HANDSOME GHOST

Author                  : @Shichaaulia

Title                       : Handsome Ghost

Cast                       : Lee Donghae, Kim Nami (as you), Lee HyukJae (Donghae’s friend), Kim Nana (Donghae’s girlfriend)

Genre                   : Romance, Comedy, Sad

OST                        : SUJU – It’s You

                                  OST. 49 Days

                                  OST. City Hunter

Image

-Donghae POV-

Cahaya matahari itu serasa menembus mataku secara langsung, aku terbangun dari tidur dan… apa ini? Dimana aku? Aku tertidur di jalanan? Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling dan mataku membelalak saat kulihat ada mobil besar melaju cepat ke arahku. Aku menutup mataku dan berteriak sekencangnya. Tapi… ada apa ini? Kenapa sepertinya aku tidak merasakan apapun? “Mwo? A-aku tidak apa-apa?” gumamku heran dan memeriksa seluruh bagian tubuhku yang tidak terluka sedikit pun. Aku melihat ke arah mobil itu yang sudah melaju jauh.

***

                “Ini aneh, kenapa aku tidak berdarah ataupun sakit?” aku masih bingung dengan kejadian tadi pagi. Aku pun memutuskan untuk segera ke kampus, karena jaraknya tidak jauh dengan tempat tadi aku tertidur. Tapi tunggu, kenapa aku bisa tertidur di jalanan?

Kulihat yeoja cantik sedang duduk di kursi taman sambil menunduk. Ya, dia yeojachinguku, Kim Nana. Aku segera berlari menghampirinya.

“Nana, kau sedang menungguku?” tanyaku sambil duduk di samping kanannya.

“Hiks…” terdengar suara tangisan dari arahnya. Dia menangis?

“Nana, kau menangis? Kau kenapa?” tanyaku sambil mencoba merangkulnya. “Eh, kenapa ini?” tanganku menembus tubuhnya. Tiba-tiba datang seorang namja bertubuh kurus menghamiri Nana. Dia sahabatku, Lee HyukJae. Dia duduk di samping kiri Nana. “Sudahlah Nana…” ucapnya mencoba menenangkan Nana. Tapi apa itu? Kenapa dia merangkul Nana?

“YA! HyukJae! Apa yang kau lakukan?!” aku berteriak sambil bangkit dan menghampiri namja itu.

“Nana, kenapa kau mau di peluk oleh si monyet ini? Aku namjachingumu!Ya! Eunhyuk, lepaskan dia! Apa kau tidak melihatku?!” aku mencoba memukul HyukJae, tapi lagi-lagi tanganku menembus tubuhnya.

“Sudalah, itu kan hanya kecelakaan. Jangan menangisinya terus, biarkan Donghae tidur tidur dengan tenang” ucap HyukJae tenang sambil mengelus rambut Nana.

“Mwo? Kecelakaan? Tidur tenang? Apa maksudmu HyukJae?” tanyaku bingung.

“Kajja, kita ke kelas!” ajak HyukJae lalu memeapah Nana ke dalam gedung kampus.

“Ada apa ini? Kenapa tanganku tidak bisa menyentuh apapun? Apa aku… apa aku sudah meninggal? Apa yang sebebnarnya terjadi padaku?” gumamku.

***

Sudah 2 jam aku berjalan-jalan di sekitar kampus. Langkahku terseret lemas, aku benar-benar tidak mengerti dengan hari ini. BUK! Aku terjatuh di lantai. Ada seseorang menabrakku. Tunggu, aku terjatuh? Aku menatap orang yang menabrakku, ia pun menatapku terbelalak sepertinya ia terkejut. Apa dia bisa melihatku?

“Kau? Kau bisa melihatku?” tanyaku tercekat. Ia malah menatapku dan menutup mulutnya. Ia menggelengkan kepalanya lalu berlari.

“Ya! Tunggu! Kenapa kau berlari? Ya! Nona!” aku terus berteriak sambil mengejar gadis itu. Dan sampai sebuah kelas yang kosong, ia berhenti lari dan menatapku panik. Lebih tepatnya seperti ketakutan.

“Nona, tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Apa kau bisa melihatku?” tanyaku sambil menghampirinya pelan-pelan. Tapi lagi-lagi dia hanya bisa menggeleng dan terus berjalan mundur.

“Apa kau bisa mendengarku? Nona, kumohon jawablah!” mohonku.

“Aniya! Aniya! Aku tidak bisa melihatmu! Aku tidak bisa mendengarmu!” teriaknya sambil menunduk ketakutan.

“Mwo? Kalau kau tidak bisa melihat dan mendengarku, kenaa kau menjawab pertanyaanku?” tanyaku dengan polosnya. Yeoja itu mendongakkan kepalanya, dia terlihat sedang berpikir.

