[FF] Until You’re Mine [2 of 3]

until-youre-mine-photo

Author : GSD

Title  : Until You’re Mine [2 Of 3]

Cast : Cho Kyuhyun, Han Hye Jin, Park Eun Hye, Kang Eun Soo Kim Kibum, Lee  Sungmin

Genre  : Romance

Rating : PG 13

Length : Chaptered.

  “Kau tidak bisa melakukan semua hal. Pasti ada beberapa hal yang tidak bisa kau lakukan.Tidak bisa kau lakukan sendiri atau memang kau benar-benar tidak bisa melakukannya.Dan itu tidak masalah.Kau tidak diharuskan bisa melakukannya.Tidak ada yang memaksamu. Tidak semua yang kau ingin kan dapat kau miliki kan? Kalau terus begini, ini jadi terasa seperti kau yang memaksakan dirimu sendiri” –Lee Sungmin

 “Ini teredengar sangat bodoh bukan? pacar dan mantan pacar berada dalam satu tempat yang sama. Kalian seperti sedang memperebutkan hal yang sama! kalau dia benar mencintaimu, dia tidak akan membuatmu memilih” –Kang Eun Soo

 * * * 

Perlahan tapi pasti, dengan kecepatan langkah Normal,  Hye Jin berjalan menghampiri lapangan tempatnya semula melakukan Janji, pertemuan selepas kelas terakhirnya hari ini.

Walau dengan rasa canggung yang berkumpul lantaran terlalu banyak Namja yang memenuhi lapangan karena tempat itu baru saja digunakan untuk berlatih berbagai olah raga,  Hye Jin  tetap menerobos kerumunan dan menghampiri kerumunan lainnya dipinggir lapangan.

“oppa!” seru gadis itu lalu tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya beberapa meter sebelum ia benar-benar sampai pada tujuannya.

Kyuhyun yang sedang bersantai selepas permainan bola-nya beberapa waktu yang lalu sontak mendelik terkejut dan langsung menolehkan kepalanya mencari sumber suara tersebut. Ia memandangi  Hye Jin tidak percaya bahkan ketika gadis itu telah sampai dan berdiri tak jauh darinya.

“apa tadi kau bilang? Oppa?” serunya terkejut. “woah… tumben sekali kau memanggilku oppa. pasti ada maksud terselubung” Gumam Kyuhyun yang laly melontarkan pandangan menyelidiknya bagi gadis bergolongan darah AB tersebut.

“cih!” decak  Hye Jin langsung. menampilkan wajah jijiknya saat Kyuhyun tengah tersenyum sumringah.

Sungmin tersenyum lebar setelah selesai menghabiskan seluruh persediaan air dari botol miliknya

“dia tidak sedang memanggilmu, Kyuhyun-ah. Tapi aku!” ucapnya kemudian terkekeh dan bangkit dari duduknya.

“mwo?”

“dasar Narsis!” cibir  Hye Jin dan menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.

“aku duluan ya. jangan lupa besok kita latihan lagi!” ucap sungmin sebelum ia benar-benar pergi.

“duluan? Loh? Ya~ kalian mau kemana?” kyuhyun bersingut cepat setelah menandaskan air minumnya juga.

“rahasia!” balas sungmin cepat dan tertawa lagi. “Cha! Kajja!” ia lalu merangkul  Hye Jin dan membawa gadis itu pergi segera.

“Yaa! Hyung!  Hye Jin!!”

~~

Hye Jin tertawa lebar ditengah matanya yang sibuk menelusuri wajah Sungmin.Bibir mungilya tak henti mengeluarkan berbagai cibiran tak berarti serta tawa riang diudara. “jadi kau memintaku menemuimu sekarang hanya untuk mengundangku datang keacara ulang tahunmu saja oppa?

Sungmin mengangguk perlahan.Tawa renyah itu kembali pecah dari mulut gadis kurus itu. “astaga.. apa tidak bisa kau katakan lewat pesan singkat saja??”

“bukankah ini terlihat seperti undangan emas? Aku sengaja mengundangmu secara langsung Karena kau adalah tamu specialku!” elak Sungmin dan lalu ia terkekeh mendengar alasannya sendiri.

arrasseo. Kau membuatku merasa tersanjung kalau begitu”

“memang sudah seharusnya  begitu kan?”

“lalu apa alasanmu melakukan ini? jangan bilang kau mengharapkan imbalan dariku? Kau menginginkan kado special juga dariku. Tck, mudah ditebak! Licik!”  Hye Jin mecibir sambil mengibaskan tangannya diudara.

“memangnya kenapa kalau aku meminta kado special? kau memang harus memberikanku kado special. Karena aku telah menjadikanmu tamu specialku!” ucap Sungmin, menganggukan kepalanya mantap. “sebaiknya apa yang harus kuminta ya? uangmu kan banyak. Aku bisa minta apa saja kalau begitu…” ia bergumam sendiri.

“aish! Yaa! oppa!siapa bilang uangku banyak?!”

Sungmin menaikan dua alisnya memandangi  Hye Jin hingga gadis itu kikuk sendiri, “aku hanya mahasiswa biasa begini. Bagaimana bisa aku memiliki banyak uang?”

Sungmin terkekeh puas melihat  Hye Jin yang semakin menciut dihadapannya. Dengan lembut ia menepuk kepala gadis itu pelan, “aku hanya bercanda,  Hye Jin. Aku tidak butuh kado apapun darimu. Hanya dengan kau datang saja aku sudah sangat senang.”

“apa aku begitu penting untukmu, oppa? aigoo~” gumam  Hye Jin penuh percaya diri, sedangkan Sungmin hanya bergidik geli melihat tingkat kenarsisan gadis dihadapannya ini.

“akhir-akhir ini… kau sedikit berbeda. Wae? Apa yang terjadi?” tukas Sungmin lagi, yang akhirnya mengeluarkan maksud utama mengapa ia meminta bertemu dengan  Hye Jin secara pribadi.

Perlahan, senyuman lebar diwajah  Hye Jin memudar dan digantikan oleh ekspresi datarnya. Semakin lama semakin merundukan kepalanya, lalu menggeleng dari dalam sana. Membuat Sungmin menghela nafasnya lagi dengan iba.

“bocah itu benar-benar” gumam Sungmin seakan tahu masalah yang terjadi pada  Hye Jin walau gadis itu tidak mengatakan apapaun kepadanya. Terlalu paham untuk orang yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun ini.

“kau tahu  Hye Jin. Semakin hari, aku semakin merasa bersalah karena telah mengenalkan kalian berdua.” Aku Sungmin jujur.

“pertama kali maksudku hanyalah agar Kyuhyun dapat beranjak dari hidupnya yang terlihat begitu menyedihkan sejak Eun Hye meninggalkannya. dan menyatukan kalian karena kulihat kau juga memerlukan seseorang dalam hidupmu. kau tahu… aku hanya tidak ingin kau terlalu lama melakukan semuanya sendiri saat itu. tapi sekarang, aku malah ingin semua kembali seperti semula saja. kau lebih baik sendiri dengan hidupmu dan Kyuhyun lebih baik sendiri dengan hidupnya yang merana itu.”

