I Love My… Sister? Part 3

Title                       : I Love My… Sister? Part 3

Cast                       : Cho Kyuhyun, Lee Tae Rin (as you), Kim KiBum

Genre                   : Comedy, Romance

Author                  : @Shichaaulia

Songfict               : SJ – All My Heart, Hate U Love U, Kyu – 7 Years of Love

Disclaimer          : FF ini murni tercipta dari otak saya. Semua cast adalah milik Tuhan kecuali CHO KYUHYUN, dia MILIK SAYA seorang 😀 Tuhan itu maha mengetahui, jadi jangan pernah bercita-cita menjadi PLAGIATOR 😀

Gambar

 

PLAY : SJ – Hate U, Love U

-Tae Rin POV-

Sejak kejadian tempo hari saat Kyu mengungkapkan perasaannya padaku, hubungan kami menjadi ‘semakin’ tidak baik-baik saja. Tak ada perkelahian seperti biasanya, aku selalu mengacuhkannya seperti tidak mengenalnya. Bukan aku bermaksud jahat, tapi sejak kejadian itu perasaanku jadi tidak karuan. Terkadang perasaan benci selalu muncul saat aku melihatnya, tapi terkadang juga perasaan rindu selalu muncul setiap aku tidak melihatnya. Apakah ini yang dinamakan Cinta? Lalu, perasaan apa yang kurasakan pada Kibum Oppa?

***

                “Apa kau sudah menunggu lama?” Tanya Kibum saat sampai di taman yang kujanjikan.

“Aniya.” Jawabku sambil tersenyum simpul.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Emh… 1 minggu ini aku sudah memikirkan jawabannya.”

“Jinjja? Apa jawabanmu?”

“Aku tidak bisa membalas perasaanmu, mianhae…” Jawabku sembari menunduk.

“Aku sudah tahu.” Ucapnya membuatku sedikit terkejut dan refleks mengangkat kepalaku. Kulihat Kibum oppa sedang tersenyum tenang. Dalam keadaan seperti ini dia masih bisa tersenyum?

“Aku sudah menduganya. Gwaenchana, kau akan tetap menjadi adik kesayanganku.” Ujarnya lembut sambil mengusap kepalaku.

Kenapa kau begitu baik oppa? Tapi kenapa aku tidak bisa membalas perasaanmu? Batinku.

***

Kubuka pintu rumah dan mendapati Kyu sedang melihat ke arahku sambil menggenggam telpon.

“Ne, eomma. Kapan kalian akan pulang?” Tanya Kyu yang sepertinya sedang mengobrol dengan eomma di seberang telpon.

“Mwo? 2 minggu lagi? Kenapa lama sekali?”

“Oh, baiklah. Ne, dia baik-baik saja.” Ucapnya sambil melihat ke arahku. Mwo? Baik-baik saja apanya? Aku hampir gila tinggal bersamanya!

“Ne, eomma. Cepatlah pulang!” ucapnya lalu menutup telpon. Aku pun segera menaiki tangga menuju kamar.

PLAY : SJ – All My heart

                “Tae Rin-ah…” Ucap namja itu membuat langkahku terhenti.

“Tadi aku sudah memasakan makanan kesukaanmu. Kau pasti belum makan. Tapi maaf jika makanannya tidak enak.” Paparnya dengan nada… lembut?

Aku tidak mendengar apa-apa lagi. Aku pun menoleh, dan ternyata namja itu sudah menghilang.

“Dia tadi bilang apa? Makanan kesukaanku?” Gumamku. Setelah berpikir beberapa saat, aku pun langsung berlari menuju dapur. Dan ternyata benar, diatas meja makan terdapat banyak makanan yang berhasil membuat air liurku menetes.

“Hmm… sepertinya lezat!” Ucapku lalu segera menyerbu makanan yang menggiurkan itu.

“Ternyata si evil itu pintar memasak juga.” Batinku sambil terus melahap sampai mulutku penuh.

“Sepertinya kau sangat lapar.” Ujar seseorang di depanku. Aku pun mendongakkan kepala dan kudapati Kyuhyun sedang meneguk air putih dan hanya mengenakan handuk.

“UHUKK!!” Seketika semua makanan yang kulahap tadi menyembur keluar.

“Kau kenapa?” Tanya Kyu dengan ekspresi polos.

“YA! Kenapa kau bertelanjang seperti itu?!” Geramku.

“Aku memakai handuk.”

“Ish! Kau membuat selera makanku hilang!” Gerutuku lalu segera pergi.

***

                “Hoam~” Kurentangkan kedua tanganku sambil menguap. Jam beker di atas meja itu sudah menujukkan pukul 08.00 pagi.

“Aku bangun siang lagi…” Gumamku lalu bangkit dari ranjang. Kuturuni satu persatu anak tangga dan berjalan menuju ruang makan. Kulihat banyak makanan dan sebuah catatan berwarna biru langit di atas meja makan.