“Oh iya, kau benar juga!” ucapnya  polos.

“Bodoh! Kenapa kau malah berlari? Aku bukan hantu!” kataku kesal.

“Tapi kau sangat menakutkan!”

“Mworago?! Namja tampan sepertiku kau bilang menakutkan?” aku hendak menjitak kepalanya tapi lagi-lagi tangaku menembus tubuh yeoja itu dan membuatnya tercengang kaget.

“K-kau…?” ucapnya tercekat. “AAAAAAAA……!!!!” belum aku berkata apa-apa, dia langsung menjerit histeris lalu berlari meninggalkanku.

“Hufth…” aku hanya bisa menghela nafas dalam-dalam dan tidak tahu harus melakukan apa hari ini.

***

Aku berjalan menghampiri rumah yang begitu besar seperti istana. Ya, itu adalah rumahku. Perlahan aku berjalan masuk menyusuri setiap ruangan. Kulihat ibu, ayah dan beberapa saudaraku disana. Mereka sedang… kenapa? Kenapa mereka memajang fotoku di atas meja itu? Kenapa mereka semua menangis sambil menatap fotoku? Aku menghampiri ibuku yang sedang terduduk di lantai. Dia menangis tergugu.

“Ibu, ini aku bu… aku disini!” tanpa kusadari satu tetes air mataku jatuh.

“Donghae-ah~ kenapa kau meninggalkan ibu secepat ini?” ucap ibu sembari sesenggukan. Ayah pun segera memeluk ibu.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Ayah, ibu, apa yang sebenarnya terjadi padaku?” aku terus bertanya meskipun mereka tidak akan mendengarku.

“Sudahlah, aku akan segera menyelesaikan kasus ini. Semuanya akan terungkap” ujar ayah sambil memeluk ibu. Sejenak aku berpikir, dan tiba-tiba Nana terlintas di pikiranku. Aku khawatir dengannya sekarang, dia menangis karena aku.

***

Hari mulai gelap, aku berlari sekencangnya menuju kampus untuk mencari Nana. Para mahasiswa sudah berhamburan keluar gedung, tapi aku tidak menemukan sosok Kim Nana di antara mereka. Tak berapa lama aku menunggu, Nana pun keluar dari gedung dan… apa itu? HyukJae merangkulnya begitu mesra?

Mereka terlihat tertawa gembira. Apa-apaan ini?! Kukepalkan kedua tanganku. Ingin rasanya kupukul wajah si monyet itu. Tapi, untuk mencolek saja tanganku selalu tembus -_-. Bukankah tadi pagi Nana menangis? Kenapa sekarang dia begitu terlihat gembira? HyukJae, kenapa kau merangkul Nana? Apa kau lupa, dia itu pacarku?!

Perhatianku beralih pada yeoja manis yang kutemui tadi pagi. Ia pun melihat ke arahku, dan sepertinya dia terkejut dengan kedatanganku. Aku berlari ke arahnya, tapi dia malah ikut berlari -_-.

“Ya!  Tunggu aku!” teriakku saat mengejarnya. Ia terus berlari sambil sesekali menoleh ke arahku.

“YA! Kumohon berhenti! Aku butuh bantuanmu!” seketika kata-kataku itu membuatnya berhenti berlari. Aku pun berjalan mendekatinya.

“Siapa namamu?” tanyaku saat berdiri tepat di hadapannya, tapi dia malah menunduk ketakutan.

“Kau tidak perlu takut, aku tidak akan memakanmu. Lee Donghae imnida…” ujarku sambil membungkuk.

“A-a… Kim..Nami imnida…” ucapnya gelagapan. Kali ini dia menatapku. Aku pun tersenyum padanya.

“Kenapa kau terus menggangguku?”

“Aku tidak mengganggumu. Aku hanya ingin minta tolong”

“Mi-minta tolong?”

“Ne, kau mau menolongku, kan?” pintaku sambil tersenyum merayu. Ya, hanya dengan tersenyum seperti itu semua yeoja akan luluh dan terpesona padaku. Kulihat Nami mulai salah tingkah saat melihat senyumku. Hah, meskipun aku jadi hantu, ternyata aku tetap mempesona. #hantunarsis-_-.

“Kenapa kau meminta bantuan padaku? Kita kan tidak saling kenal” tanya Nami saat berjalan menuju halte bus.

“Karena hanya kau yang bisa melihatku”jawabku datar dan membuatnya terdiam.

“Oya, kau kan satu kampus denganku, kenapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?” tanyaku sambil menatap gadis itu.

