[FF] Our Story – Part 1

Tittle : Our Story – Part 1

Author : Sparkyuhyun (aulia )

Cast

  • Jung Jiyeon
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Jung Yeeun
  • Park Ji Hoon
  • Seo HwaMin

Genre :  Romance, comedy (?)

Rated : PG-15, Twoshoot

*******Happy Reading*********

Seoul, 2007.

Siang itu di kelas XIIB Seoul International High School, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Semua siswa/siswi mendengarkan penjelasan yang di terangkan oleh Park Ki Joon -guru matematika – dengan baik. Lain halnya dengan seorang yeoja yang duduk di barisan paling belakang. Jung Jiyeon.

           Sedari tadi ia hanya memfokuskan indera penglihatan nya pada punggung namja yang duduk di kursi di depannya.Hingga membuat teman sebangkunya yang tak sengaja melirik ke arahnya menggelengkan kepala.

Ini sudah biasa dilakukan Jiyeon, bahkan mungkin sudah menjadi rutinitas yeoja itu.

 ***

Mencuri waktu belajar hanya untuk memperhatikan punggung namja yang hampir disukai oleh seluruh yeoja di sekolah. Dan membuat Jiyeon mendapat nilai merah yang membuatnya harus tertahan di ruangan Park Saem. Tapi itu tidak membuat Jiyeon jera.

Yeeun menyenggol tangan Jiyeon dengan siku nya, membuat Jiyeon mengerti isyarat Yeeun yang hampir setiap hari dilakukannya saat Jiyeon mulai tidak fokus pada pelajaran.

Tapi fokus Jiyeon berpindah lagi pada Kyuhyun -namja tadi- saat namja itu menjawab pertanyaan Park Saem dengan mudahnya, tentu saja karena dia sangat pintar.

Lalu Jiyeon menggelengkan kepalanya saat otaknya mulai berfantasi menggambarkan dirinya sedang menyadarkan kepalanya pada punggung yang terlihat hangat itu, dalam artian memeluknya. ‘oh Jung Jiyeon, sepertinya otak mu telah jauh bergeser’ gerutu nya dalam hati sambil menghembuskan nafas berat.

“apa kau baik-baik saja nona Jung ?” tanya Park Saem yang ternyata sudah berdiri di sebelah Jiyeon dengan belasan pasang mata melihat padanya. ‘bagus sekali Jung Jiyeon, kau membuat teman-teman mu memandangimu dengan tatapan aneh’ gerutu nya lagi.

Melirik ke arah Yeeun yang menatapnya seolah berkata ‘salahmu’.  Lalu Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

“ada apa dengan matamu nona Jung ?” tanya Park Saem lagi, mungkin ia merasa tidak diperhatikan.

“animnida Saem” jawabnya dengan kaku, “baiklah. perhatikan apa yang saya jelaskan di depan nona Jung, jika kau tak ingin nilaimu merah lagi seperti ujian kemarin”ucap Park Saem dengan tegas, sejalan dengan itu Park Saem kembali ke depan untuk menjelaskan materi.

“huft” Jiyeon menghembuskan nafas lega sambil mengarahkan pandangannya ke depan dan… oh…. Tatapan nya terpaku pada Kyuhyun, namja yang tadi ia perhatikan punggungnya, berhubung ia duduk di deretan kursi belakang.

Ya tuhan, demi celana dalam Superman yang tidak pernah diganti, rasanya Jiyeon ingin kabur saja saat matanya melihat tatapan Kyuhyun padanya, itu jenis tatapan yang sulit dijelaskan, antara menatap aneh, risih, acuh atau sebal, lalu detik berikutnya helaan nafas lega ia hembuskan lagi karena Kyuhyun sudah melihat papan tulis yang berisikan coretan tangan Park Saem.

‘hhft, ini sangat memalukan’

“angkat kepalamu nona Jung !! papan tulisnya ada di depan !! apa yang kau lihat”

“bukan apa-apa Saem”

Jiyeon melirik Yeeun yang sedang mencatat namun bibirnya terlihat menahan tawa membuatnya mengendus sebal.

