[FanFic] Don’t Leave Me (Part.1)

 

This FF is from one of  @SparkyuINA member/follower :

Nama : Aileen Louisa

Alamat: Bekasi

Umur : 15 yo

Twitter : @aileenlouisaa_ 

 

Suka nulis FF? pengen juga FF nya dimuat di WP kita ini? READ HERE >> fanfiction

 Happy Reading! Don’t Forget to leave comment(s) 🙂

Author : @aileenlouisaa_

Genre : Family, Brothership, romance

Rating : PG-13

Cast :

  • Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun
  • Im Yoona as Im Yoona
  • Lee Donghae as Choi Donghae

Other cast :

  • Choi Siwon as Kyuhyun and Hae appa
  • Tiffany Hwang as Kyuhyun and Hae umma
  • Shim Changmin as Kyuhyun’s friend

 

 

– Kyuhyun POV –

“Saranghaeyo Im Yoona, maukah kau menjadi kekasihku ??”aku berteriak ditengah lapangan sekolahku. Aku menyatakan cintaku pada wanita yang kucintai, Im Yoona. Hatiku berdebar sangat keras. Aku takut ditolak. Aku memegang sebuket bunga mawar merah ditanganku.

“aku menghargai semua keputusanmu. Tak apa kalau kau menolakku. Yang penting aku..” Ucapanku terpotong karena Yoona menempelkan jari telunjuknya di bibirku.

“Choi Kyuhyun ! kenapa kau pesimis sekali ?? aku mau menjadi kekasihmu.”seru Yoona seraya tersenyum. Aku masih terdiam. Apa dia bilang tadi ? dia mau jadi kekasihku ? senyum mengembang diwajahku. Aku menjatuhkan sebuket bunga yang ku bawa dan langsung memeluknya.

PROK PROK PROK

Tiba- tiba aku mendengar banyak orang yang bertepuk tangan. Aku melepaskan pelukanku dan melihat sekeliling. Semua siswa- siswi melihat kearah kamu dari pinggir lapangan. Wajahku memerah.

“Ya ! Kyu-ya ! kau tak sadar kalau kau mengucapkannya sangat keras ditengah lapangan ??”bentak Yoona bercanda. Aku sangat mencintainya. Aku menyukai senyumnya, sikapnya, wajahnya. Semuanya ! aku langsung menggandeng tangan Yoona karena aku malu sekali menjadi perhatian orang.

.

.

.

Skip time

.

.

.

“Yoona-ya, hati- hati dijalan ya..”ucapku pada Yoona. Ia pulang bersama supirnya. Yoona memang anak orang kaya. Ayahnya adalah pemilik perusahaan besar di Korea. Dan kalau keluargaku, ayahku juga pengusaha, walau tidak sebesar perusahaan Yoona.

Aku ingin segera pulang dan mengatakan kabar baik ini pada hyungku…

.

.

.

“Hyung aku pulang !”Seruku. kedua orang tua kamu bekerja. Ibuku adalah seorang designer. Ia memiliki sebuah butik besar. Dan hyungku berbeda satu tahun denganku. Aku kelas 2 SMA dan Donghae hyung kelas 3 SMA. Hari ini Donghae hyung tidak masuk sekolah karena sakitnya kambuh lagi. Hyungku memiliki penyakit jantung yang cukup parah. Kemarin ia sampai harus dirawat dirumah sakit. Tapi hari ini ia sudah pulang. Syukurlah hyungku ini baik- baik saja. Aku sangat menyayanginya.

“halo Kyu, kau sudah pulang.”ucap Donghae sambil tersenyum. Aku membalas senyumnya. Aku tak sabar ingin memberitahukan kalau aku sudah jadian dengan Yoona. Donghae-hyung tak pernah tahu apa- apa tentang Yoona. Aku mau memberinya kejutan. Hahaha..

“Donghae hyung, aku mau bilang sesuatu.”ujarku lalu duduk samping tempat tidurnya.

“Hyung juga mau mengatakan sesuatu.. “katanya. Aku penasaran. “hyung mau bilang apa ? hyung duluan aja deh yang ngomong.”kataku.

Ia menggosok tengkuknya, pipi tirusnya juga memerah. “hyung…… sedang jatuh cinta ya ??”tebakku sambil meninju kecil bahunya. Ia tertawa kecil.