“Aku mahasisiwi baru”

“Oh… emh, apa kau tidak tahu kabar pembunuhan di kampus?”

“Maksudmu, kabar tentang kematianmu?” aku mengangguk menandakan iya.

“Aku sempat mendengarnya, tapi kabar tentang kematianmu itu berbeda-beda”

“Maksudmu?” tanyaku bingung.

“Ada yang bilang, kau mati karena di tabrak. Ada juga yang bilang kau mati karena bunuh diri”

“Jinjja?” tanyaku terkejut.

“Ah, busnya sudah datang! Aku pulang dulu, sampai jumpa!” pamitnya lalu naik ke dalam bus.

“Ya! Jangan lupa, besok aku tunggu kau di kampus!” teriakku tapi yeoja itu malah menjulurkan lidahnya ke arahku.

“Mwo? Awas kau ya! Ah~ untung aku hantu yang baik hati. Kalau tidak, akan kumakan kau!” umpatku kesal. Aku tersu berjalan menyusuri trotoar yang mulai sepi dan semakin gelap.

“Sudah malam, tapi kenapa tidak mengantuk sama sekali ya? Ah~ beginikah rasanya jadi hantu?”

***

-Nami POV-

Kulihat hantu bodoh itu sedang berdiri di bawah pohon di taman kampus. Aku sedikit heran saat melihatnya. Sekarang dia adalah seorang hantu, tapi kenapa tidak seram sama sekali. Bahkan dia terlihat sangat tampan. “Aish! Meskipun dia tampan, dia tetaplah hantu!!” rutukku dalam hati. Aku pun langsung berlari menghampirinya.

“Kenapa lama sekali?” tanya Donghae dengan nada tinggi.

“Ya! Aku sudah datang, kenapa marah-marah?!” kataku kesal.

“Ish!” dengusnya tak kalah kesal.

“Apa yang harus aku lakukan untuk hari ini?” tanyaku sambil duduk di kursi panjang dekat pohon itu.

“Tolong kau awasi namja yang bernama Lee HyukJae”

“Lee Hyukjae? Siapa dia?”

“Dia sahabatku. Akhir-akhir ini dia selalu mendekati yeojachinguku, Kim Nana” jelasnya sambil duduk di sampingku.

“Mwo? Hantu sepertimu punya yeojachingu?” tanyaku sedikit terkejut.

“YA! Aku punya pacar sebelum jadi hantu! Dasar bodoh!” geramnya tepat di depan wajahku. -_-

“Lalu apa yang harus aku lakukan lagi?”

“Emh… tolong kau dekati Nana, dan tanyakan apa hubungannya dengan HyukJae hanya sekedar berteman?”

“Jadi, kau cemburu pada sahabatmu?” kataku sedikit menggoda. Dan terlihat ekspresi terkejut dari wajah tampannya.

“Aku bukannya cemburu, tapi aku… aku tidak suka melihat pacarku dekat dengan namja lain!” jawabnya sambil membuang muka.

“Ah~ itu kan sama saja. Haha, hantu pencemburu rupanya!” ejekku sambil terkekeh.

“YA! Berheti tertawa! Ini tidak lucu, dasar bodoh!” kesalnya dengan wajah memerah karena menahan malu. Tapi aku masih tidak bisa menghentikan tawaku.

“YA! Sudah cepat pergi sana! Lakukan perintahku!” bentaknya.

“Kau ini galak sekali!” gerutuku lalu segera pergi ke dalam gedung kampus.

***

Sesuai perintah Donghae. Ah tidak, maksudku Hantu bodoh itu. Aku pergi ke kelas yang dimasuki HyukJae dan Nana. Dari tadi aku mengikuti mereka seperti seekor kucing yang mengendap-endap mencuri ikan. Ah, aku jadi seperti orang bodoh. Dasar hantu menyusahkan!-_-

Mereka duduk berdampingan seperti sepasang kekasih. Mataku tak lepas dari semua gerakan-gerakan mereka yang mencurigakan. Aku pikir, mereka tidak mungkin hanya berteman.

Sudah hampir 30 menit aku mengawasi mereka dan kau tahu bagaimana rasanya? Sangat MEMBOSANKAN! Memperhatikan namja dan yeoja bermesraan benar-benar membuatku kesal. Kenapa aku tidak punya pacar juga? Aish! Apa yang kau katakan Kim Nami?! >,<

Saat aku lengah karena mengantuk, tiba-tiba mereka keluar dari kelas. Aku pun segera mengikutinya. Sampai akhirnya mereka kembali bermesraan di tempat sepi, perpustakaan. Ya, jam-jam saat ini cukup sepi dan hanya ada beberapa orang. Aku kembali mengawasi mereka sambil berpura-pura membaca buku.