Kantin-Istirahat siang

Jiyeon dan Yeeun membawa nampan berisi makan siang mereka menuju bangku yang biasa mereka tempati, di dekat jendela yang mengarah pada lapangan yang sebenarnya selalu Jiyeon manfaatkan  untuk  melihat Kyuhyun yang sedang bersantai di bangku sekitar lapangan sambil membaca buku ditemani Eunhyuk dan Donghae.

Mereka terus mengobrol dari satu topik ke topik lain yang tidak ada hubungannya. Merembet terus tanpa henti.

“hei kenapa kau selalu menyisahkan jatah makan siangmu setengahnya, kenapa tidak di habiskan saja ? atau bilang pada Kim ahjuma untuk mengurangi porsi makan mu” ucap Yeeun yang sepertinya risih melihat Jiyeon selalu menyisahkan makan siang nya.

Jiyeon melirik Yeeun dari ujung matanya,dan tersenyum tanpa memalingkan penglihatannya dari Kyuhyun yang sedang membaca buku tebal sejarah, yang bisa saja menyakiti mata,(mengingat buku yang tebalnya berlebihan itu hanya berisikan tulisan). Oh memangnya apa yang kau harapkan dari buku sejarah,dasar Jung Jiyeon.

Melihat tanggapan minim Jiyeon yang menyebalkan, Yeeun mendesis “YAKK !!” teriak Yeeun lantang, dan itu berhasil membuat tatapan semua orang -yang ada di kantin sekolah- mengarah pada mereka dengan risih, Yeeun menundukkan kepala sambil meminta maaf pada semua orang yang terganggu akan teriakkannya tadi.

“Lain kali lihatlah dimana kau berada, sebelum memutuskan untuk berteriak seperti itu” seru Jiyeon dengan nada mengejek dan senyum menyebalkan menghiasi wajah cantiknya.

Ugh, demi kaus kaki bolong milik Jiyeon saat sekolah dasar, Yeeun ingin sekali menceburkan Jiyeon ke palung laut terdalam di dunia.

Yeeun mendesis sebelum berkata “Kaulah penyebabnya yeoja menyebalkan” serunya tertahan, Jiyeon tersenyum geli pada sahabat sejak kecilnya itu “Bagaimana mungkin aku penyebab nya, ku pikir aku hanya diam sedari tadi, nona yang marga nya sama dengan ku, Jung Yeeun”

“Jika kau bukan satu-satunya temanku, sudah ku…” ucap Yeeun terpotong

“Jadi hanya aku temanmu nona ? oh aku turut sedih dengan itu”  ucap Jiyeon dengan nada sedih, dan raut wajah yang dibuat semenyedihkan mungkin, tapi gagal karena Yeeun bisa melihat sedikit tawa pada matanya. Itu membuat Yeeun mengendus malas.

“Sudahlah aku malas berdebat denganmu, itu percuma, karna kau dan mulut pintar mu itu sama-sama menyebalkan” putus Yeeun lalu mengabaikan Jiyeon dengan beranjak dari kursi.

“Tentu saja nona, aku dan mulut pintar ku kan satu paket” gumam Jiyeon lalu meminum air pesanannya sebelum mengikuti Yeeun.

Kelas – Setelah istirahat

“Baiklah, sekarang bergabung lah dengan kelompok yang sudah dibuat” titih Song Joongki, guru termuda di Seoul International High School. Murid kelas XII B mulai menentukan dimana kelompok mereka akan duduk, yah sedikit ricuh khas anak sekolah. Ada yang semangat karena merasa beruntung dengan teman sekelompok nya, ada pula yang mengutuk karena tidak sekelompok dengan orang yang diharapkan.

Jiyeon salah satunya, dia senang karena pujaan hatinya, Kyuhyun, satu kelompok dengannya, terlebih Kyuhyun sangat Pintar. Tapi  juga mengutuk karena dia juga harus satu kelompok dengan Park Ji Hoon, murid yang terkenal karena kelakuannya yang seenaknya sendiri. Jiyeon, Kyuhyun, HwaMin dan Ji Hoon memilih duduk di barisan depan, mengingat barisan belakang sudah diisi dengan kelompok lainnya.

“Baiklah, pilih ketua kelompok masing-masing dan majulah kedepan untuk memilih materi, ah saya lupa membawa materinya, sebentar akan saya ambil kan” Song Saem memberikan perintah sambil undur diri.

