I Love My… Sister? Part 2

Title                       : I Love My… Sister? Part 2

Cast                       : Cho Kyuhyun, Lee Tae Rin (as you), Kim KiBum

Genre                   : Comedy, Romance

Author                  : @Shichaaulia

Songfict               : SJ – All My Heart, Hate U Love U, Kyu – 7 Years of Love

Disclaimer          : FF ini murni tercipta dari otak saya. Semua cast adalah milik Tuhan kecuali CHO KYUHYUN, dia MILIK SAYA seorang 😀 Tuhan itu maha mengetahui, jadi jangan pernah bercita-cita menjadi PLAGIATOR 😀

Gambar

-TaeRin POV-

                “Aw! Pelan-pelan sedikit!” Ringis Kyu saat aku mengobati luka di sudut bibirnya.

“Ini juga sudah pelan, cengeng sekali!” Gerutuku.

“Kenapa tadi kau memukulku?”

“Ah? A-aku hanya kaget. Aku tidak sengaja, maaf…” Ucapku pelan sembari menunduk.

“Hah? Kau bilang apa barusan?”

“Ani, aku tidak bilang apa-apa!”

“Ah~ aku yakin tadi kau mengatakan sesuatu.” Goda Kyu.

“Aish, aku minta maaf! Aku tidak sengaja memukulmu! Puas?” Tegasku sedikit membentak dan yang di bentak hanya tersenyum tidak jelas.

“Ah, sudahlah kau obati saja sendiri!” Ujarku sambil melempar kapas yang dari tadi kupegang lalu berlari menuju kamar.


***

Pagi sudah menjelang. Setelah menghabiskan sarapanku, aku langsung bergegas membersihkan rumah. Rumahku memang tidak kotor, hanya ingin memindahkan posisi beberapa benda yang membuatku bosan melihatnya. Tapi, sejak sarapan tadi aku tidak melihat namja tengil itu. Ah~ pasti dia masih tidur. Dasar pemalas!

“Sepertinya lemari ini juga harus aku pindahkan.” Gumamku saat melihat lemari yang cukup besar di ruang tengah. Setelah menghela nafas, aku langsung memulai aksiku (?) dengan mendorong lemari itu.

“Hah~ kenapa berat sekali?” Dengan sekuat tenaga kudorong lemari itu, dan hasilnya hanya beberapa centi lemari itu bergeser T_T.

“CHO KYUHYUN!! CEPAT BANTU AKU!!” Teriakku sambil mendongakkan kepala ke atas, karena kamar namja itu berada di lantai 2, sama sepertiku.

“Aish, kemana namja itu?! Apa dia belum bangun juga?” Gerutuku kesal. Dan terpaksa aku harus mendorong lemari itu sendiri.

“Kau sedang apa?” Tanya seseorang di belakangku. Ah, suara itu! Aku membalikkan badanku dan kudapati namja tengil itu sedang berdiri dengan santainya di atas anak tangga.

“Kau tidak lihat aku sedang apa? Cepat bantu aku!”

“Aku tidak mau jika tidak ada imbalannya.”

“Aish, kau ini! Yasudah, lupakan. Aku juga tidak butuh bantuanmu!”

-KYU POV-

“Aish, kau ini! Yasudah, lupakan. Aku juga tidak butuh bantuanmu!” Ketusnya lalu kembali membalikkan badannya. Tapi, tiba-tiba saja lemari itu seperti bergoyang dan hendak terjatuh.

“RINNE! AWAS!” Teriakku sambil berlari ke arahnya lalu kutahan lemari itu yang hampir saja jatuh tepat di depannya.

“K-kyu…” Ucapnya dengan mata membelalak. Kini ia berdiri tepat di depanku.

“Gwaenchana?” tanyaku sambil tersenyum getir. Karena tanganku mulai pegal menahan lemari yang cukup besar itu.

“A-aku baik-baik saja.” Jawabnya terbata-bata lalu berjalan ke belakangku untuk membantu membenarkan posisi lemari yang sedang kutahan.