“itu namanya menyesal. Bukan merasa bersalah!” bantah  Hye Jin cepat, merasa tidak terima.

“menyesal dan merasa bersalah.” Sungmin menakankan dengan sangat jelas.

“jangan begitu oppa.”

“benar apa yang Kibum dan Eun Soo katakan. tinggalkan saja Kyuhyun. dia tidak akan pernah bisa berubah.”

“kenapa tidak? semua orang memiliki kesempatannya masing-masing begitupun dengan Kyuhyun. aku yakin dia bisa melupakan Eun Hye eonni perlahan tapi pasti. Aku hanya perlu berusaha lebih keras lagi, oppa.iyakan?”

Sungmin hanya bungkam mengunci mulutnya rapat-rapat tanpa memberikan jawaban walau hanya dari sekedar anggukan kepala saja.ia merasa terlalu jengah dengan semua yang telah terjadi selama ini.

ani, itu akan terlalu sulit”

“sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa”

“ Hye Jin..”

“aku bisa oppa. percaya saja denganku.”

“bukannya aku meragukan kemampuanmu. Aku hanya bersikap realistis.sesempurna apapun seseorang, mereka tetaplah manusia biasa yang memiliki kelemahan. Kau tidak bisa melakukan semua hal  Hye Jin. Pasti ada beberapa hal yang tidak bisa kau lakukan.Tidak bisa kau lakukan sendiri atau memang kau benar-benar tidak bisa melakukannya.Dan itu tidak masalah.Kau tidak diharuskan bisa melakukannya.Tidak ada yang memaksamu. Tidak semua yang kau ingin kan dapat kau miliki kan? Kalau terus begini, ini jadi terasa seperti kau yang memaksakan dirimu sendiri” nasihat Sungmin pada  Hye Jin.

Sadar akan perkataan yang hanya menjadi sebuah wisata telinga bagi gadis berambut panjang ini, Sungmin kembali menghela nafasnya dengan berat. Pada akhirnya, ia pun harus mengakui kebenaran apa yang Eun Soo telah katakan sebelumnya, bahwa Han Hye Jin, adalah seorang gadis dengan tingkat sifat keras kepala diatas rata-rata manusia normal pada umumnya.

Han Hye Jin POV

Mataku membulat terkejut saat mendapati sosok tak asing itu berdiri dipintu sedan hitam milik Kyuhyun.tidak terlihat menyeramkan memang. tapi membuatku sedikit sebal. Entahlah..

“kenapa ada Eun Hye eonni?” tanyaku pada Kyuhyun yang tengah memasukan barang bawaanku kedalam bagasinya. Ia mengikuti arah pandanganku sekilas lalu kembali mengangkat koper terakhirku.Menutup pintu bagasinya dengan setengah membanting dan menggaruk kepalanya kikuk.

Seakan pertanyaanku tadi adalah sebuah racun baginya, ia lebih memilih untuk menggaruki kepalanya yang kuyakin tidak gatal itu sambil memandangi sekitarnya, “itu… Minwo tidak bisa ikut karena harus melakukan pemotretan di China. Dan..dia tidak ada yang mengantar. Jadi kutawarkan saja kemarin untuk berangakt dengan kita”

“oh..” balasku cepat. Dan singkat. Bukannya apa-apa. Aku hanya tidak tahu harus mengeluarkan komentar apa. Bukan hanya hatiku saja yang kacau tapi isi kepalaku pun begitu.

Menawarkan? Apa aku tidak salah dengar?Kenapa dia begitu jujur kepadaku dengan mengatakan bahwa dia sendiri yang menawarkan tumpangan?berbagai pikiran negative mulai muncul, tapi dengan cepat kuabaiakan lagi. tidak boleh berfikiran aneh dulu, belum tentu semua yang kupikirkan itu benar. iya kan?

“kau—ngg… mianhae, aku..”

“gwaenchana” selaku cepat, lalu tertawa. Entah akan terdengar seperti tawa robot atau apalah itu ditelinganya. Aku hanya mencoba meyakinkannya bahwa ini tidak masalah bagiku.

Tidak masalah.

Tidak..

Oh, oke, Mungkin masalah. Tapi hanya sedikit.Dan itu tidak begitu penting. Untuknya.

“benarkah?” Kyuhyun mengernyitkan wajahnya,  “Hye Jin, aku—“

“ya~ aku benar tidak masalah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sudahlah..sebaiknya kita segera berangkat. Jangan sampai jadi rombongan terakhir. Nanti tertinggal banyak hal menarik disana!”

Kuseret Kyuhyun yang tengah mematung dengan ekspresi tak terdefinisinya itu, “kajja!”

“Hye Jin, maaf aku merepotkan kalian. sebenarnya aku tidak—“

Segera kukibaskan tanganku berkali-kali, “aish, eonni..bicara apa kau ini. tidak usah dibahas, aku malah senang ada temannya. Kau tahu sendirian stuck hanya dengan bersama Kyuhyun dalam waktu yang lama itu membosankan” kilahku dan terkekeh.

“Cih!” kudengar Kyuhyun berdecak dan setelahnya tidak kutemukan sosoknya lagi yang tadi berdiri disebrang kami.Dia sudah masuk lebih dulu dan menyalakan mesin.

“ya, Hyung!aku sudah mengikuti arahanmu. lalu aku harus kemana lagi? Aish…  Jinja jalan disini benar-benar memusingkan.” Kyuhyun mengacak rambutnya sendiri.entah bagaimana ekspresi kacau wajahnya sekarang, aku tidak begitu jelas melihatnya karena posisiku yang duduk dibangku penumpang, dibelakang.

Eun Hye eonni pun kulihat sama repotnya. Ia tengah sibuk dengan sebuah peta ditangannya yang ia rentangkan lebar-lebar. Sesekali suara decakan lolos dari mulutnya.

“arra.. arra. Mm. ne, arrasseo”

Kyuhyun kembali meletakkan ponselnya asal pada lahan kosong disela joknya. “aish~” desahnya pelan lalu menyambar peta ditangan Eun Hye eonni.

“dipeta ini kita sedang berada disebelah mana sebenarnya sih?” erangnya kesal.

“kita disini. dan tujuan kita kesini.” Eun Hye eonni dengan sigap menunjuk-nunjuk lembar pengarah jalan itu dengan jermarinya yang lentik.Aku menyembulkan kepalaku diantara joknya dan Kyuhyun.ikut memandangi kertas berwarna kuning tersebut dan mengamatinya dengan seksama. Menganggukan kepalanya.

“kalau begitu seharusnya ada jalan kan didepan kita ini?” ucap Eun Hye eonni lagi. aku mengangguk dalam diam lalu mengamati sekitarku yang hanya menampilkan padang rumput.

