minji pun duduk di samping ibunya juga berhadapan dengan namja yang duduk di samping seorang ahjumma cukup tua. Yang tak lain adalah ibu namja itu.

“Ibu, kenapa ibu mengundang orang ini? Lalu kenapa aku harus susuk menemani ibu?” tanya Minji bingung. Perasaannya mulai tak enak. Ia mencium ssesuatu yang tidak beres.

“Sebelumnya ibu minta maaf karena tidak memberitahumu dari awal. Ahjumma ini adalah teman baik ayahmu saat masih kuliah, dan namja tampan ini adalah anaknya” jelas ibu begitu lembut.

“Lalu apa hubungannya denganku?” tanya Minji mulai cemas.

“Sebenarnya, ibu akan menjodohkanmu dengan Siwon”

“MWO?? Ibu, apa-apaan ini?!” ucap Minji tercengang sambil beranjak dari duduknya. Lalu ibu menggenggam tangan anak gadisnya.

“Minji-ah~ dengarkan ibu dulu!” mohon ibu.

“Kenapa ibu tidak meminta persetujuanku dulu?! Aku tidak mau dijodohkan! SHIREO!!” bantah Minji lalu pergi ke kamarnya dan membantin into kamarnya sekeras mungkin.

“Anak itu, selalu saja seperti ini!” ucap Ibu kecewa.

“Sudahlah, mungkin dia sedikit terkejut. Kita beri dia waktu saja dulu” ujar Ibu Siwon menenangkan.

“Ya, sepertinya begitu” Siwon yang dari tadi hanya terdiam, terus menatap kea rah Minji yang sudah menghilang dari pandangannya. Sebenarnya dia juga tidak tahu dengan rencana perjodohan ini. Tapi setelah mendengar penjelasan dari ibu yang sangat dicintainya itu, ia hanya bisa menurut.

***

                “Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa aku harus dijodohkan dengan ahjussi itu?! Dia lebih pantas jadi ahjussi-ku! ARRGGKKHH!! MENYEBALKAN!!!” teriak Minji sekerasnya saat di atas gedung sekolah.

“Percuma kau berteriak, itu tidak akan mengubah takdirmu!” ujar seseorang dari belakang Minji. Minji sangat kenal suara itu, lalu ia pun menoleh.

“Kau? Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Minji dengan nada tinggi.

“Kau lupa, aku adalah penyumbang dana terbesar sekolah ini” sombongnya.

“Aish! Sombong sekali kau!” umpat Minji.

“Kenapa kemarin kau berlari?” Tanya Siwon mengalihkan pembicaraan.

“Kau pikir aku mau dijodohkan denganmu?! Haha… lelucon macam apa ini?! Benar-benar tidak lucu!” ucapnya dengan mata mulai memerah.

“Ini bukan lelucon apapun, kau harus bersiap-siap karena lambat laun ibumu akan menikahkan kita!” ujarnya begitu tenang lalu pergi.

“Mworago? Menikah? YA! AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU! SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU!!” bentak Minji penuh amarah.

“Hah! Sangat tidak masuk akal!” batin Minji.

***

Di sebuah taman yang sepi, Minji terduduk sambil memeluk kedua  lututnya yang di tekuk. Air matanya sudah tak bisa ia tahan lagi. Ia benar-benar tidak percaya bahwa hidupnya akan seperti ini. Ia harus bertunangan dengan namja yang sama sekali tidak dicintainya.

“Ya! Sedang apa kau disini?” Tanya Kyu membuyarkan lamunan Minji.

“Ah? A…aniya” jawab Minji sambil cepat-cepat menghapus air matanya.

“Kau menangis?” Tanya Kyu sedikit terkejut saat melihat mata Minji yang sedikit berair.

“A…aniya. Kenapa kau ada disini?” Tanya Minji mengalihkan pembicaraan.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau ada disini? Ini sudah jam 5 sore” kata Kyu sambil melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Jinjja? Ah~ aku harus segera pulang! Sampai jumpa besok!” pamit Minji setengah berteriak karena mulai berlari menjauh.

“Ada apa dengannya? Aneh…” ucap Kyu heran.

***

Saat sampai dirumah, Minji sama sekali tidak memberi salam pada ibunya. Ekspresinya masih datar jika berhadapan dengan ibunya. Ia masih kesal karena perjodohan itu. Karena tidak tahan dengan perlakuan Minji terhadapnya, ibunya pun mulai angkat bicara.

“Minji, ibu mohon dengarkan ibu!” pinta Ibu sambil memegang tangan Minji. Tapi Minji hanya diam.

“Kau harus mendengar ini”

“Dulu, sebelum ayahmu meninggal… ia berpesan pada ibu untuk menjodohkanmu dengan Siwon, anak dari sahabatnya. Dan jika permintaannya tidak terpenuhi, ia tidak akan tenang d saat tidur panjangnya. Jadi… ibu mohon, turuti permintaan ayahmu untuk terakhir kalinya…” jelas ibu lirih dengan berurai air mata. Mendengar itu, Minji pun tak kuasa menahan tangisnya. Ia terduduk lemas di lantai dan bersujud di hadapan ibunya.

“Ibu… maafkan aku.. aku tidak tahu jika ini permintaan ayah…” ucap Minji sambil menangis tergugu.

Tidak Minji, kau tidak salah. Ibu yang harus minta maaf karena ibu tidak memeritahumu dari awal…” ujar Ibu sambil memegang kedua bahu Minji.

“Tapi bu, aku tidak mencintai namja itu… aku tidak menyukainya sama sekali…”

“Cinta akan datang secara tiba-tiba, jika kalian selalu bersama, ibu yakin rasa cinta akan mulai tumbuh di dalam hatimu…” Minji hanya terdiam menatap lekat mata ibunya.

***

DRRDD… Ponsel Minji bergetar saat ia hendak berangkat sekolah. Minji sedikit tercengang saat melihat siapa yang mengirim pesan padanya.”Minji, maaf hari ini aku tidak bisa mengantarmu ke sekolah, aku sedang sibuk” tulisnya.