“Gwaenchana?” tanyanya cemas.

“Hey, aku ini namja! Itu bukan masalah. Sudahlah, kau kerjakan yang lain saja. Biar aku yang mengurus lemari ini.” Ujarku lalu mulai memindahkan lemari itu dan kulihat yeoja itu masih saja berdiri dengan ekspresi… kaget?

***

-Tae Rin POV-

Jam sudah menujukkan pukul 11.30 siang, dan semua pekerjaan rumah sudah selesai. Itu juga berkat bantuan dari namja yang tadi sudah menyelamatkan nyawaku.

TINGTONG!

Suara bel pintu rumah membuyarkan lamunanku juga Kyu yang sedang asyik dengan PSPnya di sofa ruang tamu.

“Cepat bukakan!” Perintahnya. Dengan malas aku berjalan menuju pintu lalu membukanya.

“Op-pa?” Ucapku tercekat saat melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu.

“Annyeong~ lama tidak berjumpa.” Ucap namja itu begitu ramah.

“Rinne, ada siapa?” Teriak Kyu dari dalam dan membuat senyum namja di depanku seketika menghilang. Aku semakin tercekat dan hanya bisa menelan ludah.

***

                “Jadi, kalian sudah menjadi saudara?” tanya Kibum oppa setelah aku menjelaskan semua yang terjadi. Aku hanya mengangguk lemas dan namja tengil itu malah mengangguk semangat.

“Baguslah kalau begitu.” Ucapnya sambil tersenyum.

“Mwo? Bagus apanya oppa? Aku tersiksa hidup serumah dengannya!”

“Itu bagus, agar kalian tidak berkelahi lagi.”

“Dan, agar kami bisa lebih dekat.” Tiba-tiba saja Kyu yang duduk disampingku langsung merangkulku layaknya seorang kakak.

“YA! Lepaskan bodoh!”

“Bagaimana? Kami cocokkan? Emh, sepertinya kau terlalu lama bertamu. Lagipula kami berdua juga masih butuh banyak waktu untuk mengenal lebih dekat menjadi ‘kakak-adik’ yang baik.” Ujar Kyu dengan nada yang terdengar seperti menyindir.

“YA! Apa-apaan kau ini?!” Aku masih berusaha melepaskan rangkulannya.

“Ya, kau benar. Aku harus segera pulang. Semoga hari kalian menyenangkan. Sampai jumpa Rinne.” Ucap Kibum oppa sambil beranjak dari duduknya dan membungkuk tanda pamit.

“A-andwae! Kibum oppa, jangan dengarkan dia!” Dan sepertinya usahaku sia-sia. Namja ramah itu sudah menghilang dari pandanganku. Sedangkan Kyuhyun, dia hanya terkekh kecil sambil merangkulku.

“YA! LEPASKAN!” Bentakku dan akhirnya dia melepas tangannya.

“Kau ini kenapa berisik sekali? Aku hanya merangkulmu sebentar!” Protesnya.

“Kau! Baru saja kau mengusir temanku! Kenapa kau melakukannya?! Aku tidak suka caramu! Aku benci padamu Cho Kyuhyun!!” Bentakku dengan nafas memburu lalu beranjak pergi.

“Kenapa kau begitu peduli padanya?” Seketika langkahku terhenti. Apa maksud namja itu?

“Kenapa kau begitu mempedulikan namja itu? Apa kau menyukainya?” Tanyanya membuatku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Kuputuskan untuk segera pergi ke kamar tanpa mempedulikan pertanyaan Kyuhyun.

Sesampainya di dalam kamar, jantungku masih berdegup kencang. Kenapa Kyuhyun bertanya seperti itu? Dan kudengar dia seperti marah padaku. Memangnya kenapa jika aku menyukai Kibum oppa? Apa itu salah?