“dan laut! bukankah seharusnya sudah ada laut disekitar sini? Kemana perginya laut itu?menghilang begitu saja.” gumamku masih mengamati sekitar. Menolehkan kepalaku kekanan dan kiri, bingung.

“Hye Jin—“

“mwo?”

“lebih baik kau diam saja. membuatku semakin pusing” sembur Kyuhyun dengan wajah datarnya kepadaku. seakan ucapan dariku membuat telinganya alergi. Cih!

“aku kan hanya bicara. Memangnya kenapa?”

“sebaiknya pikirkan lagi ketika kau ingin bicara. Salah dengar, orang lain akan tahu betapa bodohnya kau. mana ada laut menghilang? Dan bagaimana air sebanyak itu bisa menghilang begitu saja?bodoh!” umpatnya padaku.

Seketika saja Eun Hye eonni terbahak.Terdengar sangat jelas ditelingaku, membuatku harus memundurkan kepalaku menjauh.Yang benar saja Cho Kyuhyun?kau tidak harus melakukan kebiasaanmu didepan Eun Hye eonni kan? astaga!

“Yaa!”

“mwo?” Kyuhyun medelik. Apa itu? harusnya aku yang seperti itu! dia sudah mempermalukanku didepan orang lain.

“kau—“

“sudahlah diam!”

__ __

Setelah hampir dua jam berputar-putar tidak jelas, bertanya sana sini mencari jalan agar kami dapat sampai dipenginapan sesegera mungkin, akhirnya kakiku menyentuh pasir pantai juga. akhirnya. Setelah perdebatan begitu rumit tentang arah yang harus kami tempuh dan ribuan cibiran mendarat untukku,karena Kyuhyun yang begitu emosi, entah karena apa.

Tapi toh, karenaku juga kami bisa sampai kesini.aku yang menelpon Sungmin oppa untuk datang menjemput kami dan memberikan arahan jalan yang tepat. dasar dia saja yang  tidak tahu jalan. siapa yang  bodoh kalau begini? Cih!

“kenapa lama sekali sih? Kau membuatku menyiapkan semuanya sendiri!” Eun Soo yang baru saja keluar dari salah satu penginapan langsung menceloskan omelannya sambil membantuku membawa barang bawaanku.

Tersenyum kecut, sedikit menyesal karena membiarkan gadis manja yang lebih semang menghabiskan waktunya untuk mempercantik diri disalon ini, menyiapkan segala persiapan untuk acara perayaan malam tahun baru kami nanti.

Lalu kulirik Kyuhyun sekilas dan berdecak mencibir, “tanyakan saja pada supir bodoh itu!” ujarku geram yang kemudian membuat Kyuhyun membuka mulutnya lebar-lebar lagi.akan menyemburku entah dengan cibiran apalagi aku tidak mendengarnya, karena aku telah lebih dulu pergi meninggalkannya.

Sesampainya didalam kamar, aku langsung menjatuhkan tubuhku diatas ranjang empuk berukuran sangat besar.berguling-guling sepuasnya disana. Rasanya sangat nyaman.Kenapa aku selalu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menikmati semua yang ingin kunikmati? Aish!

“Ya, bagaimana bisa wanita itu datang bersama kalian?” Eun Soo memecah keheningan. Seperti dugaanku, pertanyaan inilah yang akan diserangnya lebih dulu.

“Minwo oppa sedang ke China.” Jelasku singkat. Malas juga rasanya membahas wanita itu setiap saat.Tapi jujur, aku juga ingin mengeluarkan semua yang kurasakan tentangnya pada Eun Soo.

“dan kenapa harus Kyuhyun oppa?kenapa tidak ikut denganku dan Sungmin oppa?atau Heechul oppa?atau Eunhyuk oppa?mereka membawa kendaraan mereka masing-masing juga!”

“molla~”

“ya~ aka kau tidak merasa aneh dengan hal itu?”

“maksudmu?”

“kau mengerti maksudku, Hye Jin. Ini teredengar sangat bodoh bukan?pacar dan mantan pacar berada dalam satu tempat yang sama. Kalian seperti sedang memperebutkan hal yang sama.”

“benarkah?”

“dan kau tahu tidak seharusnya kau melakukan ini. maksudku—saat ini kaulah yang memiliki Kyuhyun. jadi tidak seharusnya kau berebut perhatian dari pacarmu sendiri”

“dia hanya mencoba tetap bersikap baik dengan Eun Hye eonni, Eun Soo” kilahku.

“terdengar ambigu ditelingaku. Dia seperti memberikanmu pilihan.menerima kenyataan bahwa kau harus berbagi dirinya dengan mantan pacarnya, atau kau yang harus meninggalkannya.”

“aku tidak harus memilih, kan?”

Eun Soo menggeleng, “kau tahu—kalau dia benar mencintaimu, dia tidak akan membuatmu memilih”

 

Author POV

Acara perayaan malam tahun baru yang ditambah dengan pesta pertambahan usia bagi Lee Sungmin terasa begitu meriah. Berbagai permainan telah banyak dilakukan, hingga kini beberapa dari mereka sudah sibuk menyiapkan santapan untuk mengisi perut yang sejak tadi dibiarkan kosong karena terlalu sibuk dengan permainan saja.

Hye Jin meletakkan sebuah piring berisi beberapa potong ikan bakar dan jenis makanan lainnya yang  baru saja selesai dikerjakannya dimeja Kyuhyun, lalu mengambil lahan kosong disana.

Kyuhyun kembali mengeryit. Dengan kening berkerut dan tangan yang tak henti-hentinya menepuk perutnya sendiri, Kyuhyun menggeleng pelan pada Hye Jin, “aku sudah kenyang, Hye Jin demi tuhan. aku tidak sanggup lagi, sudahlah”

“tapi kau belum mencicipi yang ini. ini sangat enak!”

“aku sudah memakan semua makanan yang kau berikan ini…” Kyuhyun menunjuk piring-piring kosong dihadapannya, sisa makannya beberapa saat sebelumnya.

Sambil kembali menepuk perutnya yang dirasa sudah akan meledak karena terlau penuh, Kyuhyun menggeleng tanpa henti, “kau saja yang makan” dan mendorong piring keramik itu sampai tergeletak tepat dihadapan Hye Jin.

Shiero! Kau saja! ppali!!

“Ya~ sejak tadi kau sibuk mondar-mandir kesana kemari. Kau sendiri belum memakan apapun.kau saja yang makan kalau begitu! kau satu-satunya orang dengan lambung yang  masih belum terisi disini!”

“Tck, Shiero!”

“wae??” tukas Kyuhyun cepat dengan nada meninggi. Mengamati Hye Jin seksama kesal. Tanpa perlu mendengarkan alasan Hye Jin pun ia sudah sangat hafal dengan apa yang menjadi alasan Hye Jin tidak ingin menyentuh makanan apapun saat ini.