“Hyukkie~ 18 hari lagi adalah hari ulang tahunku. Apa yang akan kau berikan padaku?” tanya yeoja yang bernama Nana itu dengan manja.

“Apapun akan kuberikan padamu” jawab HyukJaesambil berbisik tepat di telinga Nana. Aish! Apa-apaan ini? Benar-benar membuatku ingin muntah saja! >,<

“Ah~ Hyukkie! Kau membuatku geli!” kata Nana sambil menjauhkan wajah namja itu yang dari tadi terus mendengus bagian telinga Nana.

“Tapi kau suka, kan?” ucap Hyukjae dengan tatapan mesum.

OMO!! Rasanya aku seperti sedang menonton film yadong! Aku harus kaluar dari ruangan ini!!

“Hah! Dasar gila! Apa mereka tidak sadar dimana sekarang mereka berada?! Ini kan tempat umum!” umpatku kesal saat keluar dari perpustakaan.

“Aku tidak mungkin mengikuti mereka terus. Benar katah hantu itu, aku harus mendekati Nana dan menanyakan langsung tentang hubungannya dengan namja yadong itu!” ucapku mantap.

-Nami POV End-

***

-Donghae POV-

Saat gadis itu kusuruh melakukan tugasnya, aku pun pergi menuju rumah untuk melihat keadaan ibu. Kulihat ayah sedang megobrol dengan seseorang di telpon. Ekspresi wajahnya panik.

“Aku sangat minta tolong padamu, tolong segera pecahkan kasus pembunuhan anakku!” ujar ayah dengan nada memohon.

“Ya, terima kasih karena sudah mau membantu kami!” ucap ayah lalu menutup telponnya.

“Pembunuhan?” ucapku bingung.

“Bagaimana?” tanya ibu yang  dari tadi duduk cemas. Wajahnya terlihat sangat pucat. Apa mungkin karena terus menangis?

“Pihak polisi masih mengotopsi mayat Donghae dan juga menyelidikitempat kejadian juga mobilnya. Mereka akan segera memberitahu jawabannya”jelas ayah.

“Mobil?” ucapku makin bingung. Kuputuskan untuk pergi ke rumah sakit dan melihat jasadku yang masih dalam proses otopsi.

***

Aku tercekat melihat jasadku yang terbaring di atas ranjang. Aku benar-tidak tidak percaya ini. Hampir saja aku tidak mengenali wajahku sendiri. Apa kecelakaan yang kualami begitu parah? Hingga kini wajahku seperti ini. Hancur.

“Sepertinya kecelakaan yang di alaminya sangat parah dan kukira ada yang sengaja menyelakainya” ujar seorang namja yang mengenakan masker itu.

“Ckck… anak muda jaman sekarang keterlaluan!” jawab namja satu lagi. Aku hanya terdiam mencerna perkataan namja itu. Ada yang sengaja menyelakaiku? Siapa yang tega-teganya berbuat itu?

***

Aku berjalan lemas di sekitar jalanan seoul. Ini benar-benar membuatku bingung, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Tiba-tiba bayangan gadis itu terlintas di pikiranku. Oya, apa dia sudah menyelidiki hubungan Nana dan HyukJae? Kuputuskan untuk segera ke kampus dan menemui gadis itu.

“Kim Nami!” teriakku lalu berlari menghampirinya yang sedang duduk di taman.

“Kau darimana saja?” tanya gadis itu datar tanpa menoleh dan sibuk dengan bukunya.

“Kemana pun aku pergi, itu bukan urusanmu! bagaimana? Apa kau sudah menyelidiki mereka?” tanyaku tak sabar sambil duduk di sampingnya.

“Sudah” jawabnya singkat sambil terus membaca buku.

“Lalu? Apa hubungan mereka hanya berteman?”

“Aku rasa sedikit aneh jika mereka hanya berteman. Sejak aku mengikuti mereka, mereka berdua terlihat sangat mesra” jelasnya dan kini tidak fokus pada buku tebalnya.

“MWO?? Mesra? Mesra bagaimana? Apa seperti ini?” tanyaku sambil merangkulnya dan membuatnya terejut.

-Donghae POV End-

-Nami POV-

Tiba-tiba saja hantu bodoh itu merangkulku dengan paksa. Tapi ada yang aneh, kini tangannya tidak menembus tubuhku.

“YA! Apa yang kau lakukan?!” bentakku sambil menjauh dan melepaskan tangannya.

“Lalu mesra bagaimana? Apa seperti ini?” sekarang hantu bodoh itu mengamit tanganku dan menggenggamnya. Aku pun tak tinggal diam, kupukul kepalanya dengan buku tebal yang dari tadi kupegang.