“Memangnya apa peduliku? Lagi pula aku tidak mau diantar olehmu!” balas Minji pada Siwon.

“Pesan dari siapa?” tanya Kyu yang sudah siap dengan sepedanya.

“Ah? A-aniya. Hanya salah kirim. Kajja, sudah siang!” jawab Minji berbohong lalu segera mengayuh sepedanya.

“Minji, nanti siang temani aku membeli makanan untuk Choco ya!” pinta Kyu saat jam makan siang .*sebenernya Choco itu anjingnya Eunhyuk, pinjem bentar ya bang :D*

“Kenapa kau tidak pergi sendiri saja?” tanya Minji lalu meneguk minuman sodanya.

“Kau kan pintar menawar. Ya? Ya?” mohon Kyu dengan senyum merayu.

“Aish! Sampai kapan aku harus menemanimu makanan anjing itu?!”

“Ayolah~ nanti kau ku traktir!” Minji terdiam sejenak memikirkan tawaran Kyu, tapi ponselnya yang bergetar membuat Minji membuyarkan lamunannya. “Sepulang sekolah, aku akan menjemputmu!” tulis Siwon mengirim sebuah pesan pada Minji. “Mwo? Siapa yang menyuruhmu menjemputku?!” balas Minji. Tak berapa lama balasan dari Siwon pun datang, “Ibumu yang menyuruhku. Sudah jangan membantah!”

“Aish! Menyebalkan!” umpat Minji.

“Moseoyeo? (ada apa?) pesan dari siapa?” tanya Kyu yang sari tadi duduk disamping Minji.

“A-aniya. Emh, sepertinya nanti siang aku tidak bisa menemanimu. Ibu menyuruhku menjaga rumah” kata Minji berbohong.

“Georayo? (begitu ya?)” ucap Kyu sedikit kecewa.

“Ne, mianhae…”ucap Minji dengan tertunduk.

“Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?” batin Kyu.

***

Saat pulang sekolah, Siwon sudah menunggu Minji di tempat parkir sekolah. Minji mendengus kesal saat melihat mobil Siwon dari kejauhan. Karena takut oleh Kyu, Minji pun segera berlari menuju mobil Siwon dengan mengendap-endap.

“Kenapa mengendap-endap?” tanya Siwon saat Minji masuk kedalam mobilnya.

“Bukan urusanmu!” jawab Minji ketus tanpa memandang ke arah Siwon.

“Kau takut ketahuan oleh pacarmu?”

“Pacar? Aku tidak punya pacar! Jangan so’ tahu!”

“Lalu, namja yang selalu bersamamu?”

“Dia itu sahabatku! Sudah cepat jalan, cerewet sekali!” Siwon pun hanya tersenyum lalu menyalakan mesin mobilnya.

“Kenapa kau duduk dibelakang? Kau kan tunanganku, harusnya kau duduk disampingku!” ujar Siwon.

“Aish! Shireo! (aku tidak mau!) lagi pula kita belum resmi bertunangan, jadi kau jangan berpikir macam-macam!” bentak Minji.

***

                “Ya! Ini bukan rumahku!” bentak Minji saat sampai disebuah apartement.

“Memang bukan, kita akan ke apartementku. Ibumu sudah ada disana” jawab namja betubuh jangkung itu sambil memijit tombol lift.

“Mwo? Ibuku?” ucap Minji tercengang lalu segera masuk ke dalam lift.

***

                “Ibu, kenapa ibu ada disini? Jangan-jangan namja itu menculik ibu?” tanya Minji cemas saat sampai di apartement dan memeluk ibunya yang sedang duduk manis di atas sofa. Mendengar itu, Siwon hanya tersenyum lalu meletakan jasnya.

“Aniya, ibu sengaja kesini untuk membuat pesta kecil dengan kalian” jawab Ibu sambil tersenyum simpul.

“Pesta kecil? Untuk apa?” tanya Minji bingung.

“Hanya pesta saja, tidak untuk merayakan apa-apa. Sudah cepat, ganti bajumu. Ibu sudah membawa baju ganti untukmu!” kata Ibu sambil menyodorkan baju pada Minji.

“Ibu~ apakah ini harus?” ucap Minji memelas.

“Sudahlah, hari sudah sore!” kata Ibu lalu pergi ke dapur.

Selesai mengganti baju, Minji dan Siwon pun mulai membantu Ibu Minji memasak hidangan untuk makan malam nanti. Saat memasak, Minji sepertinya sudah mulai bisa lembut pada Siwon. Dan mereka pun sesekali saling melempar tepung hingga wajah mereka kini putih seperti hantu. Ibu Minji pun terlihat begitu senang melihat Minji sudah bisa menerima Siwon.

***

                “Ah~ kenyang sekali!” ucap Minji sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.

“Minji-ah~ kau tidak boleh seperti itu. Itu tidak sopan!” tegur ibu.

“Ah~ aku sangat lelah, bu!” ucap Minji lemas lalu tertidur.

“Aigoo~ kenapa kau tidur disini? Minji, ireonna ppali! (cepat bangun!) hari sudah malam, kita harus pulang!” ibu terus mengguncangkan tubuh Minji agar bangun. Tapi Minji tak bergerak sedikitpun.

“Biarlah bibi, mungkin dia lelah. Biar nanti aku yang mengantarnya pulang. Bibi pulang saja duluan!” ujar Siwon dengan tenang.

“Tapi kau juga pasti lelah”

“Gwaenchana, bibi pulanglah dan istirahat” kata Siwon sambil tersenyum lembut. J

“Chosumnida (baiklah) kalau begitu bibi pulang dulu” pamit Ibu lalu pergi.

Siwon tersenyum melihat wajah polos Minji yang tertidur pulas. Ia pun berjalan menghampiri gadis itu. Siwon memgang tangan Minji dan memutuskan untuk membawa gadis itu ke mobilnya.

