My Lovely Blind Date Couple (Part 1)

Judul    : My Lovely Blind Date Couple (Part 1)

Author : @asrikyu / gamekyuhyun

Genre   : Comedy-Romance

Cast : Cho Kyuhyun dan yang lainnya (belum pada nongol XD)

Disclaimer: Cerita ini murni buatan author. Tolong jangan sampe ada yg plagiat. Klo mau share d tempat lain boleh, tp tetep full credit. klo ada yang liat ff ini di suatu tempat dan g mencantumkan credit, tolong kasih tau author yee.. hehe.

Catatan Author            :  ini sebagai pengganti karena ff I’m your Fiance, Stupid! harus hiatus dikarenakan author menghilangkan file nya n g ada backup. hahahaha *ketawa miris*

Here we go———-

 

“Kyuhyun-ah….”

Teriakan Cho Hanna, Ibu Kyuhyun menggema di kediaman keluarga Cho. Ruangan yang luas menambah volume teriakan menjadi jauh lebih keras dibanding aslinya. Kyuhyun dan ibunya kini tengah berputar-putar mengelilingi ruang tamu mereka sehingga menghilangkan kesan elegan yang seharusnya tercerminkan dari interior ruangan tersebut.

“Eomma.. sudahlah “ ucap Kyuhyun yang berhenti mendadak dan berbalik untuk menghadap ibunya.

Kyuhyun berusaha menghentikan ibunya yang terus berjalan mengikuti nya. Dan menghentikan permintaan ibunya yang dianggapnya membosankan.

“Tidak.. Eomma tidak akan berhenti kecuali kamu setuju dengan saran eomma.” Ucap Cho Hanna keras kepala, mirip dengan anaknya.

“Tapi kan…” kata-kata Kyuhyun terputus karena selaan dari Cho Seung Hwan, Appa Kyuhyun yang sedari tadi membaca koran sembari memperhatikan tingkah keduanya melalui sudut matanya.

“Sudahlah Kyuhyun.. penuhi saja permintaan ibumu” kata Appa Kyuhyun sembari meletakkan kacamatanya di atas meja kecil di samping sofa. Koran yang dari tadi dibacanya pun diletakkan di meja panjang di hadapannya.

Perlahan Appa kyuhyun bangkit mendekati Kyuhyun dan Eomma Kyuhyun yang masih terdiam memandangi sang kepala keluarga. Keduanya terlihat sama-sama meminta dukungan.

“Tapi Appa.. ini bukan untuk yang pertama kalinya.” Kata Kyuhyun berusaha mendebat.

“Tapi eomma yakin ini untuk yang terakhir kali, nak.” Eomma Kyuhyun berusaha meyakinkan putra sulung nya.

Appa Kyuhyun menghela nafas dengan berat.

“Kyu, apa segitu sulitnya memenuhi permintaan ibumu?”tanya Cho Seung Hwan yang terlihat lelah dengan perdebatan ini.

Kyuhyun menatap ayahnya dalam-dalam. Terlihat jelas di wajahnya jika ia pun sudah lelah dengan perdebatan ini.

“Appa, kalau ini permintaan pertama eomma, mungkin aku tidak akan menolaknya. Tapi ini sudah ke sekian kalinya eomma memintaku untuk datang ke kencan buta. Aku tidak mengerti apalagi yang diharapkan eomma dengan menyuruhku datang ke kencan buta lagi, padahal eomma sudah tahu semua kencan buta ku gagal.” Kyuhyun menjelaskan.

“Tapi eomma yakin, kali ini tidak akan gagal. Ayolah, Kyuhyun..” rayu Eomma Kyuhyun.

Kyuhyun berbalik menghadapi ibunya.

“Kenapa eomma bisa seyakin itu? Eomma lupa dengan 3 kencan buta sebelumnya yang gagal total?” Kyuhyun berusaha mengingatkan kembali ibunya tentang 3 kencan buta sebelumnya. Yang sebelumnya juga dirancang oleh ibunya.

Orang tua Kyuhyun terdiam. Keduanya masih dapat mengingat dengan jelas kencan buta macam apa yang harus dilewati Kyuhyun. Keduanya tidak bisa menyalahkan Kyuhyun jika pada akhirnya timbul semacam trauma akan kencan buta pada diri Kyuhyun.

Flashback start

“Aish.. kenapa masih belum datang juga?” Kyuhyun menggerutu sembari melihat jam tangannya.