“YA! Kau jangan macam-macam! Dasar hantu mesum!” bentakku kesal. Dan dia hanya meringis kesakitan karena pukulanku.

“Eh, tunggu! Aku bisa menyentuhmu!” ucapnya senang sambil kembali memegang tanganku.

“YA! Lepaskan atau kupukul lebih keras?!”

“Iya, iya. Maaf!  Galak sekali! Tapi kenapa tanganku tidak menembus tubuhmu ya?” ucapnya bingung. Aku hanya bisa mengangkat kedua bahuku.

***

                “Aish, dasar hantu mesum! dia sama saja seperti sahabatnya, sama-sama yadong!” gerutuku sambil terus berjalan cepat menghindari hantu bodoh itu yang terus mengejarku.

“Kim Nami, tunggu! kenapa kau terus berjalan?” teriaknya dari belakangku. Aku tidak menghiraukannya dan terus berjalan cepat.

“Seenaknya saja menyentuhku, memangnya aku wanita murahan?!” aku masih menggerutu kesal dan langkahku terhenti saat melihat pemandangan menjijikkan di depanku. Aku tercengang melihatnya. Namja yadong bernama HyukJae dan kekasih si hantu bodoh itu sedang berciuman di balik semak-semak taman kampus. Mereka benar-benar sudah gila!

-Nana POV End-

-Donghae POV-

Play : ShinJae (OST. 49 Days)

Apa itu? Nana berciuman dengan HyukJae di depan mataku! Hatiku benar-benar teriris melihatnya. Sangat teriris sampai air mataku menetes membasahi pipiku. Nami menoleh ke arahku, ekspresinya sangat panik. Ingin sekali rasanya kupukul monyet sialan itu. Apa dia tidak ingat siapa yang sedang diciumnya? Kenapa sampai begitu teganya ia menghianatiku?

“K-kau tidak apa-apa?” tanya Nami gelagapan sambil berjalan kaku menghampiriku. Aku tidak menjawabnya dan memutar arah. Kini aku yang berjalan cepat dan dikejar oleh Nami. Kuhiraukan suarany yang terus memanggillku. Aku terus berjalan sambil menghapus air mata yang terus berjatuhan.

“Donghae-ah~” ucapnya sambil menarik tanganku, membuatku berhenti berjalan.

“Aku mengerti perasaanmu…” lirihnya dan aku hanya tersenyum. Tersenyum sakit.

“Kau pulang saja, sudah sore. Besok kita bertemu lagi disini, jangan lupa!” ujarku masih sambil tersenyum menandakan bahwa ‘aku baik-baik saja’ lalu pergi meninggalkannya yang masih terdiam dengan ekspresi panik. Kurasakan satu tetes air mata membasahi pipiku lagi. Ya, aku benar-benar namja tidak berguna! Yang bisa kulakukan hanya menangis. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak bisa menjaga kekasihku sendiri. Tuhan, apa salahku?

-Donghae POV End-

-Nami POV-

Dia pergi meninggalkanku walau aku tahu sebenarnya dia sangat kecewa dengan apa yang baru saja dilihatnya. Aku merasa bersalah dan kasihan padanya. Sepertinya hanya aku yang bisa membantunya. Ya, aku harus membantunya!

Esoknya…

Aku segera melaksanakan tugasku sebagai orang yang membantu hantu bodoh itu. Mulai dengan mencari tahu hubungan Lee HyukJae dengan Kim Nana melalui para mahasiswa di kampus. Semua jawaban yang kuperoleh sama, bahwa mereka berdua memang menjalin suatu hubungan. Ah~ apa aku harus memberitahu Donghae tentang ini?

Aku berjalan panik berusaha berpikir bagaimana caranya memberitahu Donghae. Dan… BRUK! Aku menabrak seseorang.

“Ternyata kau disini, kucari kau kemana-mana! Membuat pusing saja!”gerutu Donghae saat kami bertabrakan di ruang loker.

“Ah? Emh… a-ada apa kau mencariku?” tanyaku gelagapan.

“Kau lupa, aku kan sudah bilang aku akan menemuimu lagi di taman!” jawabnya dengan nada tinggi.

“Ah? I-iya, maaf aku lupa…”

“Kau kenapa? Sepertinya kau gugup sekali? Apa kau sakit?” tanya Donghae yang mulaicuriga dengan sikapku. Dia menempelkan punggung tangannya di keningku.

“Suhu-mu tidak panas…” ucapnya.

“Tentu saja! Aku ini tidak sakit!” ketusku sambil menangkis tangannya dan kembali merapikan poniku yang di acaknya-_-.