“Aish! Ternyata gadis ini berat sekali! Apa karena dia terlalu kenyang?” gumam Siwon saat hendak mengangkat tubuh Minji, lalu ia pun menurunkannya lagi d atas sofa. Tapi tiba-tiba tangan Minji memegang tangan kekar Siwon dan membuat Siwon sedikit terkejut.

“Ayah, gajima! (jangan pergi!) jebal deonagajima! (kumohon jangan pergi!)” ucap Minji dengan mata masih tertutup rapat lalu setetes air mata keluar dari ujung mata sipit Minji. Seketika hati Siwon terenyuh melihat air mata yang keluar dai mata gadis yang kini dicintainya. Dia menatap lekat wajah Minji dan mengurungkan niatnya untuk mengantarkan Minji pulang. Mungkin Minji sedang memimpikan ayahnya.

***

Perlahan Minji membuka matanya lebar-lebar, mengerjapkannya beberapa kali. Tapi ia merasakan seperti memegang sesuatu. Ia pun melihat ke arah tangannya, dan didapatinya ia sedang menggenggam tangan seseorang. “AAAA!!!” jerit Minji sekerasnya hingga Siwon terbangu dari tidurnya. Dengan cepat, Minji langsung duduk di sudut sofa.

“Kau sudah bangun?” tanya Siwon dengan suara serak dan berusaha membuka matanya lebar-lebar.

“YA! Kenapa kau tidur di dekatku?!” tanya Minji dengan nada tinggi dengan tangan masih melipat di dadanya.

“Semalam kau tidak mau melepas tanganku!” jawab Siwon sambil beranjak dari duduknya.

“Tidak mungkin! Kau pasti sengajatidur didekatku! Apa yang kau lakukan padaku, hah?!”

“Kau ini bicara apa? Seperti itukah pikiranmu pada laki-laki? Cepat mandi, 20 menit lagi sekolah dimulai!” ujar Siwon lalu pergi ke toilet. Minji terdiam membisu mendengar perkataan Siwon. Ia berpikir bahwa perkataan Siwon ada benarnya juga.

“Aish! Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku menuduhnya melakukan yang tidak-tidak?! Ah~ dasar bodoh!” batin Miji sambil memukul kepalanya sendiri dengan kedua tangannya.

***

                “Cepatlah sedikit! Aku sudah terlambat!” seru Minji sambil masuk ke dalam mobil Siwon. Siwon pun bergegas masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil sebelum akhirnya melaju kencang.

“Ppali!!” kata Minji cemas sambil beberapa kali melihat jam yang melingkar di lengan kirinya.

“Iya, cerewet sekali!” dengus Siwon kesal lalu mempercepat laju mobilnya dan membuat Minji terlonjak kaget dari duduknya.

“Ya! Kau mau membunuhku, hah?!” bentak Minji membuat matanya membulat sempurna.

“Kau bilang lebih cepat, bagaimana sih?!”

“Jika nanti aku dihukum gara-gara datang terlambat, kau harus bertanggung jawab!” ancam Minji dengan tatapan kesal.

“Tenang saja, itu tidak akan terjadi!” jawab Siwon lalu memamerkan smirknya pada Minji.

***

Dengan perasaan cemas dan takut, Minji membuka sedikit pintu kelas dan membuat semua yang ada di dalam kelasmelihat ke arahnya.

“Mianhamnida, aku terlambat” ucap Minji sambil membungkuk 90 derajat dengan nada sedikit bergetar karena takut.

“Cepat masuk dan buka buku pelajaranmu!” kata pak guru tanpa memandang ke arah Minji. Melihat sikap pak guru seperti itu, Minji sedikit merasa heran. Biasanya jika di saat seperti ini, mungkin pak guru akan memakinya habis-habisan sampai di tendang keluar kelas. (sadis amat -___-)

“Kau mau belajar tidak?” tanya pak guru membuyarkan lamunan Minji.

“Ah? i…iya…” ucap Minji gelagapan lalu segera menghampiri kursinya dan duduk tepat di sebelah Kyuhyun.

“Kau darimana saja? Kenapa bisa terlambat?” tanya Kyu setengah berbisik.

“A-aku.. tadi aku terlambat bangun” jawab Minji gelagapan mencoba mencari alasan yang tepat.

“Tadi pagi aku menunggumu, aku kira kau akan berangkat sekolah bersama”

“Ah? Mi…mianhae…” ucap Minji dengan muka memelas merasa bersalah.

“Benarkah ucapanmu itu? Ibumu bilang kau sudah berangkat lebih dulu” batin Kyu.

***

Dengan tangan menopang dagu dan tatapan kosong mengarah ke depan, pikiran Minji tenggelam seperti di telan bumi. Suara riuh para siswa di kantin siang itu seperti tak terdengar sama sekali olehnya. Persaannya pada Siwon benar-benar membuatnya pusing. Dan juga ia belum siap jika harus bertunangan dalam waktu dekat ini.

“Ya! Kau melamun?” suara berat Kyuhyun membuyarkan lamunan Minji. Ia duduk tepat di samping Minji.

“Ah~ kau membuatku kaget saja!” ucap Minji sambil membenarkan posisi duduknya.

“Minumlah!” ucap Kyu sambil menyodorkan sebuah minuman kaleng.

“Gomawo…”

“Akhir-akhir ini kulihat kau jadi sering melamun, apa kau sedang ada masalah?” tanya Kyu mulai pada inti.

“Ah? A-aniya. Mungkin itu hanya perasaanmu saja!” jawab Minji berbohong lalu meneguk minuman yang sedang dipegangnya.

“Ohya, sudah lama kita tidak memainkan permainan favorit kita! Ayo kita mainkan!” ajak Kyu sambil tersenyum membuat suasana ketegangan sedikit mencair.

“Chosumnida! Yang kalah, harus diberi hukuman!” kata Minji, kini melukis sebuah senyum di wajahnya.

“Baik, hukumannya di kelitik dan jangan tertawa sedikitpun!” tambah Kyu.

“Emh… ok, siapa takut!” setelah membuat perjanjian diantara keduanya, mereka pun memulai permainan favorit mereka sejak SMP. Permainannya adalah melanjutkan sebuah lagu dari kata-kata yang sudah di siapkan oleh lawan. Dan biasanya Kyuhyun selalu kalah dalam permainan ini (–“).