Kali ini ia sedang menunggu calon pasangan kencan buta nya. Sudah beberapa kali ia menolak untuk datang, tapi kegigihan ibunya akhirnya meluluhkannya. Saat ini pun tiba, saat dimana ia terjebak di dalam salah satu kafe menanti seorang gadis yang merupakan anak dari sahabat ibunya di Craft Club.

“Maaf Tuan.. Apa kau Cho Kyuhyun?” tanya seorang gadis hati-hati.

Kyuhyun sedikit terlonjak. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran gadis berambut panjang tersebut.

“A-ah. Ne. Iya, Aku Cho Kyuhyun.” balas Kyuhyun terbata-bata.

Kyuhyun segera merapikan posisi duduknya. Dengan isyarat tangan, ia mempersilahkan gadis berkacamata itu untuk duduk di hadapannya. Sedikit ragu, gadis tersebut duduk dihadapannya. Dengan sedikit senyum, akhirnya ia memperkenalkan namanya.

“Kenalkan, namaku Kim Soo Jung. Semoga kita bisa lebih saling mengenal.” Jelasnya dengan sedikit senyum.

Kyuhyun membalas salam perkenalan itu dengan senyum lebar. Rasanya dia ingin berterima kasih dengan ibunya yang sudah mengatur pertemuan ini. Karena bagaimana pun gadis di hadapannya ini cukup memenuhi kriterianya. Kyuhyun selalu menginginkan wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya nanti memiliki rambut panjang nan indah. Tanpa sadar Kyuhyun pun tersenyum lebar. Ia berharap semoga kencan buta pertamanya ini bisa sukses.

Flashback end

 

“Tapi ibu tidak salah kan? Penampilan pasangan kencan buta mu yang pertama sesuai dengan harapanmu” ucap Eomma Kyuhyun tidak mau kalah.

“Iya. Sayangnya gadis itu hanya penampilannya saja yang sesuai dengan keinginanku.” Balas Kyuhyun.

 

Flashback start

“Oppa.. sini. Kenapa kau menjauh seperti itu?” ajak Kim Soo Jung.

Saat ini mereka tengah berada di Snake Castle, salah satu tempat kumpul yang tengah diminati. Sebuah kafe yang menawarkan sensasi yang berbeda. Jika biasanya kita sering mendengar mengenai cat café atau dog café, kafe ini bisa disebut sebagai snake café, kafe yang menyuguhkan berbagai jenis makanan dan minuman yang unik bagi para pecinta ular. Bukan hanya menyajikan makanannya yang menyerupai ular, suasana kafe yang membuat kita seolah-olah berada di tengah hutan amazon, tetapi juga melepaskan beberapa ular yang dinilai tidak berbahaya agar bisa berseliweran di kafe dan bahkan bergelung di kaki pengunjungnya.

Sebagian besar pengunjung kafe ini (bahkan mungkin semua) adalah pecinta ular, oleh karena itu, kafe ini terlihat bagai surga bagi mereka. Begitu pula dengan Soo Jung, dia terlihat bahagia disini. Senyum manis nya bertebaran ke segala penjuru kafe.

Sayangnya, Kyuhyun tidak termasuk dalam kelompok ‘sebagian besar’ pengunjung kafe ini. Meski berwajah tampan, Kyuhyun mengidap ofidiofobia atau lebih dikenal fobia terhadap ular. Jangankan bertemu langsung dengan ular seperti saat ini, Kyuhyun bahkan selalu berjengit jika mendengar kata ‘ular’, memikirkannya pun bahkan tidak mau.

“Oppa…. Kenapa kau masih disitu?” tanya Soo Jung lagi, karena melihat Kyuhyun yang masih tetap diam di depan pintu.

“A-aku…” Mendadak lidah Kyuhyun terasa kelu.

Kyuhyun berusaha berbicara dengan jelas, kalau saja ia tidak ingat ini tempat umum, mungkin Kyuhyun akan berteriak bahwa ini adalah neraka dan jelas dia tidak mau berada disini. Kebimbangan muncul. Kyuhyun ingin meneruskan kencan buta ini. Tapi bagaimana caranya dia bisa masuk ke dalam kafe dimana ular bergerak lebih bebas daripada dirinya yang dari tadi diam mematung?

Perlahan tapi pasti, Kyuhyun meneguhkan hatinya. Ditariknya nafas panjang sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam kafe tersebut.

‘sssshhhh..’