“Emh… aku sudah mencari tahu soal hubungan sahabatmu dengan Nana…” ucapku dengan penuh hati-hati.

Play : Yim Jae Bum – Love

                “Sudahlah, aku sudah tahu semuanya. Dan kau tidak perlu membantuku lagi untuk mencari tahu hubungan mereka” jelasnya dengan senyum yang begitu lembut. Tapi ada garis kecewa di raut wajahnya. Apa mungkin dia masih sedih dengan kejadian kemarin?

“K-kau tidak apa-apa, kan?”

“Aku baik-baik saja. Gomawo karena kau sudah mau membantuku dan mau menjadi temanku…”

“Kau ini bicara apa? Kau bicara seolah-olah akan pergi jauh saja?”

“Kau benar, aku akan pergi meninggalkan dunia ini. Karena seharusnya aku tidak berada disini. Selamat tinggal!” lirihnya lalu pergi.

Dia akan pergi. Tapi kenapa hatiku rasanya sakit sekali? Kenapa rasanya aku tidak ingin dia pergi? Aku tidak ingin dia pergi!

“Tunggu! Kau tidak boleh pergi!” teriakku dan sukses membuatnya berhenti. Aku berjalan menghampirinya.

“Ada apa lagi?” tanya Donghae datar.

“Apa kau tidak akan memecahkan misteri kematianmu?” tanyaku dan membuatnya terdiam. Sepertinya ia sedang berpikir.

“Iya, kau benar juga. Aku belum menemukan siapa yang menyebabkan aku kecelakaan”

“Apa kau benar-benar tidak ingat kejadian itu? Sedetik pun kau tidak ingat?” tanyaku mencoba memulihkan ingatanya. “Coba kau ingat-ingat lagi!”

“Kau ini cerewet sekali! Kalau kau bicara terus, aku tidak bisa mengingatnya!” bentaknya membuatku tersentak kaget. Ish! Dasar hantu galak! ><

-Nami POV End-

-Author POV-

Play : Kim Bo Kyung – Suddenly

Donghae pun mencoba mengingat kembali kejadian yang menimpanya beberapa minggu lalu. Sedikit demi sedikit kejadian itu terlintas dipikirannya.

-Flashback-

                “Donghae-ah~ maafkan aku, tapi kau pantas mendapatkan ini!” ucap HyukJae sambil memotong kabel rem motor milik Donghae yang terparkir di halaman depan universitas. Malam itu keadaan sangat sepi karena para mahasiswa sudah meninggalkan kampus kecuali yang mengambil kelas malam. Sedangkan Donghae, ia masih latihan bersama teman-teman bandnya di kelas musik.

Beberapa menit kemudian, Donghae keluar dari gedung dan segera menaiki motor besar kesayangannya itu. Tanpa disadari apa yang telah terjadi pada motornya, ia segera melajukan motornya dengan kencang. Dongahe terus menambah kecepatan hingga ia tidak menyadari ada sebuah mobil melintas dari arah lain. (liat di MV BoA – Key Of Hearts). Donghae berusaha mengerem motornya yang sudah blong karena perbuatan bejat sahabatnya sendiri. Dan…. BRAKKK!!! Motornya yang tidak bisa berhenti itu menabrak mobil yang melintas tadi hingga ia terpental jatuh di atas aspal sekerasnya. Seketika darah membasahi sekujur tubuhnya. Nafasnya tersenggal berusaha meminta tolong. Namun sayangnya, malam itu suasana jalanan sangat sepi hingga tak ada yang menolongnya sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya.

-Flashback End-

-Dongahe POV-

                “Apa kau sudah ingat?” tanya Nami penasaran.

“Aku sudah ingat… tapi, siapa yang menyelakaiku?”

“Apa kau punya musuh semasa hidupmu?”

“Aniya! Semua orang tak ada yang berani padaku, tidak mungkin aku punya msusuh!”

“Dalam keadaan seperti ini, kau masih saja menyombongkan dirimu! Apa mungkin ada orang yang sakit hati karenamu? Mungkin orang itu kesal karena kesombonganmu…”

“Sakit hati? Apa mungkin…”

-Flashback-

                “Liburan musim panas nanti kau mau kemana?” tanya Nana pada sahabatku, HyukJae.

“Aku… mungkin di rumah saja” jawabnya datar.

“Itu sudah pasti, kau kan tidak punya uang untuk pergi liburan! Haha” ejekku dan membuat HyukJae menatapku. Mungkin tatapan kesal.

“Kau tenang saja, aku akan mengajakmu berlibur ke Paris.” Kataku.

-Flashback end-

                “HyukJae… dia orangnya!” ucapku panik.

“HyukJae? Sahabatmu?” tanya Nami sedikit terkejut.