Setelah beberapa puluh menit bermain dengan sengit (?) akhirnya Minji berhasil mengalahkan Kyu lagi. Minji pun dengan senang hati menggelitik tubuh Kyu yang tidak bisa berhenti tertawa karena geli. Kyuhyun pun berlari menuju taman untuk menghindari serangan tangan Minji. Tapi sepertinya Minji memang suka bagian ini, membuat sang lawan menderita (–“). Minji terus menggelitik tubuh Kyu yang sudah lemas dan ambruk di atas rerumputan taman. Bukannya berheti, Minji malah mempercepat gerakan tangannya membuat Kyuhyun tertawa tak terkendalikan. Karena tidak kuat menahan geli, dengan refleks tangan Kyu menarik tangan Minji hingga ia terjatuh di atas tubunhya. DEG! Hidung mereka bersentuhan dan hanya tinggal beberapa centi lagi bibir mereka bersentuhan. Mereka saling bertatap mata dan terdiam, hanya suara detak jantung keduanya yang tedengar jelas.

“Emh… mi-mianhae…” ucap Minji gelagapan sembari berdiri dan membenarkan seragamnya. Kini pipinya memerah seperti tomat.

“Se…sepertinya kita harus segera masuk kelas!” kata Kyu juga gelagapan lalu segera berlari menuju kelas.

***

Ponsel Minji berdering dan membuatnya terbangu dari tidurnya. Dengan malas, ia meraih ponselnya yang dari semalam tergeletak manis di samping bantalnya. Tanpa melihat dari siapa yang mengirim pesan, Minji langsung membaca pesan itu, “Cepat bangun dan mandi! Sebentar lagi aku akan menjemputmu!” mata Minji yang tadinya sangat sulit untuk dibuka, kini terbuka lebar setelah membaca pesan itu.

“Apa-apaan ini?! Dia ngin menjemputku? Bukankah ini hari libur?” gerutu Minji kesal. Tiba-tiba ponselnya berdering membuat Minji sedikit terkejut karena melihat nama Siwon tepampang di layar ponselnya. Minji mendengus lalu mengangkat telponnya.

“Ada apa?!” tanya Minji ketus.

“Ireonna ppali! Aku sudah ada didepan rumahmu!” ujar Siwon di seberang telpon.

“Apa kau tidak tahu, hari ini hari libur!”

“Ya, kau benar” jawabnya tenang.

“Lalu untuk apa kau menjemputku?!”

“Aku ingin mengajakmu olahraga. Ayo cepat, aku membawakan sepeda baru untukmu!” telpon pun terputus.

“Ya! Tidak sopan sekali! Mwo? Sepeda?” mendengar Siwon membawakan sepeda baru, Minji pun segera beranjak dari ranjangnya lalu pergi ketoilet.

***

Setelah mandi dan memakai pakaian olahraga lengkap, Minji pun segera menemui Siwon yang sudah menunggunya di depan rumah.

“Hmm.. aku menunggumu hampir 2 jam!” kata Siwon sambil melihat arloji mengkilap yang melingkar di lengan kirinya.

“Aku tidak menyuruhmu menungguku! Cepatlah, mana sepedaku?” tanya Minji masih denga nadanya yang ketus.

“Lihat dibelakangmu!”minji pun menoleh, dilihatnya ada sebuah sepeda cantik berwarna putih berlapis biru muda. Biru muda adalah warna kesukaannya. Tak heran, Minji begitu tersenyum senang saat melihat sepeda di depannya.

“Jangan dilihat terus, cepat pakai!” ujar Siwon membuyarkan lamunan Minji lalu segera mengayuh sepeda hitamnya.

***

                “Ya! Jangan terlalu cepat, aku lelah!” teriak Minji yang tertinggal jauh oleh Siwon.

“Ah~ jangan manja! Bukankah kau sering bersepeda? Ayo, kayuh lebih cepat!” balas Siwon tak mempedulika bagaimana wajah Minji sekarang, sangat pucat. Karena terlalu lelah, tubuh Minji pun melemas dan tak sanggup lagi untuk mengayuh. BRAK!! Minji terjatuh dari sepedanya. Siwon yang mendengar suara itu, langsung menoleh ke arah belakang, “LEE MINJI!!!” teriak Siwon panik.

***

                “Aw!”rintih Minji saat Siwon menyentuh pergelangan kakinya.

“Dasar bodoh! Kenapa tadi kau tidak berhenti saja?!” tanya Siwon dengan nada tinggi.

“Tadi kau menyuruhku untuk terus mengayuh!” bentak Minji.

“Dasar bodoh!” umpat Siwon lalu mengangkat tubuh Minji dan menggendongnya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!” Minji berontak berusaha melepas tangan Siwon yang kini menggendongnya ala bridal.

“Sudah diam!” kata Siwon sambil terus berjalan.

DEG! Jantung Minji berdetak 2X lebih cepat saat memandang wajah Siwon yang kini sangat dekat. Garis wajahnya yang tajam membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.

“Kenapa dengan hatiku? Apa aku sudah mulai?” batin Minji.

***

                “Minumlah!” ucap Siwon sambil menyodorkan segelas cappucino hangat karena hari ini udara benar-benar sangat dingin.

“Kenapa kau menerima perjodohan ini?” tanya Minji tiba-tiba. Siwon menatapnya heran yang duduk disamping Minji.

“Aku serius!” kata Minji sedikit meninggi.

“Haruskah aku menjawabnya?”

“Untuk apa aku bertanya? Berarti kau harus menjawabnya!”siwon menatap Minji, dan didapatinya sedikit busa cappucino yang menempel di bibir atasnya (kayak di Secret Garden, tahu kan? :D). Siwon pun langsung mendekati wajah gadis di sampingnya membuat Minji sedikit tercengang.

“Karena aku mencintaimu…” ucap Siwon lalu mecium bibir Minji lembut membuat Minji terdiam membatu tak bisa berbuat apa-apa.