“aku sebenarnya sudah lama jatuh cinta.. dengan seseorang..”katanya dengan wajah memerah. Aku tersenyum. Hyungku jatuh cinta rupanya. Siapa wanita yang bisa menaklukan hati hyungku ini ?

“Im Yoona…”ujarnya pelan. Aku terdiam. Tadi dia bilang siapa ? Im Yoona ? Im yoona… kekasihku ? “si-siapa hyung ?”tanyaku lagi. “ah kyu-ya ! kau membuatku mengulang 2x ! dengarkan baik- baik. Im Yoona !”jelasnya. ia menekankan nama ‘Im Yoona’. Aku masih terdiam.

“aku.. ingin memilikinya walau hanya sesaat.. aku sudah menyukainya sejak aku menjadi anggota OSIS dulu. Saat ia meminta tanda tanganku, aku menyuruhnya menyanyikan lagu anak- anak. Aku melihat wajahnya yang memerah. Tiba- tiba aku merasakan ada yang aneh di hatiku. Sepertinya aku mengalami ‘love at the first sight’ hahaha.”jelasnya.

“hyung.. kenapa baru bilang sekarang ?”tanyaku. ia tersenyum lagi. “aku malu tau… aku takut kau akan meledekku. Jadinya aku baru mau bilang sekarang. Hehehe. Oh iyaa, kira- kira Yoona sudah punya pacar belum ya ??”Tanyanya. apa yang harus kukatakan ? masa iya aku harus mengatakan ‘iya dia punya, namanya Choi Kyuhyun’. Aku tak mau menghancurkan hati hyungku begitu saja.

“sepertinya belum hyung..”ucapku. aku bingung mau bilang apa lagi. Donghae hyung tersenyum lega. “untung sajaa. Ah iya Kyu, kau kan teman sekelasnya, kau bisa tidak membantuku mendekatinya ?? ayolah.. kumohon… aku tak tahu sampai kapan aku akan bertahan. Aku hanya ingin memilikinya walau hanya sesaat.” Aku terdiam. Mana mungkin aku menolak permintaan hyungku. Dan tak mungkin juga aku menjodohkan hyungku dengan pacarku. Ya Tuhaann, aku harus bagaimana…

-Kyuhyun POV end-

***

-Donghae POV-

“untung sajaa. Ah iya Kyu, kau kan teman sekelasnya, kau bisa tidak membantuku mendekatinya ?? ayolah.. kumohon… aku tak tahu sampai kapan aku akan bertahan. Aku hanya ingin memilikinya walau hanya sesaat.”pintaku pada Kyuhyun. Adik kesayanganku. Ia tampak berpikir keras. Selang beberapa menit, akhirnya ia mengangguk. Aku sangat senang. Aku memeluk tubuh adikku.

“gomawo Kyuu, kau benar- benar adik kesayanganku.”ucapku. “ne hyung.. ta-tapi, lepaskan pelukanmu Lee Donghae ! kau akan membuatku mati ditempat.”ucapnya ketus. “dasar kau evil. Panggil aku hyung !”ucapku sambil menggetok kepalanya.

“oh iya Kyu, bukannya tadi kau bilang mau bicara sesuatu ? apa ??”tanyaku. ia terlihat bingung. “emm.. emm, aku.. aku mau bilang kalau besok aku mau pergi keluar bersama Changmin dan Minho. Hehehe.” ucapnya sambil nyengir.

“yasudah kalau mau keluar. Jangan lama- lama. Aku tak mau makan malam sendirian besok.” ucapku. aku tak pernah mau makan sendirian. Kyu selalu menemaniku. Karena orang tuaku, Choi Siwon dan Tiffany selalu bekerja dan pulang malam hari.

-Donghae POV end-

***

-Yoona POV-

Hari ini Kyuhyun mengajakku jalan- jalan. Ia menelponku dan menyuruhku menunggu di taman tengah kota pukul 5 sore. Sudah 5 menit lewat dari jam yang ia katakan. “kemana kau Choi Kyuhyun.”gumamku sambil melihat jam tanganku.