“Aku pergi keluar sebentar. Sudah kusiapkan sarapan untukmu.^^ -Kyu-.

Aku terheran-heran dengan sikapnya yang akhir-akhir ini begitu lembut apdaku.

“Apa dia salah minum obat? Ah, sudahlah. Lebih baik aku makan saja!” Dengan sigap segera kulahap makanan yang sudah disiapkan namja itu.

***

Jam dinding sudah menujukkan pukul 10.30 siang. Tapi Kyu belum pulang juga. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja rasa cemas menghantui (?) diriku.

“Pergi sebentar? Ini sudah berapa jam? Dasar namja tengil!” Gumamku kesal. Sudah beberapa kativitas kulakukan untuk mengurangi rasa bosanku. Mulai dari main PSP, menonton tv, karaokean, mencuci piring, mengepel lantai, sampai bergulingan di atas ranjang (?). tapi tetap saja bosan rasanya. Bahkan sepertinya aku merindukan namja itu.

‘KREK! Kubuka pintu kamar Kyu yang terletak tepat di depan kamarku. Dengan perlahan, aku memasuki kamar namja itu. Sudah lama aku serumah dengannya, tapi baru kali ini aku masuk ke dalam kamarnya.

“Rapi sekali. Bahkan lebih rapi dari kamarku.” Gumamku saat melihat seluruh sudut ruangan kamar itu. Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah benda berwarna hitam di atas meja kecil disamping ranjang. Kuhampiri benda itu dan menggenggamnya.

“Ini kan ponsel milik Kyu, kenapa tidak dibawa?” Ucapku bingung. Salah satu jariku pun tidak sengaja menekan layar ponsel itu dan terlihat 1 pesan masuk. Entah setan mana yang merasuki pikiranku, tiba-tiba saja jari-jariku beraksi (?) untuk membuka pesan itu.

From : Seohyun

Kenapa lama sekali?

Aku terkejut membacanya, jadi Kyu masih suka menghubungi yeoja itu? Lalu kubaca pesan sebelumnya.

From : Seohyun

Kyuhyunnie, hari ini kau datang kerumahku ya. Orang tuaku baru pulang dari New York.^^

Seketika wajahku terasa panas, tanganku bergetar dan hatiku rasanya sakit. Apa maksud semua ini? Jadi, dia pergi untuk menemui yeoja itu? Refleks kulempar ponsel itu ke atas ranjang dan segera berlari pergi.

Aku terus berlari tanpa arah tujuan. Pikiranku terus tertuju pada namja itu. Aku tidak ingin Kyu dijodohkan dengan yeoja itu. Air mataku pun tak tertahan lagi. Aku tidak ingin kehilangan dia! Sampai akhirnya aku melihat sosok namja itu. Ia tengah berdiri hendak membuka pintu mobilnya.

“Kyuhyun!!” Refleks aku berteriak memanggil namja itu dan kulihat dia menoleh ke arahku dengan ekspresi bingung. Aku berlari ke arahnya dan berhambur di pelukannya.

“Tae Rin? Ada apa? Kenapa tiba-tiba…”

“Jangan tinggalkan aku! Jangan menikah dengan yeoja itu! Kumohon… Aku mencintaimu!” Mohonku sambil menangis di pelukannya.

“Menikah? Siapa yang akan menikah?” Aku pun melepas pelukannya dan menghentikan tangisku.

“Bukankah kau menemui yeoja itu untuk… Jadi, kau tidak akan menikah?” Tanyaku bingung.

“Kau ini bicara apa, apa kau lupa? Kita ini masih siswa SMA!” Aku hanya terdiam berusaha mencerna  perkataan Kyuhhun.

“Oh, aku tahu. Kau cemburu rupanya, hah? Kau takut kehilanganku, kan?”

“A-aniya!” Tegasku.

“Ah~ kau tidak usah berbohong. Dan tadi kau bilang, kau mencintaiku? Apa itu benar?”

“Ka-kapan aku bilang begitu?!”

“Aish, jangan pura-pura amnesia! Yasudah, kalau begitu aku akan pergi ke rumah Seohyun dan me…”

“Gajima! (jangan pergi!)” Mohonku sambil menggengam tangannya.

“Kalau begitu, coba katakan ‘aku mencintaimu’ lagi dengan jelas!”

“Aku mencintaimu, kumohon jangan pergi!” Pintaku sambil memeluknya erat.

***

10 days later…

“Selamat datang ayah, ibu!” Ucapku saat menjemput Ayah dan Ibu di bandara. Segera kucium pipi mereka dan memeluk satu persatu untuk melepas rindu. Sedangkan Kyu, ia sedang membantu membawakan beberapa koper.

“Tae Rin, selamaAyah dan Ibu tidak ada, apa Kyu menjagamu dengan baik?” Tanya Ibu dengan nada terdengar seperti menyindir.

“Ah, dia membuatku gila, Bu!” Jawabku kuga bermaksud menyindir.