***

5 bulan tidak terasa sudah berlalu. Dan pertunangna pun akakn dilaksanakan hanya tinggal beberapa hari lagi. Meskipun cukup lama Minji menjalin hubungan dengan Siwon, tapi ia masih ragu dengann perasaannya terhadap namja yang akan melamarnya itu.terkadang sikap lembut Siwon sangat membuatnya nyaman, tapi terkadang juga sikap pengatur Siwon sering membuatnya kesal.

“Ya! Lee Minji, kau kenapa lagi? Kenapa akhirakhir ini kau sering melamun?” tanya Kyu saat menghampiri Minji di taman sekolah.

“Ah? A-aniya. Gwaenchana” jawab Minji tanpa bergerak dari posisinya yang dari tadi memeluk kedua lututnya.

“Sudahlah Minji, kau jangan menyembunyikan apa pun lagi padaku! Cepat katakan!” pinta Kyu yang duduk merapat disamping Minji.

“Apa aku harus mengatakannya sekarang? Apa aku harus mengatakan bahwa lusa aku akan bertunangan dengan Siwon? Tapi, untuk apa aku menyembunyikan ini semua dari Kyuhyun? Dia kan sahabatku. Aku harus memberitahunya!” batin Miji mantap dengan keputusannya.

“Ya! Cepat katakan!” seru Kyu sambil menyiku tangan Minji.

“Sebenarnya… besok lusa… aku akan bertunangan dengan Siwon Oppa…” ucap Minji seketika membuat Kyuhyun tercekat. Satu kalimat yang menyakitkan.

“Maaf… selama ini aku menyembunyikan semuanya darimu… aku takut kau akan mengejekku karena aku akan bertunangan dengan paman tua yang selalu aku caci maki di depanmu…” ujar Minji lirih dengan tatapan lurus ke depan. Dia tidak tahu bagaimana ekpresi Kyuhyun sekarang.

“Kau tidak marah kan?” tanya Minji kali ini memandang wajah sahabatnya.

“Untuk apa aku marah? Justru aku senang, karena sekarang sudah ada yang bisa menjagamu dan melindungimu” jawab Kyu tanpa memperlihatkan ekspresi sedihnya.

“Ya, kau benar…” ucap Minji singkat lalu mengalihkan kembali tatapannya ke depan. Tapi jawaban singkat yang keluar dari bibir yeoja yang dicintainya itu semakin membuat hatinya hancur. Tidak tahu seperti apa bentuk hatinya sekarang. Tanpa mengatakan apapun, Kyu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Minji, tapi Minji tak mempedulikannya.

“Besok lusa… aku akan bertunangan dengan S iwon Oppa…” kata-kata Minji masih terngiang di telinga Kyuhyun. Ia berjalan gontai seolah tak bertenaga dan tak tahu arah. Orang-orang yang berlalu lalang pun tak peduli menuruk tubuh lemasnya.

“Kenapa? Kenapa namja itu? Bukankah selama ini kau membencinya?” batin Kyu.

***

                “Mulai sekarang kau harus memanggilku Oppa!” seru Siwon yang sibuk dengan setir mobilnya.

“Mworago? Oppa? Kau lebih pantas dipanggil ahjussi!” kata Minji ketus.

“Mwo?? Aku ini masih muda! Sudah, jangan membantah, kau ini sudah resmi jadi tunanganku!” kata Siwon dengan nada tinggi. Minji terdiam dan mencerna perkataan Siwon. Yang dikatakannya itu benar juga, lima hari yang lalu mereka sudah resmi bertunangan.

“Lee Minji? Kenapa kau diam?” tanya Siwon menyadarkan Minji.

“Ah? A-aniya. Mwo?? Sudah jam 7 lebih! Aigoo~ aku bisa terlambat lagi! Ya! Lebih cepat!” teriak Minji saat melihat jam tangganya menunjukkan angka 7:10.

“Aish! Pelankan suaramu, aku tidak tuli!” dengus Siwon kesal.

“Aku tidak peduli! Cepat lebih kencang lagi!!”

“Ish, kau ini tidak pernah berubah!”

***

                “Pagi…” sapa Minji begitu ceria saat duduk disamping sahabatnya.

“Pagi” jawab Kyu ketus tanpa memandang ke arah Minji. Ia terus berkutat dengan alat tulisnya.

“Sudah lama ya kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” tanya Minji. Semenjak ia bertunangan, Minji memang tidak masuk sekolah selama 3 hari.

“Seperti yang kau lihat” jawab Kyu masih sibuk dengan alat tulisnya.

“Kenapa kau tidak datang ke acara pertunanganku?”

“Ayolah Minji, aku sedang konsentrasi belajar!” perkataan Kyu membuat Minji terdiam membisu lalu Kyu pun kembali melanjutkan aktivitasnya.

“Kenapa kau tiba-tiba membentakku seperti itu?” batin Minji.

***

                “Kyuhyun-ah~ kita makan siang di kantin, yuk!’ ajak Minji sambil mencoba menarik lengan Kyu yang sibuk dengan buku tebalnya.

“Aku tidak lapar. Kau makan sendiri saja!” jawab Kyu dingin masih tidak bergerak dari posisinya.

“Ohya, nanti malam aku dan keluargaku akan mengadakan pesta BBQ . ibuku menyuruhku untuk mengndangmu. Kau harus datang ya!” pinta Minji. Sejenak Kyuhyun tak lagi fokus pada bukunya yang super tebal itu.

“Bukankah itu acara keluarga? Kenapa kau mengundangku?” Tanya Kyu ketus.

“Ya! Kau lupa? Dulu kau sering datang pada acara pesta kami! Sudah, datang saja. Jangan membuat ibuku kecewa!” ujar Minji lalu pergi meninggalkan Kyu.

“Dulu kau sering datang pada acara pesta kami!” kata-kata Minji terlintas lagi dipikiran Kyu.

“Ya, dulu… saat kau bukan tunangan namja itu…” lirih Kyu.