***

Esoknya…

“Ne oppa.” Klik! Sambungan telpon pun terputus. Hari ini Kibum oppa akan menjemputku, dia ingin mengajakku pergi jalan-jalan. Tentu saja aku senang, karena aku tidak akan menghabiskan hariku dirumah bersama namja menyebalkan itu. Sekolah? Kami sedang libur karena memang sedang musim liburan (?).

“Kau mau kemana?” Tanya Kyu saat aku sedang memakai sepatu.

“Bukan urusanmu! Kau jaga rumah saja, aku akan pergi sebentar!” Jawabku ketus sambil membuka pintu.

“YA! Kau ini adikku, aku harus tahu kau pergi kemana dan bersama siapa!” Bentaknya.

“Aku hanya pergi jalan-jalan sebentar bersama Kibum oppa! Berisik sekali! Sudahlah, aku pergi!” Pamitku.

-KYU POV-

                “Aku hanya pergi jalan-jalan sebentar bersama Kibum oppa! Berisik sekali! Sudahlah, aku pergi!” Pamitnya lalu pergi. Mwo? Kibum? Kenapa harus namja itu? Apa mereka akan berkencan? Aish, sudahlah Kyu , kenapa kau mempedulikan mereka?

***

PLAY : SUJU – ALL MY HEART

-Tae Rin POV-

                “Kita akan kemana oppa?” Tanyaku saat di dalam mobil.

“Kau sudah makan?” Tanya Kibum yang sibuk dengan setirnya.

“Siang ini belum. Apa kau akan mengajakku makan?” Tebakku sambil terkekeh.

“Jika kau mau.” Ucapnya seraya memperlihatkan ‘Killer Smile’nya dan membuatku serasa membatu.

***

                “Bagaimana kabar kakakmu?” Tanya Kibum saat kami menikmati makan siang kami.

“Aku tidak punya kakak.” Jawabku cuek.

“Baiklah, bagaimana kabar Kyuhyun? Apa dia masih suka mengganggumu?”

“Tidak seburuk dulu. Mungkin karena dia serumah denganku dan menganggapku sebagai adiknya.”

“Kau sendiri kenapa tidak mau menganggapnya sebagai kakakmu?”

“Entahlah, aku terlanjur membencinya. Sudahlah jangan bicarakan dia.” Mohonku dan diberi anggukan dari Kibum.

Ya, aku membencinya. Tapi terkadang aku merasa nyaman di dekatnya. Sekarang aku sedang bersama Kibum oppa, tapi jantungku tidak sesesak seperti saat bersama Kyuhyun. Apa mungkin aku?

***

                “Kita akan kemana lagi oppa? Hari sudah hampir gelap.” Ujarku saat pulang dari taman bermain. Entah kenapa aku suka sekali pergi kesana. Apalagi dengan permen kapas yang manis ini.^^

“Namsan Tower? Bagaimana menurutmu?”

“Ide yang bagus!” jawabku begitu semangat.

“Kajja!” Seru Kibum sambil mengamit tanganku menuju mobilnya.

***

-KYU POV-

Jam dinding sudah menujukkan pukul 18.00. Kemana anak itu? Kenapa lama sekali? Apa mereka benar-benar pergi kencan?

“Aish, kemana kau Tae Rin?!” Gumamku cemas. Hari ini aku benar-benar merasa bosan di rumah. Saat bermain PSP pun, aku tidak konsentrasi. Kenapa aku begitu mencemaskan yeoja itu? Apa aku benar-benar menyukainya?

***

PLAY : SUJU – STORM

-Tae Rin POV-

                “Grrr… dingin sekali!” Kugosokkan kedua tanganku yang tidak terbalut apapun. Cuaca malam ini benar-benar dingin. Tiba-tiba saja Kibum oppa menggenggam kedua tanganku, membuatku terlonjak kaget.

“Apa sudah merasa hangat?” Tanyanya sambil tersenyum hangat.

“Oppa?” Aku menatapnya heran.

“Wae?”