Setelah Song Saem keluar untuk mengambil gulungan kertas berisikan materi yang lupa dibawanya.siswa dan siswi dengan ricuh sibuk saling menunjuk siapa yang pantas menjadi ketua kelompok. Itu membuat Jiyeon memutar mata lelah.

“Bukankah kita disuruh memilih, kenapa jadi ribut begini, runding kan baik-baik atau biarkan sampai seseorang mau mengalah menjadi ketua, aku lelah dengan keributan mereka” keluh HwaMin

“Kau bisa mengemukakan pendapatmu didepan kelas jika merasa terganggu Seo HwaMin” sindir Ji Hoon

“Kalian menambah berisik suasana, ayo pilih siapa yang akan jadi ketua kelompok” Jiyeon juga lelah sebenarnya, mengingat ini mendekati jam pulang sekolah, tubuhnya sudah lelah, terutama otaknya.Dan kejadian memalukan tadi saat pelajaran Park Saem, dia jadi harus menebalkan wajah.

“Untuk apa repot-repot, kan ada si jenius Cho Kyuhyun, dia saja yang menjadi ketua kelompok” seru Ji Hoon dengan seenaknya, well, it’s his bad habit. Jiyeon dan HwaMin menoleh ke arah Kyuhyun yang sibuk dengan buku catatan nya. Merasa diperhatikan, Kyuhyun pun  menegakkan kepalanya yang tadi menatap buku catatan nya sambil memasang telinga mendengarkan kicauan teman sekelompok nya.

“Wae ?” tanya Kyuhyun

“Kau yang jadi ketua kelompok” Ji Hoon memutuskan.

“Yah terserah lah” balas Kyuhyun acuh.

Tak berapa lama kemudian Song Saem masuk ke kelas dengan botol berisi gulungan kertas, “masing-masing ketua kelompok maju dan ambil gulungan kertas ini”

Para ketua kelompok maju satu persatu, termasuk Kyuhyun. Lalu mereka mengambil gulungan dan membacanya dengan lantang, setelah dibacakan para ketua kelompok dipersilahkan duduk kembali. Tak lama kemudian, bel tanda berakhirnya jam pelajaran berbunyi, dan kelas dibubarkan setelah memberi salam.

Café, Sepulang sekolah

Jiyeon, Kyuhyun, HwaMin dan Ji Hoon berkumpul di Café dekat sekolah mereka sepulang sekolah.

“Tanganmu sangat manjur Cho Kyuhyun” puji Ji Hoon setelah selesai memilih pesanan, pasti dia senang dengan materi yang mereka dapat. Makhluk Mitologi. Itu adalah hal yang menarik untuk Ji Hoon  sepanjang masa.

“Huh aku lebih suka materi tentang Zeus dan Arphodite dengan segala serba serbi Yunani lainnya” dengan lemas HwaMin berkomentar.

“Materi kerajaan Inggris lebih menarik untuk ku” Jiyeon ikut buka suara.

“Sebaiknya kita segera membagi tugas, jangan banyak mengeluh, tidakkah kalian lelah” seru kyuhyun jenuh.

“Yah terserah lah” Ji Hoon juga lelah sepertinya.

Pesanan mereka akhirnya datang, dengan segera mereka menikmati makanan yang dipesan.

“Baiklah, makhluk apa yang akan kita bahas ? tidak mungkin semuanya kan ?” tanya Jiyeon setelah makanannya habis.

“Mungkin makhluk mitologi yang masih ada sampai sekarang” Ji Hoon mengusulkan,

“kau gila, jangan hanya karena kau menyukai serba serbi makhluk mitologi, malah jadi melantur begini” bantah HwaMin membuat Ji Hoon mencibir.

“HwaMin benar, Ji Hoon ah” Jiyeon berpendapat.

“Yah ku fikir kita akan menulis semua mengenai Makhluk Mitologi, beberapa makhluk saja tapi” putus Kyuhyun setelah berfikir.

“Kalau begitu kapan dan dimana kita kerjakan ?” tanya Jiyeon.

“Dirumah ku saja, aku punya banyak buku tentang makhluk mitologi” seru Ji Hoon semangat.