***

                “Ya! Sudah kuduga kau akan datang!” seru Minji saat membuka pintu rumahnya dan didapatinya Kyhyun sedang berdiri di depan pintu rumahnya.

“Cepat masuk!” tiba-tiba Minji menarik tangan Kyu masuk ke dalam rumah.

“Ah~ Kyu. Kau sudah datang?” ucap Ibu Minji ramah.

“Ahjumma annyeong…” sapa Kyu berusaha tersenyum seramah mungkin sambil membungkuk hormat.

“Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu, biasanya setiap pagi kau mampir ke rumah Minji untuk berangkat sekolah bersama” papar Ibu Minji. Kyuhyun tetap tersenyum menanggapi perkataan Ibu dari gadis yang dicintainya itu.

“Emh… ibu, apa semuanya sudah siap?” tanya Minji mengalihkan pembicaraan.

“Sudah, kita tinggal menunggu Siwon”

DEG! Lagi-lagi satu kalimat yang membuat hati Kyuhyun seperti di cincang halus. Ternyata ini benar-benar acara keluarga? Lalu untuk apa dia di undang? Bukankah dia bukan anggota keluarga Minji? Pikirnya.

Tak lama kemudian, namja yang sedang ditunggu ibu Minji pun datang. Malam ini penampilannya sangat berbeda dengan yang selalu Kyuhyun lihat. Kali ini ia berdandan dengan penampilan layaknya anak muda. Dengan kemeja putih yang bagian lengannya ia lipat sampai siku sangat rapi, juga jeans yang tak kalah kerennya. Ia juga membawa sebuket bunga lili putih yang pastinya akan diberikan pada tunangannya, Minji.

“Oh, ternyata teman Minji juga hadir. Annyeong, bagaimana kabarmu?” tanya Siwon begitu ramah saat melihat Kyu yang berdiri di samping Minji.

“Baik. Senang bertemu denganmu lagi” ucap Kyu sambil membungkuk hormat tanpa tersenyum. Entahlah, untuk Siwon rasanya Kyuhyun sangat sulit untuk tersenyum.

“Minji-ah~ ini untukmu!” ujar Siwon sambil menyodorkan sebuket bunga yang dari tadi di genggamnya.

“Untuk apa kau membawa bunga seperti itu?” tanya Minjiketus.

“Lee Minji! Kau tidak boleh seperti itu!harusnya kau senang karena tunanganmu sudah membawakan bunga untukmu!” tegur Ibu Minji.

“Iya, maaf… sudahlah, lebih baik kita mulai saja pestanya!” pesta pun dimulai. Kyuhyun sibuk dengan daging yang di panggang di atas arang yang panas dan terus mengeluarkan aroma sedap dari daging itu. Sedangkan Siwon tak henti-hentinya menjaili Minji dan sesekali membuat Minji tertawa. Suasana hangat ini benar-benar membuat Kyuhyun tidak nyaman. Ia berpikir tak seharusnya ia berada disini.

“Ahjumma, sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku harus segera pulang, ibuku menyuruhku pulang cepat” ujar Kyu dan membuat Siwon dan Minji menatap ke arah Kyu.

“Jinjjayo? Ah~ sayang sekali padahal pestanya baru dimulai” kata ibu Minji kecewa.

“Mianhae ahjumma…” uap Kyu sopan sambil membungkuk.

“Baiklah, gwaenchana. Lain kali kau harus datang lagi ya1” kata Ibu Minji ramah.

“Ne, ahjumma. Minji, Siwon hyung. Maaf aku harus pulang” pamit Kyu lalu pergi. Perlahan, Kyu melangkah pergi dari rumah Minji. Ya, sepertinya tidak seharusnya ia berada disini. Pikirnya.

Ekspresi wajah Minji sedikit kecawa saat Kyu pamit pulang dan memilih untuk tidak merayakan pesta itu. Tidak seperti biasanya Kyu seperti itu.

“Bodoh! Kau bodoh Kyu! Apa yang kau lakukan? Tidak seharusnya kau bersikap bodoh seperti itu? Kau sudah merusak pesta sahabatmu sendiri! Teman macam apa kau ini?!” perasaan bersalah itu terus menyerang Kyu saat ia hendak tidur.

Sementara di tempat lain…

“Ada aa denganmu Kyu? Kenapa kau jadi berubah? Kau tidak seperti Kyuhyun yang kukenal dulu. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?” batin Minji sambil menatap langit-langit kamarnya.

***

Tinggal beberapa hari lagi ujian kelulusan akan dilaksanakan. Dan kesempatan ini digunakan kyu sebagai alasan kenapa dia selalu menghindari Minji. “Sudahlah, jangan menggangguku. Aku sedang sibuk belajar untuk ujian, apa kau tidak belajar?” itulah yang selalu di ucapkan Kyuhyun jika Minji menyerangnya dengan pertanyaan, “Kyu, ada apa denganmu? Kenapa sepertinya kau selalu menghindariku?” Ya, tentu saja itu bukan alasan yang sebenarnya. Itu hanya alasan konyol agar Minji tidak terlalu cemas dengan kelakuannya yang berubah 360 derajat.

***

Ujian kelulusan pun selesai dilaksanakan serempak oleh seluruh SMA di Korea. Tinggal menunggu hasil dari belajar mereka selama ini. Dan tentu saja itu sangat menentukan nasib mereka.

“Kyuhyun-ah~ kau akan melanjutkan kuliah dimana?” tanya Minji saat pulang sekolah. Ia berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Kyu.

“Aku tidak tahu. Wae?” tanya Kyu dingin dengan tatapan lurus ke depan.

“Bagaimana jika kita msuk universitas yang sama juga? Sepertinya akan menyenangkan!” ujar Minji begitu senang.

“Sepertinya itu tidak akan terjadi” ucap Kyu pelan hampir tak terdengar oleh telinganya sendiri.

“Mworago?”

“Aniya. Gwaenchana” jawab Kyu lalu berjalan lebih cepat. Dan Minji pun berlari kecil mengejar Kyu.