Suara desis yang familiar itu menarik kesadaran Kyuhyun dengan paksa kembali ke dunia nyata. Diarahkannya penglihatannya ke arah sumber suara. Disana. Tepat di ujung sepatu Aldo kesayangannya, ada seekor milk snake yang mulai bergulung dengan indahnya. Ingin rasanya Kyuhyun berteriak sekuatnya, tapi sayang, sebelum ia sempat melakukannya, tiba-tiba saja pandangan menggelap dan teriakan ‘Oppa’ dari Soo Jung adalah yang terakhir ia ingat, sebelum akhirnya jatuh pingsan.

Flashback end

“Eomma sudah ingat kan? Bagaimana mungkin, Eomma menjodohkanku, yang notabene seorang ofidiofobia dengan seorang gadis yang jelas-jelas rela membayar ratusan ribu won hanya untuk minum kopi bersama ular?” ucap Kyuhyun menggebu dengan sedikit bergidik.

Mengingat kembali acara kencan buta nya yang lalu, membuatnya teringat tempat ‘horor’ itu lagi.

“Iya, iya., Eomma mengaku salah. Tapi Eomma juga kan tidak tahu kalau gadis itu pecinta ular. Dari luar dia gadis yang anggun dan feminim” tambah Eomma Kyuhyun.

Kyuhyun tidak bisa menyalahkan ibunya. Memang Soo Jung tidak terlihat sebagai gadis pecinta ular dari penampilan luarnya. Kyuhyun bahkan mungkin akan terpesona padanya andaikan dia tidak harus berkompromi dengan hewan yang suka mendesis itu.

“Baiklah.” Kata Appa Kyuhyun. “Mungkin kau memang fobia ular. Dan jelas-jelas tidak mungkin bisa bersama dengan Soo Jung si pecinta ular. Lalu bagaimana dengan gadis-gadis kencan buta mu yang lain?” tanya Appa Kyuhyun.

Saat ini ketiganya sudah duduk di ruang tamu selagi mendengarkan alasan ‘trauma kencan buta’ oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafas panjang. Dia sebenarnya sudah tidak tahan lagi. Entah alasan macam apalagi yang harus ia lontarkan agar bisa menjauh dari acara perjodohan kali ini. Oke. Mungkin Kyuhyun bisa dianggap berlebihan jika mengalami trauma melakukan kencan buta hanya karena 1 kejadian tidak mengenakkan. Yah, dia berlebihan jika kejadian itu hanya 1 kali. Tapi, Kyuhyun merasa trauma nya bisa dibilang cukup wajar, mengingat calon-calon yang di ajukan oleh Eomma nya memang terbilang unik dan nyentrik.

Selain Soo Jung si pecinta ular, 2 calon lainnya yang menyebabkan Kyuhyun enggan melakukan kencan buta lagi adalah Oh Hae Young dan Kim Jan Ri. Ayolah.. kita pikir saja. Laki-laki mana yang tahan hidup bersama seorang pencemburu seperti Hae Young? Cemburu mungkin terdengar manis jika terjadi sesekali dan disaat yang tepat. Tapi jika dia harus mengangkat telpon tiap 5 menit untuk menghindar dari tuduhan Hae Young padanya, Kyuhyun memilih untuk mundur.

Sedangkan Kim Jan Ri? Sebagian besar laki-laki pasti dengan senang hati akan menerima perjodohan ini meskipun baru mendengar namanya. Kim Jan Ri anak gadis satu-satunya dari Jaksa Kim Jae Joon. Matahari akan terlihat lebih bersinar dibanding biasanya. Yah, mungkin Kyuhyun pun akan menerima perjodohan itu jika saja dia tidak mengetahui kepribadian unik dari Jan Ri. Yah, Jan Ri adalah pecinta occult. Huh mendengarnya saja sudah membuat Kyuhyun merinding.

“Kyuhyun, Eomma hanya khawatir karena umurmu sekarang sudah 28 tahun dan.. kau belum menikah bahkan kau belum pernah sekalipun memperkenalkan kekasihmu. Eomma janji calon pasanganmu kali ini pasti cocok denganmu.” Ujar Eomma Kyuhyun semangat.

“Sudahlah Eomma. Aku bisa mencari jodohku sendiri. Tak perlu repot-repot”balas Kyuhyun lelah.

“Ish.. Gadis ini anaknya teman Eomma semasa SMA. Eomma baru bertemu lagi dengannya saat reuni kemarin. Kebetulan, anak gadisnya yang usianya 2 -3 tahun lebih muda darimu juga belum menikah.” Eomma Kyuhyun bercerita dengan riang.