“Yah, aku percaya. Oke apa ada yang keberatan jika kita mengerjakannya hari minggu ?” tanya HwaMin.

“Kenapa tidak hari sabtu ?Bukankah kita libur ?” tanya Ji Hoon heran.

“Aku punya kesibukan sendiri Park Ji Hoon” ucap HwaMin santai.

“Yah, ku pikir juga lebih baik hari minggu, agar hari sabtunya aku bisa pergi dengan Yeeun” ucap Jiyeon sambil mengangguk.

“Kau mau kemana dengan Yeeun, Jiyeon ah ?” tanya Ji Hoon dengan sedikit bersemangat.

“wae ? kau tertarik pada nya ? mau ku sampaikan ?” goda Jiyeon dengan menaikkan turunkan alisnya.

“yakk, aku hanya bertanya !!” bantah Ji Hoon dengan wajah merona.

“yak sudah lah, ayo kita pulang, oh ya jangan lupa, hari minggu jam 9 Pagi di rumah Ji Hoon” ucap Kyuhyun menengahi.

Mereka segera menyusul Kyuhyun yang pergi setelah membayar pesanan mereka.

Rumah Jiyeon

Hari sabtu adalah surga nya para gadis, mereka dapat melepas penat setelah beraktifitas di hari-hari sebelumnya. Menghabiskan satu hari itu dengan berbelanja atau perawatan di salon ternama untuk menghamburkan uang demi mendapat perawatan terbaik.

Atau bisa dengan menghabiskan waktu untuk mengistirahatkan tubuh dengan tidur cantik seperti yang sedang di lakukan Jiyeon.

Meski jam sudah menunjukkan pukul 10.30 dan tirai kamar nya sudah terbuka lebar membuat cahaya sang surya yang sudah ada di tahtanya menerangi kamar bernuansa biru laut itu tidak membuat Jiyeon yang sedang bergelung dengan selimut nya terganggu.

Bahkan suara dentuman pintu yang di buka secara kasar oleh Yeeun tidak membuat tidur cantik Jiyeon terusik.Dan itu cukup untuk menambah kejengkelan Yeeun yang sedari tadi menunggunya.

“YAKK!!” teriak Yeeun lantang.

“hmm” gumam Jiyeon malas, lalu perlahan membuka matanya. “aish siapa sih yang membuka tirai nya, silau sekali” gumam Jiyeon jengkel. Lalu perlahan menoleh pada seseorang yang sedang menatap jengkel dirinya.

“eoh, neo wasseo ?” sapa Jiyeon pelan

“aku sudah dari tadi sampai, pabo” jawab Yeeun kesal

“hmm, mian eoh, sepertinya aku tidur terlalu larut semalam” ucap Jiyeon sambil beranjak dari tempat tidur.

“memang apa yang kau lakukan semalam ?” tanya Yeeun sambil mendudukkan dirinya di tempat tidur Jiyeon.

Sambil berkaca Jiyeon menjawab “menonton drama descendant of the sun”

Dengusan Yeeun membuat Jiyeon menoleh “wae?” tanya nya polos.

“sudah lah cepat mandi, aku sudah menunggu mu sejak tadi, kau malah terlalu asik tidur, dasar menyebalkan”

“hehe ok”

Mall- Siang hari

 “Ji” panggil Yeeun pelan.

“hmm”.

“lihatlah” Yeeun memberikan perintah pelan sambil menunjuk sesuatu.

Mengalihkan pandangan dari baju baju yang menarik untuknya, dia mengalihkan tatapan nya pada sesuatu yang Yeeun tunjuk.

Kyuhyun. Dialah yang Yeeun tunjuk, tapi bukan itu fokus utamanya.  Tapi seorang yeoja yang sedang bergelayut manja di lengan Kyuhyun.

Menarik nafas dalam, Jiyeon mencoba tenang. Tiba-tiba dia merasa ada sebuah bongkahan besar menimpa kepalanya, itu membuatnya pusing bukan main.

Nafas Jiyeon terlihat tidak beraturan, matanya yang sedikit berkaca-kaca terlihat tidak fokus, melirik sekeliling menghindari Kyuhyun dan yeoja itu.