“Ne, dia yang sudah membunuhku! Aku harus menemuinya!” aku beranjak pergi namun Nami menahan tanganku.

“Tunggu! Apa kau yakin dia pelakunya? Mana mungkin dia orangnya, dia sahabatmu!”

“Sahabat? Sahabat macam apa yang berani merebut kekasih sahabatnya sendiri?! Dia sudah berani mencium Nana didepanku! Dia sudah membunuhku dan merebut Nana dariku! Apa itu pantas disebut sahabat?!” bentakku penuh amarah dan kurasakan air mataku menetes.

“Baik, aku percaya padamu. Tapi izinkan aku untuk membantumu menyelesaikan semuanya…” ucapnya lirih dan matanya berkaca-kaca.

***

Aku terus berlari mengelilingi sekitar kampus dengan Nami untuk mencari HyukJae. Tapi anehnya namja sialan itu tidak ada dimanapun. Padahal Nana sedang bercengkrama dengan teman-temannya di kantin. Apa hari ini dia tidak masuk? Tidak mungkin. Dia kan mahasiswa disiplin juga rajin. (fitnah-_-). Ah, apa mungkin dia sedang di atap?

“Kim Nami, lewat sini!” ucapku memberi petunjuk pada Nami agar mengikutiku menuju atap gedung ksmpus. Dan benar dugaanku. Namja itu kini berada disana. Seperti biasa, ia sedang menikmati secangkir kopi hangat sambil menikmati pemandangan. Arrggkkh! Persetan semuanya! Ingin sekali kupukul dia sekarang juga!

“Nami, ikuti apa yang aku katakan!” pintaku dan Nami hanya mengangguk mengerti.

“Lee HyukJae!” panggil Nami dan membuat namja itu menoleh.

“Ya? Kau siapa?”

“Aku… aku teman Lee Donghae”

“Geurayo? Apa kau punya urusan denganku?” tanyanya santai dan kembali meneguk kopi yang masih di genggamnya.

“Kenapa kau melakukan itu?”

“Itu? Maksudmu?”

“Kenapa kau tega membunuh sahabatmu sendiri?” tanya Nami dengan suara bergetar. HyukJe hanya tersenyum mendengar pertanyaan Nami.

“Jadi kau sudah tahu siapa pelakunya?”

“Jawab pertanyaanku!” bentak Nami.

Play : Shinjae (OST. 49 Days)

                “Kau bilang kau adalah teman Donghae? Apa kau tidak mengenali sifatnya? Karena sifatnyalah aku tega melakukan ini!!” bentaknya membuatku terkejut. Matanya membulat memerah. Baru kali ini aku melihat HyukJae semarah itu.

“Mak-maksudmu?”

“Donghae adalah teman yang sangat baik. Ya, sangat baik sampai-sampai dia selalu merendahkan diriku didepan semua orang! Dia selalu menyombombongkan semua yang ia miliki dan meremehkan aku yang sangat berbeda dengannya! Aku selalu menjadi bahan tertawaan orang-orang karena kata-katanya yang sangat meyakitkan! Dia selalu menjadikan aku seperti orang bodoh! Bahkan dia selalu memepermalukan aku di depan yeoja yang kucintai, Kim Nana… apa kau tidak tahu bagaimana rasanya di rendahkan sahabat sendiri? Apa kau tidak tahu bagaimana rasanya dicaci maki dan ditertawakan semua orang?! Kematian Donghae adalah buah kekecewaanku selama ini! Dia pantas menerimanya!” jelas HyukJae dan air mata terus mengalir membasahi pipinya.

“Hyu…HyukJae…” ucapku tercekat dan air mataku pun terjatuh tanpa henti.

“Jadi… apa kau masih bertanya-tanya kenapa aku melakukan itu? Tolong kau sampaikan pada temanmu. Terima kasih untuk semuanya…” ujar hyukJae lalu pergi melintasi Nami dan aku yang terdiam membatu. Tiba-tiba Nami terjatuh dan menangis sesenggukan diatas lantai.

Aku tidak percaya ini. HyukJae yang kukenal sangat polos ternyata begitu terluka karena semua perbuatanku. Benarkah aku sekejam itu? Bodoh! Kenapa aku begitu kejam pada sahabatku sendiri?! Kenapa aku tidak sadar bahwa semua perkataanku itu membuatnya begitu terluka?! HyukJae, mianhae… jeongmal mianhae…

Kuhampiri Nami yang masih sesenggukan lalu memeluknya. “Sudahlah, kau tidak perlu menangis. Semuanya sudah jelas. Ini semua salahku sendiri…” lirihku.