“Teman mu Jae Rin?” Tanya Appa Kyuhyun yang tiba-tiba ikut bergabung.

“Ne.” balas Eomma Kyuhyun singkat.

“Ah.. maksudmu calon Kyuhyun kali ini putri dari Kim Young Hwa? Pemilik dari Kim Corp?” lanjut Appa Kyuhyun dengan bersemangat.

Kyuhyun merasa aneh melihat semangat yang tiba-tiba muncul dari diri ayahnya.

“Kyuhyun, Kau harus pergi ke kencan buta ini. Ini kesempatan luar biasa untuk mu. Setahu Appa, putri dari Kim Corp seringkali menjadi perbicangan diantara kolegaku yang memiliki putra karena kecantikan dan kepintarannya.” Appa Kyuhyun berkata dengan semangat ke arah Kyuhyun.

“A-Appa.. kenapa kau jadi mendukung Eomma?” Kyuhyun bertanya gelisah.

“Karena Eomma tidak salah memilihkan mu calon kali ini.” Ucap Eomma Kyuhyun penuh kemenangan. “Anak itu juga terkenal mandiri dan rendah hati. Belum lagi sifat penyayang yang dimilikinya. Ah..aku jadi tidak sabar ingin menjadikannya sebagai menantuku.” Tambah Eomma Kyuhyun dengan pandangan menerawang.

“Aku juga.” Kata Appa Kyuhyun.

Kyuhyun merasa bingung. Pandangannya ia arahkan bergantian ke arah ibu dan ayahnya yang kini rasanya tidak menginjak bumi. Pemikiran bahwa mereka akan mendapatkan menantu seorang putri dari pemilik Kim Corp membuat mereka ‘terbang’. Pikiran itu terus memenuhi benak mereka sebelum akhirnya putra sulung mereka memaksa mereka untuk kembali menjejak bumi.

“Pokoknya aku tidak mau. Putri dari pemilik perusahaan besar seperti dia pasti manja.” Ucap Kyuhyun sembari bangkit dari sofa tempat ia duduk dan melangkah dengan cepat ke arah pintu depan.

Penolakan Kyuhyun kali ini menyadarkan Eomma Kyuhyun yang segera berlari mengejarnya sebelum mencapai pintu gerbang. Dijejalkannya sebuah album foto ke tangan putranya. Dia hanya bisa berharap putranya itu bisa berubah pikiran setelah melihat kecantikan yang dipancarkan oleh calon tunangannya melalui foto-foto yang ada di album foto tersebut.

 

**********

‘Klik’

Sinar lampu memenuhi ruangan yang sebelumnya terkesan suram tanpa cahaya. Dengan malas Kyuhyun melangkahkan kaki ke dalam apartemen miliknya. Ya, semenjak lulus kuliah, Kyuhyun lebih memilih untuk tinggal di apartemen miliknya sendiri. Dia ingin menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tidak menyusahkan orangtua nya lagi.

Meskipun dalam beberapa hal dia belum berhasil. Dipandangnya beberapa sampah kertas yang berceceran di lantai, belum lagi tumpukan piring yang belum dicuci, kantong sampah yang belum dibuang dan hal-hal lainnya yang membuat apartemennya ini masuk dalam kategori berantakan.

Biasanya apartemennya tidak sekotor ini. Tapi beberapa hari ini dia merasa kesulitan untuk membagi waktu. Waktunya sebagian besar dihabiskan di kantor untuk menyelesaikan project nya yang lalu.

Kyuhyun mulai memungut gumpalan kertas yang ada di ujung kakinya dan melemparnya ke tempat sampah yang ada di pojok ruangan. Sebelum akhirnya menyadari bahwa keinginan untuk membersihakan ruangannya hilang karena teringat permasalahan kencan buta tadi. Kyuhyun pun menyerah dan memilih untuk melangkah ke kamar tidurnya.

‘Bruk’

Dilemparkannya album foto calon tunangannya yang tadi diberikan oleh ibunya ke sudut ruangan. Kyuhyun sama sekali tidak tertarik untuk melihat atau bahkan mengintip sejenak untuk mengetahui rupa calon tunangannya. Dia sama sekali tidak berminat untuk melakukan kencan buta ini.

‘Srek’

Kyuhyun mengambil salah satu gantungan baju di lemarinya dan menggantungkan jaketnya. Dihempaskannya tubuh lelahnya ke atas tempat tidur King Size miliknya. Lelah yang sangat membuatnya ingin segera berbaring dan tidur. Lengannya ia gunakan untuk menghalangi cahaya dari bola lampu diatasnya

‘Jinjja. Tentu aku mau menikah denganmu.’