“Mianhae Yoona-ya aku terlambat.” Tiba- tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang. Ternyata itu Kyuhyun yang baru datang. Ia menggaruk tengkuknya yang sepertinya tidak gatal. Aku memajukan bibirku.

“kau ini, baru pertama kali kencan saja sudah terlambat. Bagaimana seterusnya ?” Omelku sambil membelakanginya. “mianhae Yoona-ya.. tadi aku menemani hyungku dirumah..”bujuknya.

Aku baru ingat kalau hyungnya sakit. Aku mengenal hyungnya cukup baik, karena dia sunbaeku disekolah. “baiklah.. aku lupa soal hyungmu.. bagaimana keadaan Donghae oppa ?” Tanyaku. “keadaannya sudah membaik. Hehe.”ucapnya sambil tersenyum senang.

Aku dan Kyuhyun berjalan- jalan ditaman, kami membeli gulali dan memakannya bersama. Aku sangat senang hari ini. Aku bisa pergi bersama laki- laki yang kucintai. Aku menyukainya sejak pertama kali masuk sekolah. Saat itu Kyuhyun membantuku mengerjakan soal matematika. Aku merasakan ada yang aneh dihatiku. Sejak saat itu kami jadi akrab, dan rasa aneh itu ternyata adalah cinta. Dan siapa sangka, Kyuhyun juga menyukaiku saat ia mengajarkanku soal matematika itu. hahaha.. sungguh aneh.

Sudah pukul setengah 7 malam. Langit sudah mulai gelap. Kyuhyun mengajakku duduk di kursi taman. Rasa aneh mengganjal di dadaku. Ada apa ?

“Yoona-ya.. aku ingin mengatakan sesuatu..”ucapnya dengan wajah serius. Aku terdiam menatap wajahnya. Ada apa ini ? “berhenti mencintaiku..” ucapnya lirih. aku tertegun.

-Yoona POV end-

***

-Kyuhyun POV-

“Berhenti mencintaiku..”ucapku lirih. hatiku sakit saat aku mengatakan hal itu padanya. Ia terdiam memandangku. Baru kemarin aku mengatakan kalau aku mencintainya. Tapi sekarang aku menyuruhnya untuk berhenti mencintaiku. Terdengar sangat aneh tentunya.

“Kyu ? jangan bercanda.”ucapnya. aku menghela napas. “aku tidak bercanda Yoona-ya..”ucapku pelan. “jelaskan padaku ada apa.”ucapnya tegas.

“aku mohon, bisakah kau menjadi kekasih Donghae hyung ?”tanyaku. hatiku benar- benar perih. Aku tak menyangka aku akan benar- benar mengatakannya. Aku menjelaskan semuanya pada Yoona. Mengenai permintaan Donghae hyung. Yoona mulai menangis. Aku memeluknya.

“Kau jahat Kyu..”katanya disela- sela tangisnya. “cobalah untuk mencintai Donghae hyung.. dia orang yang baik.. kau bisakan membantuku membahagiakannya ?”Tanyaku. mataku memanas. Aku tidak boleh menangis juga.

Aku melepaskan pelukanku lalu memagang kedua bahunya. “yoona-ya.. lupakanlah aku..”ucapku dengan suara serak. Air mataku mulai menetes. Aku tak bisa menahannya lagi. Yoona masih terus menangis. Kemudian ia memelukku.

“aku akan menjadi kekasih Donghae oppa..”ucapnya sambil memelukku. Hatiku sakit. Sangat sakit. “tapi jangan suruh aku berhenti mencintaimu ataupun melupakanmu.. itu terlalu sulit untukku..”pintanya. aku mengelus kepalanya.

“ya.. tak apa.. tapi belajarlah mencintai Donghae hyung..”ujarku lagi. Ia mengangguk. Aku menyeka air mataku. Aku menatapnya dalam- dalam. “aku akan mengatur pertemuanmu dengan Hae hyung. Nanti akan kuberi tahu waktunya oke?” Kataku sambil berusaha tersenyum. Yoona menatapku. Ia mau menangis lagi, tapi ia menahannya. Ia mengangguk.

Aku merengkuh tubuhnya dalam pelukanku. “mungkin ini akan jadi yang terakhir Yoona-ya.. mianhae aku menyakiti hatimu..” Aku harus meminta maaf padanya. Aku mencium keningnya. Mungkin ini akan jadi yang pertama dan terakhir.