Apakah yeoja itu kekasihnya, ya tuhan Jiyeon merasa dadanya sesak sekali, sepertinya dugaan nya benar, yeoja itu kekasih kyuhyun, karena jika di lihat Kyuhyun tidak risih saat di gelayuti seperti itu.

Melihat Jiyeon yang mematung, Yeeun menepuk pelan bahunya lalu memberikan senyum.

“belum tentu yeoja itu kekasihnya, mungkin itu adiknya, kau lihat saja dia seperti anak sekolah menengah” ucap Yeeun menenangkan.

“Yang ku tahu Kyuhyun itu anak bungsu” jawab Jiyeon lemas.

Yeeun menghela nafas pelan sebelum menjawab “hmm aku sudah sering mengingatkan mu jika mendapatkan Kyuhyun itu peluangnya sedikit, kau tahu betapa dinginnya dia, sebaiknya lupakan, lagi pula banyak namja yang lebih baik darinya”

“kepalaku tiba-tiba saja pusing, sebaiknya kita pulang saja” ajak Jiyeon

Lalu mereka melangkah pergi, dengan di iringi tatapan tajam dari Kyuhyun yang sedari tadi sudah menyadari keberadaan mereka.

“oppa waeyo ?” tanya Shinmi – gadis yang bersama Kyuhyun-

“Sepertinya aku melihat gadis yang ku sukai” ucap Kyuhyun.

“Benarkah? Mana yeoja beruntung yang disukai oppa ku yang tampan ini? Ah, apa dia Jung Jiyeon? Aku melihat oppa menuliskan namanya dengan tanda merah hati ” tanya Shinmi menggoda.

“Aish sudahlah ayo kita bayar bajumu”

“Eiii….baiklah, ayo” Shinmi mendahului Kyuhyun melangkah ke kasir.

Sementara Kyuhyun menoleh sebentar ke arah Jiyeon pergi sebelum menyusul Shinmi.

Rumah Jiyeon

Melangkah dengan gontai, Jiyeon merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Tetesan air mata yang sedari tadi di tahannya kini berhasil leleh melewati pipinya. Dia merasa sesak sekali saat mengingat apa yang tadi dilihatnya.

Kyuhyun adalah cinta pertamanya. Namja yang berhasil membuatnya terpesona hanya dengan menatap mata hitam kelamnya, lalu ia harus menerima kenyataan bahwa Kyuhyun sudah punya kekasih ? oh dia bisa gila.

Dulu saat sekolah menengah, ia berkali-kali ia menanyakan pada teman sekelasnya bagaimana rasanya jatuh cinta, lalu dengan senyum malu-malu temannya itu menjawab, bahwa rasanya menakjubkan, dan mampu membuatmu gila karenanya.

Lalu saat pertama kali ia jatuh cinta, dia harus merasakan sakit nya patah hati ?

Untuk Jiyeon, tak apa jika Kyuhyun dingin padanya karena cepat atau lambat, Jiyeon yakin bahwa Kyuhyun akan menyadari perasaan nya, tapi jika Kyuhyun sudah punya kekasih, apa yang harus dia lakukan ?

Menarik nafas dalam, mencoba mengurangi rasa sesak di dada nya. Jiyeon bangkit lalu berjalan menuju wastafel di kamar mandi nya. Membasuh wajahnya. Lalu mengganti baju yang dipakai nya dengan piyama.

Membaringkan tubuh nya yang lelah di ranjang. Lalu mematikan lampu di nakas sebelah ranjang nya.

***

Drrrtttt, getaran ponsel yang ada di saku celananya membuat Jiyeon yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa mengendus sebal. ‘cerewet sekali sih’ batinnya jengkel saat melihat siapa yang menelpon nya.

“hmm” gumam nya menjawab seruan keras dari sang penelpon saat ia sudah menekan tombol hijau,

“kau dimana ?” tanya Ji Hoon -orang yang menelponnya-“sudah dekat dengan rumahmu” jawab Jiyeon malas.

“oh begitukah ? baiklah percepat langkahmu ya, nona berkaki pendek” ejek Ji Hoon sebelum memutuskan Panggilan itu.

“sialan sekali namja ini !!”

*****

Hari ini adalah hari yang ditunggu Kyuhyun sejak jumat lalu,karena hari ini adalah ia dapat menatap wajah Jiyeon dengan leluasa.