“Kau sangat berbeda hari ini. Kau membuatku bingung.” Ujarku polos. Kibum semakin menggenggam erat tanganku.

“Aku menyukaimu.” Ucapnya sambil menatap mataku dalam. Aku tersentak kaget dan refleks membulatkan kedua mataku.

“M-mworago?” Tanyaku tercekat.

“Apa aku salah?”

“A-aniya. Tapi… kenapa kau berkata seperti itu?”

“Karena aku menyukaimu.” Jawabnya sambil tersenyum tenang. Sedangkan aku, aku masih terdiam tak percaya. Tuhan, semoga ini hanya mimpi!

***

                “Gomawo untuk hari ini.” Ucapku saat sampai di depan rumah. Setelah kejadian tadi, Kibum oppa mengantarku pulang karena hari sudah malam.

“Perkataanku tadi, apa kau bisa mempertimbangkannya?” Tanya Kibum yang berdiri tepat di depanku.

“Emh, entahlah oppa. Aku bingung. Kau mau memberiku waktu, kan?”

“Tentu.” Ucapnya masih dengan senyuman lembutnya. Aku hendak membungkuk tapi tiba-tiba Kibum oppa memegang kedua bahuku. Dan sedetik kemudian dia mencium keningku.

“Selamat malam Rinne.” Ucapnya begitu lembut lalu masuk ke dalam mobilnya. Aku hanya melambaykan tanganku sebelum akhirnya namja itu berlalu pergi.

Dengan langkah gontai aku masuk ke dalam rumah. Tapi aku dikagetkan oleh Kyuhyun saat aku membuka pintu. Ia sudah berdiri dengan memasang muka horror membuatku sedikit merinding.

“Wae?” Tanyaku bingung.

“Kenapa baru pulang?” Tanyanya dengan nada dingin.

“Bukan urusanmu!” Ucapku sambil beranjak meninggalkan namja itu. Tapi dengan hitungan detik, tangannya sudah menahan tanganku.

“Ada apa lagi? Aku sedang malas berdebat denganmu!” Ucapku dengan nada memelas. Tapi tiba-tiba namja itu mendorongku ke dinding dan menahan bahuku. Matanya melihatku tajam membuatku ketakutan.

PLAY : KYU – THE WAY TO BREAK UP

                “A-ada apa denganmu?” Tanyaku tercekat.

“Kenapa kau mau saja pergi dengan namja itu?! Apa kau tidak tahu bagaimana perasaanku?!” Bentaknya dengan nafas memburu. Matanya memerah.

“A-apa maksudmu?”

“AKU MENCINTAIMU! APA KAU TIDAK MERASAKAN ITU?!!”

“Kyu…” Aku benar-benar terkejut mendengarnya. Sedetik kemudian, Kyuhyun berhasil menciumku. Aku mulai berontak tapi tenaganya terlalu kuat sampai akhirnya aku memohon sambil menangis.

“Kenapa? Tadi kau diam saja saat dicium oleh Kibum!!”

“Kau tidak boleh seperti ini…” Ucapku sambil terisak, “Kau ini kakakku…”

“Ku bilang kau tidak akan pernah menganggapku sebagai kakakmu. Apa aku salah mencintaimu?” Aku menatapnya. Kulihat tidak ada kebohongan disana. Apa dia benar-benar mencintaiku? Tapi kami berdua adalah saudara.

“Sudahlah Kyu, aku lelah…” Ucapku sambil beranjak pergi, tapi lagi-lagi dia menahanku. Dan kali ini dia menarikku ke dalam dekapannya. Dia memelukku erat seolah memberikan ketenangan.

“Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak peduli dengan status kita saat ini, aku sangat mencintaimu… aku sangat berharap kau membalas perasaanku…” Ucapnya lirih membuat dadaku semakin sesak rasanya. Air matakupun kembali mengalir. Tuhan, apa ini juga mimpi?

TO BE CONTINUE… ^^

LEAVE A COMMENT PLEASE! ^^