***

Hari kelulusan pun tiba. Semua siswa siswi termasuk Kyu dan Minji lulus dengan nilai yang tidak mengecewakan. Ya, meskipun nilai Minji tidak se-memuaskan seperti Kyu. Tapi ia sangat bersyukur karena bisa lulus. Acara wisuda pun berlangsung dengan khidmat. Minji berdiri di atas panggung bersama Kyuhyun. Ia menggenggam erat tangan sahabatnya, membuat Kyu sedikit terkejut. Dirasakannya tangan Minji sedikit bergeta, mungkin ia sangat gugup saat mewakili berbicara di depan umum untuk mengucapkan terimakasih kepada para guru yang selama ini sudah mengajarinya dengan sabar.

Setelah acara wisuda selesai, Minji menarik tangan Kyu turun dari panggung dan berlari menghampiri Ibu Minji.

“Ibu!!” seru Minji sambil memluk ibunya.

“Chukkae! Ibu sangat senangakhirnya kau lulus juga!” ucap Ibu Minji bahagia sambil memegang kedua pipi anaknya itu.

“Kyuhyun-ah~ chukkae!” ucap Ibu Minji sambil memeluk Kyu sekilas.

“Ne, ahjumma. Khamsahamnida!” ucap Kyu ramah.

“Mana ibumu?” tanya Ibu Minji sambil melihat sekeliling.

“Sepertinya dia belum datang” jawab Kyu singkat.

“Ohya, ibu ingin mengambil foto kalian berdua. Ayo cepat bergayalah sesuka kalian!” seru Ibu sambil mengeluarkan sebuah camera dari tasnya. Lalu dengan cepat, Minji menarik lengan Kyu dan bergelayut manja sambil tersenyum pada kamera. Sedangkan Kyu, dia masih terdiam tanpa tersenyum juga tanpa melihat kamera.

***

1 bulan sudah berlalu. Kyuhyun belum juga memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di universitas manapun. Sementara Minji, ia sibuk dengan persiapan pesta pernikahannya dengan Siwon yang akan dilangsungkan 1minggu lagi. Mulai dari gedung resepsi, makanan juga gaun pengantin. Semuanya sudah disiapkan oleh keduanya dan hanya tinggal menunggu waktu.

“Kyuhyun, bisakah kita bertemu siang ini di kafe biasa?” begitulah pesan Minji yang ia kirimkan beberapa menit yang lalau pada Kyu. Yuhyun menghela nafas berat. Menimbang-nimbang apa ia harus datang atau tidak. Dan pada akhirnya ia memutuskan untuk datang.

***

                “Maaf sudah membuatmu menunggu…” ucap Kyu saat sampai di kafe dan duduk tepat berhadapan dengan Minji.

“Gweanchana. Bagaimana? Apa kau sudah menemukan universitas yang sesuai dengan seleramu?” tanya Minji memulai pembicaraan.

“Sampai saat ini belum. Kau sendiri?”

“Aku akan menunda kuliahku dulu” jawab Minji sambil tersenyum simpul. Kyuhyun mengangkat satu alisnya heran. Dan seakan bertanya “maksudmu?”. Minji memasukan tangan kanannya ke dalam tasnya. Ia seperti mencari sesuatu. Dan akhirnya setelah benda itu ia temukan, ia memberikannya pada Kyuhyun. Sebuah benda miip kartu segi empat berukuran tidak terlalu besar dengan dihiasi pita bewarna putih dan biru di atas permukannya.

“Satu minggu lagi aku akan menikah dengan Siwon Oppa. Aku harap kau akan datang…” ucapnya sambil terenyum lalu pergi. Setelah membelakangi Kyu, Minji tidak bisa menahan lagi air mata yang sudah tertahan di peulpuk matanya. Akhirnya satu tetes air mata membasahi pipinya. Posisi Kyu tidak berubah sedikitpun, matanya terpaku sedikit bergetar karena air matanya juga sudah tergenang di pelupuk matanya. Tak sedikitpun ia menyentuh kartu undangan yang tadi diberikan Minji. Kartu undangan itu masih tergeletak manis di atas meja.

“Lagi? Lagi-lagi kau melakukannya? Lahi-lagi kau membuat hatiku hancur? Aku benar-benar tidak tahu bagaimana bentuk haiku sekarang. Mungkin sudah hancur dan tidak berbentuk lagi…” batin Kyu.

***

                “Kyuhyun!” terdengar seseorang memanggil Kyu. Suaranya sudah tidak asing lagi di telinga namja tampan itu. Lalu ia pun menoleh, dan dengan cepat yeoja itu berlari meghampiri Kyuhyun.

“Minji?” batin Kyu.

“Kita bertemu lagi! Sedang apa kau disini?” tanya Minji begitu ceria.

“Hanya sedang jalan-jalan. Kau sendiri?”

“Aku juga”

“Sendiri? Mana calon suamimu?”

“Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya”

“Pekerjaan? Kenapa dia masih bekerja? Bukankah 3 hari lagi kalian akan segera menikah?”

“Ah~ biarlah jangan bicarakan dia! Ohya, kau sudah makan siang?” tanya Minji. Kyu menggeleng menandakan belum.

“Baguslah. Kita makan siang bersama, rasanya sudah lama kita tidak makan siang bersama!” seru Minji masih dengan kebiasaannya menarik tangan Kyu sesuka hatinya. Kyu hanya terdiam dan menyetujui permintaan Minji.

Di sela-sela mereka menikmati makan siang, Kyu tak henti-hentinya memperhatikan wajah yeoja cantik di hadapannya itu.

“Seandainya waktu bisa berputar kembali, aku ingin lebih sering seperti ini denganmu, memperhatikan wajahmu, melihat senyummu, mendengar tawamu… kenapa harus dengan seperti ini? Kenapa aku harus kehilanganmu? Hanya tinggal beberapa hari lagi kau akan menjadi milik namja lain. Seandainya di negara ini tidaka ada hukum, aku ingin sekali merebutmu lagi darinya. Aku ingin sekali…” batin Kyu.