-Donghae POV End-

***

-Author POV-

2 Hari kemudian…

Play : So Goodbye – OST. City Hunter

BRAKK!! Pintu rumah sederhana itu terbuka setelah seorang polisi menendangnya dengan keras. 2 orang di dalam rumah itu tersentak kaget dengan kedatangan beberapa polisi.

“Saudara yang bernama Lee HyukJae?” tanya salah satu dari mereka.

“Ne, ada apa?” jawab namja bertubuh kurus itu dengan ekspresi panik.

“Anda kami tangkap karena tuduhan pembunuhan saudara Lee Donghae!” ujarnya lalu memborgol kedua tangan HyukJae.

“Pe-pembunuhan?” tanya Nana kebingungan.

“Ya, dia adalah pelaku penyebab Donghae mengalami kecelakaan”

“Mwo? Ini pasti salah! Hyukkie, katakan kau tidak melakukannya!” kata Nana dengan air mata menetes dipipinya.

“Mianhae…” ucap HyukJae sambil menunduk lemas dan para polisi itu pun membawa HyukJae ke mobil tahanan.

“Tidak! Tidak mungkin!! Kenapa ini bisa terjadi?!” teriak Nana begitu histeris. Tangisnya meluap. Dan di ambang pintu, Donghae hanya bisa melihat kekasihnya dengan berlinang mata. Ya, hanya itu yang bisa ia lakukan.

“Aku harap kau bisa mencintai seorang pria dengan tulus. Tidak seperti mencintai aku ataupun HyukJae…” ucap Donghae lirih.

***

Hari sudah berganti menjadi sore. Semburat lembayung senja menghiasi langit begitu indah. Menandakan musim panas hampir tiba. (so’ tau! :D)

Play : Park Boram – Always

                “Akhirnya semua sudah selesai!” ucap Donghae saat berjalan-jalan di dekat sungai Han di temani Kim Nami.

“Ya, aku senang karena semuanya sudah terungkap” kata Nami dan melukis sebuah senyuman di wajahnya. Tiba-tiba Donghae menghentikan langkahnya dan menatap Nami begitu dalam. Ia menggenggam kedua tangan Nami dan membuat Nami sedikit salah tingkah.

“20 hari kau sudah menemaniku, 20 hari kau sudah membantuku, dan 20 hari kau sudah menjadi temanku juga meluangkan waktu untuk seorang hantu sepertiku… gomawo untuk 20 harimu..” papar Donghae dan diakhiri sebuah senyuman lembut dari bibirnya.

“Hanya terima kasih?” ucap Nami dengan nada mengejek. Seketika senyuman di wajah Donghae menghilang.

“Aish! Jadi kau tidak tulus membantuku?!” gerutu Donghae sambil melepas tangan Nami yang dari tadi di genggamnya.

“Haha, dasar pemarah! Aku hanya bercanda. Aku senang membantumu, kapan lagi aku bisa berteman dengan seorang hantu. Apalagi hantu bodoh sepertimu!” ejek Nami sambil terus terkekeh. Dan yang diejek hanya diam menahan kesal. Lalu kembali berjalan.

“Apa setelah ini kau akan pergi?” tanya Nami.

“Ne, ini bukan duniaku lagi” jawab Donghae dan Nami hanya terdiam dengan ekspresi kecewa.

“Kau tidak perlu sedih. Aku tidak akan melupakanmu!” goda Donghae dan membuat wajah Nami memerah merona karena malu.

“Maaf, selama ini aku selalu membuatmu kesal. Dan juga selalu mengejekmu hantu bodoh. Kuakui, sebenarnya… kau lebih pantas dipanggil hantu tampan…” jelas Nami dengan malu-malu. Dan pipinya semakin memerah.

“Ya, aku tahu!” sombongnya.

“Ish, dasar sombong!” umpat Nami kesal lalu berjalan cepat. Tapi dengan sigap, Donghae menarik tangan mungil Nami dan saat Nami berbalik, bibir mereka bersentuhan.

Bibir mereka menyatu disaksikan lembayung senja yang sangat indah. Sebuah ciuman perpisahan juga pernyataan perasaan Donghae yang selama 20 hari ia rasakan pada yeoja yang sudah merelakan waktunya untuk Dongahe.

“Kim Nami, kau ditakdirkan Tuhan untuk bertemu denganku. Aku sangat berharap kita akan bertemu lagi di dunia yang sama. Saranghae…” batin Donghae.

“Donghae-ah~ … kau adalah hantu paling tampan yang pernah kutemui. 20 hari itu, aku tidak akan pernah menyesalinya. Aku akan selalu merindukanmu. Saranghae…” batin Nami.

-THE END-

Leave a comment, please!^^

16 thoughts on “HANDSOME GHOST

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s