“sudah Yoona-ya, jangan menangis lagi. Kau harus menghapus air matamu, nanti ahjumma bisa menghajarku kalau tahu aku membuat anaknya menangis. Kau tahu sendirikan ummamu tadi. Ia memandangku dengan pandangan menusuk ! bulu kudukku sampai merinding.”ucapku mencoba bercanda. Yoona tersenyum. Ia meninju pelan tanganku.

Aku menggandeng tangannya. “ayo kuantar pulang.”ucapku. ia mengangguk. Aku mau menikmati hari ini. Ini adalah hari terakhirku memiliki hubungan khusus dengan Yoona. Mianhae Yoona ya.. aku menyakitimu…

.

.

.

Skip time

.

.

.

Aku baru sampai dirumah, sudah pukul setengah 8 malam. Sudah lewat jam makan malam. Hae hyung kan tidak mau makan sendiri. Ia pasti belum makan. “Hae hyung.. Hae hyung..”aku memanggilnya. Tak ada jawaban.

“Park Ajusshi, mana Donghae hyung ?”Tanyaku pada Park ajusshi, kepala pelayan dirumahku. “Tuan muda Donghae kambuh lagi, tuan.. dia ada dirumah sakit Seoul sekarang. Tuan Siwon dan Nyonya Tiffany tadi pulang cepat dan langsung mengantarkan Tuan muda Donghae ke rumah sakit.”jelasnya. aku membulatkan mataku. Donghae hyung kambuh lagi ?

Aku langsung mengambil kunci mobilku dan melesat kerumah sakit Seoul.

.

.

.

Skip time

.

.

.

Aku mencari nomor kamar yang disebutkan resepsionis rumah sakit tadi. Kamar VVIP nomor 309. Ah ini dia. Aku membuka pintu dan melihat appa dan umma sedang duduk disamping tempat tidur Donghae hyung.

“Donghae hyung !!” aku memanggilnya. Ia menoleh padaku dan tersenyum. “ah, kau datang Kyu-ya..”ucapnya lemah. aku menghampirinya dan menggenggam tangannya. “Kenapa kau bisa kambuh lagi hyung ?”Tanyaku cemas. Belum sempat aku menjawab, apa menarik bajuku lalu menamparku. Aku tertegun.

“dasar anak bodoh ! aku sudah mempercayakanmu untuk menjaga hyungmu ! kenapa kau meninggalkannya ?!”Bentak appa marah. Aku tejatuh dilantai karena tamparan appa. Pipiku terasa sakit, tapi hatiku lebih sakit. Appa memang menitipkan Hae hyung padaku. Ia menyuruhku menjaganya.

“mianhae appa.. tadi aku pergi bersama Changmin dan Minho..”Ucapku pelan. “Siwon ! bisakah kau tak bersikap kasar pada Kyuhyun ??”Ucap umma. Ia membantuku berdiri.

“appa.. ini bukan salah Kyuhyun. Tadi tiba- tiba saja dadaku sakit, tapi aku tidak memanggil siapapun dan malah diam saja..” Ucap Donghae hyung membelaku. Hatiku snagat sakit. Setelah tadi putus dengan Yoona, sekarang karena appa. Mataku terasa panas. Aku ingin menangis. Tapi aku tidak boleh menangis.

“Mianhae appa, aku tak akan mengulanginya lagi.”ucapku. setelah itu aku langsung keluar dari kamar Donghae hyung. Aku mendengar Hae hyung dan umma memanggil namaku, tapi aku tidak menghiraukannya. Aku hanya butuh sendiri sekarang. Aku pergi ketaman rumah sakit.

Aku duduk terdiam. Aku menangis. Air mata ini mengalir begitu saja, tanpa bisa kuhentikan. Aku mengambil handphoneku. Aku mencari di kontak, nama ‘Yoona’. Aku membutuhkannya saat ini. Tapi aku baru ingat, ia bukan lagi milikku. Tapi.. untuk kali ini saja. Aku benar- benar membutuhkannya..

 

 

-To be continue-

8 thoughts on “[FanFic] Don’t Leave Me (Part.1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s