Menurut Hye Jin, makan malam adalah kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan. Hanya menimbun lemak karena setelah makan, kau tidak memiliki aktifitas apapun dan hanya langsung tidur, seluruh makananmu hanya akan bersarang didalam tubuhmu dan membuat suatu gundukan bermana ‘lemak’.

“konyol! Bahkan Eun Hye saja yang sudah jelas-jelas menjadi model professional masih mau memakan beberapa makanan sekarang.jangan berlebihan, Hye Jin! Kau bahkan belum jadi apa-apa.”

Walau merasa sedikit tertendang oleh komentar Kyuhyun mengenai prinsip ‘makan malamnya’ toh gadis tersebut masih memiliki hati yang kokoh tentang keharusan ia menyantap hidangan disana dan hanya diam, menanggapinya.

Kyuhyun bangkit dan menyelipkan dua tangan pada saku jaketnya, meredam hawa dingin angin laut dimalam hari yang terasa semakin menusuk “terserah kau sajalah. Yang penting aku sudah mengingatkanmu. Jangan repoti aku dengan kau yang tiba-tiba sakit karena kesalahanmu sendiri ini, eo?”  tukasnya dan berlalu. Berpindah tempat, menghampiri meja kumpulan para Pria yang sedang sibuk bermain kartu.

“dia itu kenapa? dia sendiri yang selalu bilang kalau tubuhku ini terlau besar untuk jadi model. Kenapa sekarang dia terlihat seperti menjilat ludahnya sendiri?” gumam Hye Jin.

Matanya tak henti mengamati Kyuhyun yang kini telah sibuk dengan permainan kartunya bersama Heechul, Eunhyuk dan Sungmin. Sesekali ikut terkekeh pelan ketika dari tempatnya, ia mendapati Kyuhyun tengah tertawa.

__ __

“Mwoya?!!” pekik semua bibir disana setelah mendengar perkataan Eunhyuk mengenai penjelasan peraturan permainan yang akan mereka lakukan.

Baru saja Eunhyuk menantang agar siapapun yang kalah harus menceburkan dirinya kedalam laut. Bukan hanya karena air yang masih begitu dingin dipenghujung musim dingin ini, namun juga karena masing-masing dari mereka diharuskan melakukannya melewati lompatan dari sebuah tebing terlebih dahulu.

Bukan tebing tertinggi memang.tapi tetap saja tebing. Lompat dari tebing dan menjatuhkan diri kedalam laut dengan tingkat suhu rendah, bukankah itu terdengar seperti ingin bunuh diri saja?

“Ya~ kalau ingin bunuh diri,  jangan ajak kami. Lakukan saja sendiri!” bantah Eun Soo mendelik sempurna.

aigoo~ tingginya hanya lima meter.. atau bahkan kurang dari itu. apa yang kau takutkan? Dan itu hanya air!”

“dengan suhu minus!” sambar Hye Jin cepat, lengkap dengan ada sarkatisnya.

“ini malam hari. Jika terjadi sesuatu akan sangat menyulitkan nantinya..jangan lakukan itu sekarang” Sungmin yang sebenarnya tertarik dengan tantangan Eunhyuk mencoba membuat akal sehatnya bekerja.

Ini berhubungan dengan nyawa, akan sangat berbahaya jika terjadi sesuatu diluar kendali.

Tidak satupun dari makhluk disana menyalahkan alasan Sungmin.Mereka menganggukan kepala membenarkan.Bagi kelompok namja disana, tawaran itu sangatlah menarik. Tetapi mereka tidak sedang sendiri disana kan?

“aish~ arrasseo. Terserah kalian saja.kita ganti peraturan!!” runtuk eunhyuk menyerah. “padahal aku yakin akan sangat menyenangkan. Dan kau tahu?aku baru dengar tentang mitos yang mengatakan bahwa lompat dari tebing itu sambil memikirkan keinginanmu, maka keinginanmu akan terkabul.”

Wajah-wajah datar disana seketika merekahkan tawa renyah bersamaan, “aigoo~ Oppa!!bahkan itu terdengar sangat konyol. Kau seperti hidup dijaman batu saja!” cibir Hye Jin.Susah payah bicara dengan tawa yang tidak bisa terlepas sedikitpun.

“bilang saja kau ingin mencobanya agar permohonanmu terkabul!” tukas Kyuhyun sinis kemudian.

“memangnya apa permohonanmu?” sambar Heechul cepat

“apalagi  memangnya, hyung?”

“mwo?”

“tentu saja memiliki pasangan. Hidup sendiri bukankah terlalu membosankan, Hyukie?” cibir Kyuhyun lagi bernada sarkatis. Melirikan matanya pada Eunhyuk yang tengah monyong-monyong, bersiap mengeluarkan semburan amarahnya, walau apa yang Kyuhyun katakan adalah benar.

“Yaa! aku lebih tua darimu! Jangan kurang ajar kau!!”

“Cih!”

arra.. arra!Hentikan perdebatan ini.kapan kita akan bermain kalau begini?” Sungmin melerai lalu mulai mengocok dan membagikan kartu bagi masing-masing kepala.

__ __

Dengan mata yang masih sepenuhnya terkatup, Hye Jin berguling kesana kemari diatas kasurnya. Menghindari ‘gangguan’ Eun Soo yang telah bangun setengah jam sebelumnya untuk bersiap melakukan aktifitas paginya. Olah raga.

Shiero, Eun Soo! Aku masih mengantuk!!” elak Hye Jin merengek. Terang saja masih mengantuk, bahkan ia baru saja mengistirahatkan tubuhnya itu selama dua jam karena berangkat tidurnya pukul 5 pagi tadi.

“ya~ lihat tubuhmu ini! sudah seperti badut menjijikan dengan lemak bergelambir dimana-mana! Tadi malam kita sudah banyak menyedot semua makanan. Sekarang kita harus membuangnya! Ppali!! Ireona!”  Eun Soo menarik-narik selimut Hye Jin dan membuangnya sembarang saat pemiliknya tengah lengah.

Perlahan, dengan rasa kesal karena waktu  istirahat ter-interupsi namun keinginan mengecilkan badan yang menumpuk begitu tinggi, Hye Jin bangkit, dan membuka matanya. “Tck, arra-arra. Aku bangun!” erangnya.Mengacak rambutnya asal hingga semakin terlihat seperti singa jantan saja.

“kuberi waktu sepuluh menit! Ppali!!” tukas Eun Soo tegas dan berlalu meninggalkan kamar mereka.

Setelah menyapa air dipagi hari yang nyaris membuat tubuh begidik karena dinginnya dan berganti pakaian menjadi stelan training, Hye Jin bergegas keluar, menyusul Eun Soo.

Dari kamar dengan sliding door kaca ini, Hye Jin dapat melihat dengan jelas Eun Soo telah melakukan pemanasannya. Ia menggelengkan kepalanya takjub dengan semangat gadis tersebut dalam program penjagaan bentuk tubuh yang dirasanya terlalu berlebihan.