***

Suasana di dalam lift saat ini begitu hening. Tak ada suara yang keluar dari mulut Minji maupun Kyu. Hanya suara lift yang terus turun dan suara tombol yang sesekali berbunyi memperlihatkan no. Lantai. Rasanya seperti sangat lama menuju lantai utama. Mungkin karena mereka saling diam tak mengeluarkan sepatah katapun. Dan.. TING! Lift pun berhenti tepat di lantai utama. Perlahan pintu lift itu terbuka. Tapi, terjadi sesuatu begitu mengejutkan. Sebuah pemandangan yang pasti membuat yeoja di samping Kyu akan menangis. Seorang yeoja mencium bibir namja yang tepatnya akan mejadi suami Minji beberapa hari lagi.Melihat itu, Kyuhyun tak tinggal diam. Ia segera menarik Minji ke dalam dekapannya. Membenamkan wajah Minji ke dalam dadanya aga r ia tidak melihat pemandangan menyakitkan itu. Pintu lift itu tertutup kembali setelah Kyu menekan tombol lift menuju lantai 5.

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Minji yang masih dipeluk erat oleh Kyu. Kyu hanya terdiam.

“Apa kau melihat apa yang kulihat?” tanya Minji lagi. Kali ini suaranya sedikit bergetar, mungkin dia menangis.

“Maaf… aku hanya tidak ingin kau terluka…” lirih Kyu.

***

                “Kenapa dia tega sekali padaku? Apa ini sifat aslinya? Dasar namja brengsek!” umpat Minji kesal. Tangisnya meluap.

“Mungkin itu tidak sengaja. Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak!” ujar Kyu berusaha meyakinkan.

“Tidak sengaja? Dia berciuman di depan mataku sendiri! Kau juga melihatnya!” bentak Minji.

“Dia tidak menciumnya. Tapi yeoja itu yang menciumnya!” bentak Kyuhyun tak mau kalah.

“Kenapa kau malah membelanya?! Sebenarnya siapa yang sahabatmu?!”

“LEE MINJI!!” bentak Kyu penuh marah sambil mencengkram kedua bahu Minji dan membuatnya terdiam.

“Aku membelanya karena kau sahabatku! Aku hanya tidak ingin hubungan kalian berakhir! Kau sudah dewasa. Jangan berpikiran yang tidak-tidak jika belum tahu yang sebenarnya! Bicarakanlah baik-baik dengannya. Sebentar lagi kalian akan menikah. Jangan mau dikendalikan emosi, kumohon…” lirih Kyu dan berhasil membuat air mata terus keluar dari mata yeoja di hadapannya.

“Kenapa bukan kau yang menjadi calon suamiku?” ucap Minji tiba-tiba membuat Kyuhyun terkejut bukan main. Cengkraman tangannya melemah.

“Kenapa kau malah menjadi sahabatku?” tanya Minji lagi. Suarnya makin bergetar disertai tangisannya.

“Kau ini bicara apa? Karena dengan sahabat sepertimu, aku bisa tersenyum bahagia. Kau jangan pernah menyesali persahabatan Kita!” kali ini air mata Kyu ikut membasahi pipinya. Tiba-tiba Minji memeluk Kyuhyun erat dan Kyu pun membalas pelukannya.

“Aku tidak akan pernah menyesalinya… tidak akan pernah…” ucap Minji lirih. Kyuhyun pun melepas pelukan Minji, dan sebuah mobil hitam mengkilap berhenti di depannya.

“Calon suamimu sudah datang. Cepatlah pulang dan selesaikan semuanya dengan baik-baik.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Minji pun membalikan tubuhnya dan seketika Siwon menarik Minji kedalam pelukannya.

“Mianhae… tolong dengarkan penjelasanku!” mohon Siwon.

“Sudahlah Oppa, aku sudah memaafkanmu…” ucap Minji.

“Gomawo… kajja! Kita pulang!” siwon pun merangkul Minji menuju mobilnya.minji menoleh ke belakang, mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun. Tapi sosok namja itu sudah tidak ada.

Di abwah langit yang semakin gelap, Kyuhyun menangis dan menyandarkan tubuhnya memnunggungi sebuah tembok. Tangannya bergetar hebat menahan tangis. Begitu sakitnya merelakan yeoja yang dicintainya dengan pria lain. Tapi inilah tkadir, dia tidak bisa melawannya.

***

Hari ini kyuhyun membulatkan tekadnya untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Meskipun ini akan semakin mengiris hatinya, tapi sebagai sahabat, ia tidak mau membuat Minji kecewa.

—KYU POV—

Kulihat seorang yeoja begitu cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih menghiasi tubuhnya. Dengan senyuman manisnya, ia berjalan menuju altar menghampiri seorang namja tampan tinggi semampai mengenakan tuxedo putih sudah menunggunya. Namja itu menyambutya sambil mengulurkan tangannya.

Tidak Minji-ah~ kumohon jangan genggam tangannya! Karena kau seharusnya menjadi wanitaku! Lihat aku yang sudah menunggu selama ini… ya, setelah musik pengiring itu berakhir, kau akan bersamanya selamanya…

Kuberharap dan berharap bahwa hari ini tidak akan tiba, dan juga gaun pengantin yang kau kenakan… kau tahu, ini sangat menyakitkan…

Sekarang kau sudah mengucap janji dengannya, dan untuk selanjutnya aku tidak ingin melihatnya lagi. Karena itu akan membuat hatiku semakin hancur.

Kesalahan terbesarku adalah… aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padamu… Minji, saranghae….

—KYU POV END—

—AUTHOR POV—

TING! Sebuah cincin terjatuh dari tangan Kyuhyun. Sudah terlambat baginya untuk memberikan benda itu pada Minji. Ia membiarkan cincin itu terjatuh seperti yeoja dambaannya yang jatuh ke pelukan namja lain.

—END—

13 thoughts on “Wedding Dress

  1. dianapermatasr says:

    kereeeen,aku hampir nangis pas baca akhirnya 😦
    kalau aku sih lebih milih kyuhyun oppa dah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s