“Awas kau Rinne, akan kuhukum kau!” Ancam Kyu dan membuat kami bertiga tertawa.

Dengan berkumpulnya kembali Ayah dan Ibu, kami jadi seperti keluarga paling bahagia di dunia ini. Apalagi sejak kejadian ‘pengungkapan perasaanku’ pada Kyu. Kami berdua jadi seperti sepasang kekasih. Sangat berbeda seperti dulu yang selalu ribut layaknya Tom & Jerry. Tapi, kami tidak pernah mengumbar ekmesraan di depan Ayah ataupun Ibu. Kami masih menyembunyikan hubungan ‘terlarang’ ini rapat-rapat. Kami hanya bisa berkencan di sekolah ataupun di cafe. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika Ayah mengetahui hubunganku dengan Kyuhyun. Semoga saja tidak akan pernah ada yang tahu.

***

                “Tae Rin, Kyuhyun, Ayah dan Ibu harus pergi dulu. Tolong kalian jaga rumah sebentar!” Perintah Ibu.

“Ne, arraseo.” Ucapku dan Kyuhyun bersamaan. Ibu hanya mengangguk lalu pergi.

Tiba-tiba saja Kyuhyun menatapku sambil tersenyum ‘evil’. Aku terkejut melihatnya dan hanya bisa menelan ludah.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanyaku gugup dan Kyuhyun mendekatiku sampai aku terkunci di sudut sofa.

“Ayo kita buat ramen!” Bisiknya membuat lemas seketika. Kyuhyun pun menarikku ke dapur. Akhir-akhir ini dia suka sekali dengan ramen buatanku. Sepertinya bakat ayahku sudah mengalir (?) di darahku. Saat aku sedang memasak mie ramen, Kyuhyun tidak bisa diam. Ia terus saja menggodaku membuatku tidak bisa konsentrasi dengan ramen yangs edang kubuat.

Kali ini tangan jail Kyu memegang kedua pipiku. Matanya menatapku dalam seakan menusuk jantungku.

“Kau kenapa?” Tanyaku. Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya lalu emnempelkan bibirnya pada bibirku. Semula aku terkejut, dan aku hanya bisa diam tidak bisa berbuat apa-apa.

“Apa yang kalian lakukan?!” Tanya seseorang dan membuatku refleks melepas ciuman kami. Aku terlonjak kaget saat kudapati Ibu dan Ayah tengah berdiri di ambang pintu.

***

PLAY : KYUHYUN – 7 Years of Love

                “Jadi ini perbuatan yang sering kalian lakukan dibelakang kami?!” Tanya Ayah dengan nada tinggi.

“Tidak Ayah, tadi itu hanya…” Ucapku.

“Hannya berciuman? Begitu? Apa kalian tidak sadar yang tadi kalian lakukan adalah salah?! Kalian itu sedah menjadi saudara! MEMALUKAN!!”

“Kenapa kalian melakukan itu?” Tanya Ibu dengan suara bergetar. Aku dan Kyu masih bergeming dan menunduk.

“Jawab pertanyaan Ibu!!” Betak Ibu.

“Karena aku mencintainya!” Jawab Kyuhyun membuat kami bertiga terkejut.

“Apa kau bilang? Mencintainya?!”

“Ya, Ayah. Aku sangat mencintai Rinne. Aku ingin menikah dengannya!”

“Kyu… apa yang kau bicarakan?” Ucapku.

“Baik, jika itu maumu. Silahkan tinggalkan rumah ini!”

“Ayah…” Kini air mataku berhasil keluar.

“Baik, itu tidak masalah.” Jawab Kyu. Aku menatapnya tidak percaya. Kenapa dia malah menyetujuinya?

‘PLAK!! “Cho Kyuhyun! Apa kau sudah gila, hah?!” Aku terkejut saat Ibu menampar Kyuhyun begitu keras. Sampai rasanya aku juga bisa merasakan sakitnya. Aku pun beranjak dan mengahampiri Ibu, “Maafkan kami Ibu, kami tidak akan melakukannya lagi.”

“Jika kau tidak mau meninggalkan rumah ini, akhiri hubungan kalian sekarang juga!” Tegas Ayah. Tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tanganku dan menggenggam erat.

“Tidak Ayah. Aku tidak akan pernah mengakhirinya!” Ujar Kyu membuat kami semakin terkejut. Aku menatap Kyu bingung. Kenapa dia lebih memilih aku daripada Ibunya sendiri? Ya Tuhan, katakan ini hanya mimpi…

TO BE CONTINUE…

LEAVE A COMMENT PLEASE! ^^

31 thoughts on “I Love My… Sister? Part 3

  1. alficho says:

    jangan gitu dong.. aku nangis nih… kasiaaaann, semoga orangtua mereka bisa ngasih restu. kyuhyun sama taerin harus berjuang!! aku tunggu lanjutannya yaaaa..
    suka banget nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s