Entah terlalu berlebihan, atau Hye Jin sendiri yang terlalu menyepelekan hal remeh itu..entahlah.

“sepatuku…” Hye Jin berujar pelan sambil mengigiti jarinya. Mengingat dimana terakhir kali ia meletakan alas kaki satu-satunya yang ia bawa saat ini. guratan itu hilang saat memory nya telah kembai dan menyadari hal yang dilupakannya sesaat.

Ia lalu berlari kecil menuju pintu utama Cottage,tempat belasan pasang sepatu serta sandal diletakan. Berjalan dengan sangat perlahan karena tidak ingin membangunkan nyawa-nyawa penghuni ruang tengah, yang tengah terlelap masuk kedalam dunia Khayal mereka massng-masing.

Langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok Kyuhyun, tengah terlelap dalam posisi kacunya.Kembali, dengan perlahan Hye Jin berjingkat menuju Kyuhyun disalah satu Sofa berukuran besar disana.

“aigoo~” gumamnya. Membenarkan posisi Kyuhyun yang hampir jatuh, karena setengah dari tubuhnya hampir menyentuh lantai. Lalu melucuti sebuah botol kaca hijau didalam genggaman tangan Kyuhyun, dan meletakannya diatas meja, “kau pasti mabuk lagi”

Hye Jin menepuk berkali-kali wajah tampan itu lembut, “ya~ Kyuhyun-ah! Ireona!” serunya berbisik.

“Kyuhyun-ah!! Ireona!Jangan tidur disini, nanti tubuhmu sakit semua. Pindah kekamarmu! Disini juga dingin! Ireona!” perintahnya tepat ditelinga namja bertubuh tinggi itu.

“eungg…Tsk!” sebuah gumaman menjawab perintah Hye Jin kemudian. Kyuhyun menggulung tubuhnya lebih rapat, membuatnya terlihat seperti udang.

Hye Jin menghela nafas panjang, mengulur kesabarannya sambil memandangi sekitarnya yang terlihat sangat kacau. Botol minuman dimana-mana, plastik-plastik  bekas snack yang runtukannya  masih tersisa, mengotori lantai beserta karpet. laptop yang layarnya masih terbuka lebar, dan banyak kertas-kertas berserakan.

Apalagi yang mereka lakukan sebenarnya?Pikir Hye Jin tak habis pikir.Pandangannya kembali pada Kyuhyun.mengamati wajah polos disana, membuatnya menarikan ulasan senyum tipis. Tangannya kembali terarah, menyentuh pipi gembil itu lagi.

“Kyuhyun-ah..” panggilnya lebih lembut tepat ditelinga Kyuhyun.

Seperti tubuh yang telah benar-benar kehilangan seluruh kepemilikan nyawa didalamnya, Kyuhyun hanya diam tanpa menjawab, bahkan bergerak sama sekali dari posisi terakhirnya. Membuat Hye Jin semakin mengencangkan sabuk kesabarannya.

Tangannya yang semula digunakan untuk menepuki wajah Kyuhyun agar namja tersebut bangun, kini terarah merapihkan anak rambut yang menutupi wajah tampan disana. Tanpa mengurangi kadar apapun didalam hatinya, Hye Jin tidak dapat menyangkal bagaimana ia memuja ketampanan seorang Cho Kyuhyun walau terkadang, namja tersebut selalu mengabaikan dan menjadikannya bahan olokan.

Desahan putus asa kembali terdengar saat sapuan lembut jemarinya pada wajah Kyuhyun pun masih tidak dapat membangunkan namja tersebut dari tidurnya, hingga Hye Jin menyerah dan meletakan kepala yang semula dipangkunya kembali kesofa.

Berlari kecil menju kamarnya, dan kembali dengan selimut tebal miliknya.Melebarkannya diatas tubuh Kyuhyun, lalu mengecup kening itu kilat, “aku pergi dulu, ya!” bisiknya dan menghadiahi kecupan ringannya lagi untuk namja yang masih terlelap pulas disana.

Han Hye Jin POV

Dengan nafas tersengal, akhirnya aku menjatuhkan tubuhku pada rerumputan dibahu jalan raya.Sejak tadi sudah kulirik tempat ini untuk menarik nafasku sejenak.Tapi selalu kubatalkan karena Eun Soo yang selalu menolak ajakanku.

Eun Soo..gadis itu—  dia benar-benar sudah gila! Apa dia akan membunuhku? Yang benar saja..ini sudah hampir satu jam kami berlari tanpa henti, aku lelah! Aku harus! kakiku bahkan rasanya ingin lepas karena terlalu pegal. Dan kami tidak membawa minum.Menemukan mini market pun tidak.

Aku bisa mati dehidrasi kalau begini caranya! Aigoo~

“Eun Soo!!” panggilku meminta pertolongan dengan tenaga yang tersisa.Melambaikan tanganku dan berharap gadis itu melihatku yang terkapar disini.tapi ternyata tidak. tapi sudahlah, aku juga tidak perduli lagi.

Aku sudah dapat menghitung berapa kalori yang kukeluarkan karena kegiatan penuh tekanan ini, dan kurasa ini sudah sangat cukup jika hanya ditujukan untuk menggilas beberapa gram lemak berlebih didalam tubuhku.

Aku terus menyeret kakiku yang bahkan sudah tak terasa seperti kaki lagi.kau tahu—maksudku… ini rasanya sudah seperti kakiku menghilang saja. aku bahkan tidak merasakan dinginnya aspal yang bergesekan dengan telapakku saking kakiku ini mati rasa. Dan ku rasa aku benar-benar membutuhkan seseorang untuk memijat kakiku nanti. Harus!

Semakin aku berjalan menuju penginapan, suara derasnya air terdengar semakin jelas ditelingaku. membuatku yang tadinya sudah berniat kembali ke penginapan, malah membelokan tujuanku menuju sumber suara.

Tapi baru berjalan setengah langkah, aku mendengar keributan disisi lainnya.Kuhentikan langkah kakiku dan menajamkan pendengaran untuk lebih memastikan.Kali ini suara tangisan mendominasi pendengaranku.

Semakin membuatku penasaran, perlahan kubelokan tujuanku menjadi mengikuti apa yang menurutku lebih membuatku penasaran. kusibakkan beberapa ranting yang menjuntai, menghalangi jalan dan mendekat.

Aku yang semula benar-benar bersemangat melihat kejadian apa yang sebenarnya terjadi, kini malah mematung ditempatku tanpa bisa melakukan apapun.

Kini aku tahu dari mana asal suara tangisan tadi, Eun Hye eonni berdiri jauh didepanku sambil menyapu wajahnya asal.Matanya  memerah dan membengkak. Bahunya bergerak naik turun seiring dengan tangisan yang tak kunjung berhenti.