Suara Jang Seohyun menggema di kepalanya. ‘Sial’ pikir Kyuhyun. Acara kencan buta ini membangkitkan kembali kenangan masa lalu nya. Keinginan nya untuk tidur dihalangi oleh kilas memori nya semasa ia masih kuliah di Oxford.

 

Flashback Start

Salju pertama musim dingin mulai turun hari ini. Untungnya mantel yang dikenakan Kyuhyun sudah cukup untuk menahan terjangan angin bersuhu sekitar 2­0C. Langkah kakinya dipercepat. Kyuhyun berusaha menggerakkan badannya sejauh yang ia mampu hanya untuk menjaga agar tubuhnya tetap hangat.

Entah kenapa malam ini jalan Catte yang dilewati nya terasa begitu sunyi. Dari kejauhan dilihatnya Hertford Bridge atau yang lebih dikenal dengan Bridge of Sighs menjulang kokoh. Meskipun angin dingin terus menyerangnya, memasak Kyuhyun untuk kembali ke kehangatan apartemennya, tapi Kyuhyun tetap pada pendiriannya.

Buket mawar merah yang sedari tadi di genggamnya beberapa kali harus dibersihkan karena terkena salju yang turun tak kunjung berhenti. Tangan kirinya berada di saku mantelnya bukan tanpa alasan. Ia sedang mengenggam dengan erat sebuah kotak kecil yang berisi benda yang paling diinginkan oleh gadis manapun.

Sebuah cincin dengan desain sederhana yang akhirnya berhasil dibeli oleh Kyuhyun setelah ia menyisihkan hasil kerja nya selama beberapa bulan terakhir. Jang Seohyun. Yah, gadis itulah yang dipilih Kyuhyun untuk menjadi pemilik sah dari cincin mungil yang kini masih tersimpan dengan aman di saku mantelnya.

Malam ini, dia ingin mengubah sejarah Bridge of Sighs menjadi lebih indah. Kyuhyun ingin menjadikan tempat itu sebagai tempat kenangannya. Disanalah pertama kali Kyuhyun bertemu dengan Jang Seohyun dan kini Kyuhyun akan menjadikannya tempat kenangan saat ia melamar Seohyun.

Ya, ia ada disana. Kyuhyun sudah melihatnya. Seohyun menunggu tepat di bawah Bridge of Sighs sesuai dengan kesepakatan mereka. Senyum Kyuhyun mengembang, ia pun mempercepat langkahnya. Penerangan yang kurang sepertinya membuat Seohyun tidak menyadari kehadiran Kyuhyun. Kyuhyun berhenti dalam jarak dengar ketika disadari Seohyun berteriak pada orang yang menjadi lawan bicara nya di telepon.

“Jinjja. Tentu aku mau menikah denganmu.”

Langkah kaki Kyuhyun terhenti. Senyum nya menghilang, wajahnya mendongak ke arah Seohyun yang hingga saat ini belum menyadari keberadaannya.

“Aku tidak pernah menyangka Oppa akan melamarku. Tapi.. yak.. Oppa.. kenapa menghubungiku lewat telepon seperti ini? Harusnya kau lebih romantis untuk hal seperti ini? Haha” Jang Seohyun sempat melakukan protes walaupun dia merasa begitu bahagia saat ini.

Kim Joo Hyun, kekasihnya di negeri seberang melamarnya. Baginya itu yang utama. Meskipun tidak romantis. Walaupun harus melalui telepon. Tapi setidaknya, pria itu melamarnya. Padahal mereka baru bertengkar tadi siang.

Senyum Seohyun mengembang berbanding terbalik dengan sosok pria yang kini tengah memperhatikannya dalam diam. Buket mawar merah yang sedari tadi digenggamnya sudah terjatuh di jalan dan dia sama sekali tidak punya keinginan untuk memungutnya.

Kyuhyun berbalik. Rasanya ia tidak sanggup berdiri. Udara dingin yang tadi bisa dihalau hanya dengan semangatnya, kini terasa begitu menusuk setiap inci tubuhnya. Mantelnya seolah-olah seperti menghilang. Tubuhnya serasa ditusuk oleh ribuan jarum dingin yang tak terlihat. Tanpa berkata dan keinginan menyapa, Kyuhyun berbalik dalam diam. Kembali ke apartemennya dengan langkah gontai.

Flashback end

—————————Tbc————————————-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s