Dihadapannya, kulihat Kyuhyun.ya.. itu Kyuhyun. bersama dengan Eun Hye eonni. Seharusnya pertanyaan tentang apa yang mereka lakukan disini, berdua, menjadi pertanyaan teratas dikepalaku, tapi nyatanya itu bukanlah hal terpenting bagiku.

Seakan sudah mengerti tentang apa yang terjadi diantara mereka selama ini, aku hanya bisa diam dan memperhatikan ketika pria yang seharusnya memberikan rengkuhan hangatnya itu untuku, malah memberikannya pada gadis lain.

“jangan lakukan itu lagi..” Suara Kyuhyun terdengar sangat pelan.bahkan nyaris berbisik. Tapi entah kenapa telingaku menangkapnya dengan sangat jelas.

Setengah detik kemudian, tubuhku mulai benar-benar lemas ketika Kyuhyun mendaratkan bibir tebalnya pada bibir Eun Soo Eonni.

Dengan langkah berat, perlahan kutinggalkan tempat yang seharusnya bisa membuatku terpana dan mendapatkan sebuah kedamaian.Air terjun tadi seharusnya bisa mengobati rasa lelahku.Tapi toh, nyatanya aku juga sudah tidak merasakan apa-apa lagi.bahkan lelah yang tadi nyaris membunuhku pun sudah tak kurasakan lagi.

Menghilang. Lenyap, entah kemana.Yang kurasakan sekarang hanyalah dinginnya air laut yang perlahan menjilati kakiku.

Cho Kyuhyun POV

“bagaimana keadaannya?” tanya Sungmin Hyung lagi bernada lebih khawatir. sejak tadi ia bersamaku iut menemaniku menjaga Hye Jin yang sedang demam.

“panasnya belum turun” sahutku sambil kembali meremas kompresan yang kugunakan untuk menurunkan suhu tinggi Hye Jin.

“kalau belum turun juga, apa tidak sebaiknya kita ke Dokter saja?”

Ia menawarkan lagi.sejak tadi ia bahkan terlihat lebih khawatir dibandingkan aku. berlebihan sekali!

“kurasa tidak perlu. Ini hanya demam biasa.hanya dengan istirahat yang cukup saja pasti akan sembuh” tukasku. “Hyung ini sudah dingin—“

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Hyung penyuka Pink ini langsung dengan cepatnya menyambar wadah plastic yang bahkan belum kusodorkan kepadanya, dan membawa benda itu pergi, melesat bersamanya.

Berlebihan sekali dia itu.aku saja tidak sepanik itu.

Mataku, kembali tertuju pada Hye Jin yang terlelap. Wajahnya terlihat sangat letih dan entahlah..sepertinya ia menangis tadi? karena aku melihat sedikit bekas air mata diwajahnya yang telah mengering. Atau itu hanya sapuan air laut yang tadi sempat menyapu wajahnya?

Entah kemana perginya otak yang selama ini dibanggakannya itu.dia hampir membuat Jantungku copot katika Hyukie Hyung yang tadi pagi baru kembali dari olahraga, datang dengan menggotong tubuhnya yang tak sadarkan diri.

Bukan hanya tidak sadarkan diri saja tapi kondisi tubuhnya yang tengah basah kuyup. Menurut Hyukie, itu karena sapuan air laut yang membasahi tubuhnya. Karena ia menemukan Hye Jin tengah terkapar dibibir pantai begitu saja. karena tersapu air laut dan dingin yang menusuk? Tentu saja! Aku yakin karena itulah sekarang ia terkena demam tinggi.

Sebelumnya, Eun Soo mati-matian menurunkan kadar kepanikannya karena menurutnya, dia lah yang membuat Hye Jin pingsan seperti ini. katanya mereka berolahraga bersama tadi pagi? Aku tidak pernah tahu kalau gadis ini sudah meninggalkan pengiapan ini sepagi itu?Dan lagi aku tidak pernah tahu kalau dia bisa bangun pagi?Sepertinya selama ini bagun pagi terasa bagai fatamorgana baginya.

“eung..”Hye Jin mengerang pelan dalam tidurnya, membuatku menggeser sedikit tubuhku yang sejak tadi duduk dipinggir ranjang, menjaganya.

Masih dengan tubuh yang lemas, dan mata setengah tertutup, Hye Jin merubah posisinya menjadi duduk, seperti masih menyesuaikan dengan ruangan, ia Memandangi sekitar, lalu berakhir padaku.

“minum dulu” kataku sambil memberikannya satu gelas berisi air mineral. Tangannya bergetar pelan ketika menerima gelas pemberianku.Membuat air didalamnya ikut bergejolak hingga kusambar lagi gelas tersebut darinya dan membantunya untuk minum.

“ani.aku bisa” tolak Hye Jin kemudian dengan suara paraunya. Aku mengangguk cepat menjawabnya.

“mau lagi?” tanyaku kemudian Sepertinya ia memang sedang kehausan. Kehausan atau apalah itu namanya, air yang baru saja kuberikan itu langsung tandas kurang dari satu menit saja.

“ani” tolaknya lagi.

Seperti tengah membawa bongkahan batu pada bahunya, Hye Jin langsung bersandar pada headboard Ranjang sambil menghela nafas panjangnya. Sesekali ia memijiti bahunya sendiri, lalu meremas keplanya dan meringis.

Kurapihkan anak rambut pada keningnya lalu mengganti handuk basah kompresan tadi dengan telapak tanganku, menempelkannya cukup lama untuk mengecek suhu tubuhnya dan ternyata masih sangat tinggi. Aku jadi berfikir mungkin apa yang Sungmin Hyung katakan benar. mungkin ia harus kiubawa ke dokter saja.

“bagaimana kalau kita ke Dokter saja?” tawarku setelahnya, namun dengan cepat Hye Jin langsung menampilkan raut wajah suramnya sambil menggeleng cepat.

“andwae!” serunya seperti aku baru saja mengataan bahwa aku akan melemparkannya kekandang singa untuk menjadi makan siang singa-singa lapar.

Aku tahu dia memang tidak begitu suka dengan embel-embel apapun itu yang berkaitan dengan Medis.tidak suka obat-obatan karena menurutnya itu pahit. Tentu saja pahit, itu kan Obat! Bukannya permen!

Dia juga tidak suka dengan rumah sakit.sebisa mungkin mengurangi intensitas sosialnya dengan berkunjung ketempat pengobatan itu. katanya, bau rumah sakit itu tidak enak. Aku juga tahu bau rumah sakit memang tidak enak, semua orang juga tahu itu, tapi kalau kau memang diharuskan untuk datang kesana?Bagaimana bisa kau mengelaknya?

“kau demam. Suhu tubuhmu tinggi sekali. Bagaimana itu bis—“

“aku baik-baik saja! aku hanya perlu istirahat lebih!”

“ya~”

Kubalas segala rentetan penolakannya itu dengan sorotan tajamku untuknya. Dia ini sulit sekali diatur! Nappeun!

Seketika tubuhnya menciut, bahunya yang tadi menegang terkulai lemas.

“aku tahu. tapi aku benar-benar tidak mau, Kyuhyun-ah. Jebal..” rengeknya seperti bocah. Matanya bahkan sudah berkaca-kacal. Dia ini seperti akan aku apakan saja, Aish!

“Ya~ Hye Jin! Kau ini seperti bocah saja!!”

Jebal, aku benar-benar tidak mau!”

“tapi tubuhmu itu sedan— Tsk, arra. Arra.” Dengusku kemudian setelah air  matanya mulai mengalir. Kenapa berlebihan sekali sih? Aku kan hanya mengajaknya kerumah sakit. bukan rumah hantu!

Author POV

Kyuhyun mendelikan matanya lagi pada Hye Jin yang baru saja menggeleng cepat, menolak pemberian obat pemberiannya.

Arrasseo, Kalau begitu kita ke Rumah sak—“

“arra. Arra. Sini!” sambar Hye Jin dengan cepatnya dan langsung menyambar wadah kecil berisikan beberapa pil kapsul.

Senyum kemenangan, kembali terpacar dari wajah Tampan milik kyuhyun.kekehan pelan lolos begitu saja dari mulutnya saat Hye Jin benar-benar bersusah payah menurunkan ego dan rasa takutnya untuk melan benda berukuran kurang dari satu centi tersebut.

Sedangakn Hye Jin, mati-matian menahan rasa pahit yang menjalar diseluruh lidah serta tenggorokannya karena obat dimulutnya tidak juga mau meluncur menuju lambung dan malah hanya berputar-putar didalam mulutnya, begitu lama. membuat ukurannya semakin menciut seiring tegukan air yang berkali-kali Hye Jin gunakan untuk meloloskan benda dimulutnya itu.

Kyuhyun sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali tidak habis pikir, gadis super galaknya itu bahkan bisa langsung menciut hanya dengan pil kecil saja.

“makan ini saja” sebuah permen mint disodorkan Kyuhyun saat Hye Jin baru saja berhasil menelan pil pahit tersebut, namun malah sibuk membekap mulutnya sendiri menahan gejolak didalam peurtnya.

“kau ini.. sampai kapan kau begini terus? Anak TK pun bisa menelan lebih banyak Pil semacam itu.ada apa denganmu sebenarnya? Memalukan saja!” cibir Kyuhyun lengkap dengan pandangan merendahkan yang ia hadiahkan khusus bagi Hye Jin.

“aku tahu itu tidak enak. Siapa yang bilang obat itu enak?Namanya juga obat, tentu saja rasanya pahit. Kalau manis, namanya bukan obat! Tapi permen!” tambah Kyuhyun saat Hye Jin baru saja membuka mulutnya.tidak membiarkan gadis tersebut mengeluarkan pembelaannya dalam bentuk apapun.

“kalau tidak mau makan obat seperti itu jangan sakit! siapa suruh sakit?” tandas Kyuhyun lagi.

Hye Jin memanyunkan  bibirnya, membalas omelan Kyuhyun dengan hujaman tatapan tajamnya. Menahan kesal karena bahkan ketika dirinya sedang terkapar lemah begini pun, namja tersebut sama sekali tidak menurunkan egonya walau hanya untuk bermulut manis kepadanya.

“mwo?” balas Kyuhyun lebih ketus. Tanpa takut sedikitpun terhadap pandangan mengancam tersebut.

“Cih!” decak Hye Jin kesal.

Gadis bertubuh kurus tersebut langsung meringsut masuk lagi kedalam selimutnya dan menariknya tinggi-tinggi menutupi seluruh tubuhnya.Namun dengan cepat, Kyuhyun menyibakan pelapis tebal itu sembarang.

“Tck, Yaa! aku mau tidur! Aku butuh istirahat! Kau tidak bisa tidak-mengganggu-aku, hah?” bentak Hye Jin geram.

“katakan dulu, bagaimana kau bisa sampai pingsan tadi? dan bagaimana kau bisa sampai berada dipantai? maksudku—tepat dibibir pantai itu? untung saja Hyukie menemukanmu dengan cepat. Kau mungkin sudah hilang terserat arus kalau pria itu terlambat sedikit saja.kau ini bodoh atau bagaimana sih?”

“Tck, jangan konyol, mana kutahu!! Kalau aku tahu, aku pasti sudah menceritakannya sejak tadi! namanya juga pingsan. Mana kuingat apa saja yang terjadi?”

Kyuhyun mendengus. marah pun akan terasa percuma saat ini mengingat keadaan Hye Jin yang terlampau lemah, ia sendiri bahkan tidak tega membuat gadis ini terus ‘mengaktifkan’ tubuhnya disaat seharusnya ia sudah terlelap, kembali beristirahat.

“lagipula apa urusannya kalau aku hilang terseret arus? Aku akan benar-benar senang kalau itu terjadi” gumam Hye Jin sambil kembali menyembunyikan tubuhnya didalam selimut.

Kyuhyun menggeleng berkali-kali sambil memandangi gadis keras kepala bermarga Han tersebut.menjelaskan tentang bagaimana rasa Khawatir yang sempat memenuhi dirinya pun akan terasa bagai angin lalu saja, karena itu ia segera beranjak pindah posisi, duduk pada sebuah sofa disudut ruangan.

“aku ingin sendiri, lebih baik kau keluar saja.”Suara parau itu kembali terdengar Saat tubuh lelah Kyuhyun baru saja akan disandarkan pada punggung kursi.

“kau mengisurku?” sahut Kyuhyun cepat, sarkastik.

Hye Jin yang semula memunggungi Kyuhyun kini berbalik dan menyibakan setengah selimut yang menutupi tubuhnya. “aku hanya ingin sendiri.” balasnya ringan.

Decakan kesal bercampur rasa kecewa lolos begitu saja dari bibir tebal Kyuhyun seiring dengan langkahnya yang perlahan tapi pasti keluar dari ruangan bernuansa pink tersebut.

“Kyuhyun-ah!”

“ng?” balas Kyuhyun sangat cepat.

“….bisa tolong panggilkan Sungmin Oppa?

Tubuh yang semula menghadap pintu itu kini telah sepenuhnya berbaik menghadap sumber suara.Dengan tangan terlipat rapih didada, Kyuhyun menumpahkan pandangan menyelidikinya pada Hye Jin.

“kau mengusirku dan mengganti posisiku dengan pria lain?”

aniya~ ada yang harus kubicarakan sebentar.”

“kenapa tidak dikatakan nanti saja? kau bilang tadi kau sedang ingin sendiri?”

“aku tahu, tapi ini penting!”

“Ya~ Han Hye Jin, sepenting apa urusanmu dengan pria itu sampai harus mengorbankan waktu istirahatmu?!”

aish~ jangan berlebihan begitu! aku hanya ingin  bicara sebentar saja!”

“kalau begitu katakan saja kepadaku! biar aku yang menyampaikannya pada Sungmin Hyung!

“aniya! Tidak bisa. Aku harus mengatakannya sendiri!”

“Hye Jin!” kerah Kyuhyun sebal.Simpanan tali kesabarannya pun telah habis sejak gadis tersebut mengajaknya berperang lidah.

Bagaimana bisa ia menendang seorang Cho Kyuhyun lalu menggantinya dengan pria lain begitu saja? bukankah itu seperti sebuah penghinaan disaat seharusnya, dirinyalah yang tengah sibuk berkutat diruangan ini?

“Tsk, memangnya kau pikir apa yang akan kulakukan dengan Sungmin Oppa?jangan berlebihan!”

Bola mata cokelat itu kembali berputar Jengah, kembali bayangan tentang bagaimana kedekatan yang menurutnya tidak wajar untuk ukuran pertemanan diantara kedua orang tersebut membuatnya ingin memuntahkan segala kekesalannya langsung dihadapan gadisnya sekarang.

Lagi-lagi rasa malas untuk melanjutkan perdebatan konyol ini kembali memenuhi pikirannya. Kalau harus menuruti egonya, ia tidak akan membiarkan Hye Jin begitu saja melakukan apa yang diinginkannya.

Namun begitu, Kyuhyun hanya menarik nafas dalam-dalam, mengisi rongga paru-parunya lagi dan keluar ruangan itu begitu saja.

Sesampainya diruang tengah, Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya dan memijit pelipisnya sendiri.melirik sesaat pada pria yang baru saja menjadi topic perdebatan antara dirinya dan Hye Jin itu dengan berbagai emosi yang bahkan tidak bisa dijelaskannya.

“Hyung..” suara beratnya memecah focus masing-masing kepala disana. Dagunya mengarah pada Sungmin, angkuh. “Hye Jin. Dia bilang ingin bicara denganmu.”

“waeyo?”

“harusnya aku yang bertanya begitu. wae??”  sembur Kyuhyun dengan nada yang perlahan naik tanpa disadarinya.

Sungmin menggidikan bahunya dengan kening berkerut. Sedetik kemudian ia sudah berjalan menuju ruangan ditengah lorong.

Cho Kyuhyun POV

Mataku terus mengikuti punggung yang semakin lama semakin menghilang disana. Aku masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Diantara mereka. Sungmin Hyung dengan Hye Jin. Sebenarnya ada apa dengan mereka?

Tadi dia mengusirku, dan tiba-tiba saja memintaku untuk memanggilkan Sungmin Hyung.apa maksudnya itu?

“Tsk, Shiero!” tolakku saat Heechul Hyung menyodorkan sebuah minuman kaleng kepadaku.

“Kyuhyun-ah… pantainya bagus, eo?

“bagus apanya? Disana gelap. Tidak bisa melihat apapun.apanya yang bagus?” balasku kesal. Memang benar. apanya yang bagus, bahkan dari tempat kami sekarang saja mataku tidak bisa sampai pada hamparan lautan itu. teralu gelap, karena lampu kecil ditepi pantai itu tidak bisa menyinari kegelapan disana sutuhnya hingga aku hanya bisa mendengar suara hempasan ombaknya saja.

Heechul Hyung menghela nafas panjangnya sambil menyandarkan bahunya pada tulang kursi pantai tempat kami duduk saat ini.melipat kakinya hingga ia terlihat lebih santai dari sebelumnya.

“kau marah?” torehnya setelah beberapa saat hanya keheningan yang terjadi diantara kami.

Aku mengerutkan keningku dan menoleh padanya, “maksudmu?”

“aku rasa Hye Jin lebih akrab dengan Sungmin, dibanding denganmu. Salah-salah lihat, orang-orang akan mengira pria imut itulah pacarnya. Bukannya dirimu. Hahaha”

Ya! tertawalah sepuasmu. Ini pasti terlihat menyenangkan bagimu.

“kau tidak bisa menghalanginya, Kyuhyun-ah. Semua orang menyukai Hye Jin.aku juga menyukainya. dia itu… tipe orang yang supel. Dan bisa membuat siapa saja nyaman berada didekatnya.Terang saja banyak yang menyukainya. Bukan begitu, hm?” Heechul hyung mencolek-colek bahuku. Genit!

“kau juga tahu hal itu kan? Dan hal itu juga kan yang kau sukai?”

“Tsk!” decaku malas, menjawab pertanyaannya.

Yayaya..harus kuakui apa yang dikatakannya  memang benar. tapi jika dikatakan dengan nada menggoda seperti itu, siapa saja akan menanggapinya dengan kesal. Dia ini mau membuatku kembali tenang atau malah ingin aku lebih kecau lagi?

aigoo..jangan begitu terus, Kyuhyun-ah!Kau tidak pernah suka bukan kalau gadismu itu selalu berdekatan dengan Sungmin? Lalu kenapa idak kau katakan saja?”

“tidak penting!” sambarku cepat

Senyuman mencibir kembali lolos untukku dan entah mengapa kali ini aku bahkan tidak merasa terhina mendapatkan hal yang selama ini paling kubenci.

“turunkan ego mu sedikit. Lebih baik kalah dalam perdebatan daripada kalah mempertahankan cintamu”

Halah..teori!~

Keheningan sempat terjadi lagi diantara kami.Suara hempasan ombak lebih mendominasi suasana dibandingkan suara kami yang bersahutan, hingga Heechul Hyung kembali membuka suaranya.

“gadis-gadismu selama ini.. kenapa lebih suka bersama dengan pria lain ya? bukankah itu sebuah kebetulan yang terasa sangat konyol?”

“mwo?”

Heechul Hyung tersenyum ringan, “aku hanya berfikir, bukankah jika mengulang kesalahan yang sama itu berarti kau lebih bodoh dari seekor keledai? Karena keledai pun bahkan tidak akan terperosok pada lubang yang sama. Kalau dua gadismu terasa lebih nyaman bersama dengan orang lain dibandingkan denganmu, apa bukan berarti, kesalahan sebenarnya terdapat pada dirimu?”

“maksudmu?” tanyaku masih belum mengerti dengan maksud kalimat panjangnya saat ini.

“coba pikirkan lagi saja, ada apa sebenarnya selama ini. kau bukan tipe orang yang harus kujabarkan satu persatu tentang hal yang belum kau mengerti, bukan begitu? kau terlaku cerdas untuk hal itu. pikirkanlah!”

Putusnya, dan menepuk bahuku beberapa kali.Entah mengapa tepukannya kali ini terasa sangat berbeda bagiku.aku hanya merasa… entahlah.. aku juga tidak mengerti apa yang kurasakan saat ini.

“jangan lama-lama diluar. ini dingin. kau bisa sakit nanti.” Pesan pria tinggi itu sebelum benar-benar pergi, dan meletakan minuman kaleng yang tadi kutolak mentah-mentah, “kuletakan disini ya”

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s