Pertama kali melihat Jiyeon adalah saat yang paling indah menurut Kyuhyun, pertama kalinya dia bertemu dengan seorang gadis yang mampu membuat hatinya bergetar hanya dengan menatap wajah rupawan yeoja itu.

Beruntung bagi Kyuhyun karena mereka selalu berada di kelas yang sama, jadi dia tidak perlu mencari cara atau mengandalkan keberuntungan untuk dapat bertemu dengan Jiyeon.

Terlebih Jiyeon duduk di bangku belakangnya, jadi Kyuhyun selalu dapat melihat Jiyeon saat yeoja itu berjalan melewati bangkunya menuju bangku yeoja itu, dan juga dapat selalu mendengar suara nya yang menenangkan saat Jiyeon sedang bersenda gurau dengan Yeeun.

Saat ini Kyuhyun dan HwaMin sudah berada di rumah Ji Hoon, hanya Jiyeon yang belum datang, mungkin yeoja itu kesiangan.

“Apa Jiyeon belum datang juga ?” tanya Ji Hoon sambil membawa minuman dan makanan ringan untuk mereka, Kyuhyun dapat mendengar Ji Hoon menggerutu tidak jelas tentang keterlambatan Jiyeon.

“Belum, sebaiknya kau telpon saja dia” jawab HwaMin tanpa mengalihkan tatapan nya dari tv yang menampilkan girl grup yang sedang menari dengan pakaian yang cukup terbuka.

“Aku tak punya nomornya” Ji Hoon menjawab sambil mendudukkan dirinya di sebelah Kyuhyun,

“Ku pikir aku punya, coba kau telpon”jawab HwaMin sambil menyerahkan ponselnya pada Ji Hoon.

“yakk” Ji Hoon berteriak sesaat setelah telpon itu di jawab,kemudian dia menekan tombol lod speaker, saat panggilan itu.

“hmm” jawab Jiyeon dengan terengah-engah, mereka dapat mendengar tarikan nafas yang memburu dari yeoja itu.

“kau dimana ?” tanya Ji Hoon.

“sudah dekat dengan rumahmu” jawab Jiyeon malas.

“oh begitukah ? baiklah percepat langkahmu ya, nona berkaki pendek” ejek Ji Hoon sebelum memutuskan Panggilan itu.

“hei jangan seperti itu” tegur HwaMin.

“apanya ?” tanya Ji Hoon polos.

“jangan mengejek orang sembarangan, kupikir kaki Jiyeon tidak pendek, dia punya kaki yang cukup jenjang dan indah menurutku”ucap HwaMin sambil menerawang.

Ya Kyuhyun sependapat dengan HwaMin, kaki Jiyeon memang jenjang, dia cukup tinggi untuk ukuran seorang yeoja. Dan juga indah. Tapi haruskah HwaMin memuji Jiyeon seperti itu ? apa jangan” dia menyukai Jiyeon ku ? ini tidak bisa.Pikir Kyuhyun.

“Wae ? kau menyukai nya ya ?” goda Ji Hoon dengan menaik turunkan alisnya.

“Tidak, tapi gadis yang ku sukai hampir mirip dengan Jiyeon, mulai dari tingginya, kurus nya hingga suaranya yang melengking pun sama persis, jadi jika kau meledeknya seperti itu, sama saja kau meledek yeoja ku” sangkal HwaMin.

‘syukurlah’ batin Kyuhyun berseru lega.

“cih jangan mengelak kau, Kyu bagaimana menurut mu ?” kini Ji Hoon mengalihkan matanya pada Kyuhyun.

Menarik nafas pelan, “Menurutku Jiyeon itu hampir mendekati sempurna, dia cantik, tubuhnya proporsional, dan kakinya juga bagus, ditambah dia cukup pintar” ucapnya sambil menerawang ke depan.

Sejenak hening….

Kyuhyun menoleh pada mereka, rupanya mereka sedang menatapnya dengan mata yang hampir keluar, juga mulut yang sedikit terbuka, ekspresi yang sangat bodoh menurut Kyuhyun.

“Waeyo” tanya Kyuhyun sambil menaikkan sebelah alis, heran.

“Aniyo, kau sepertinya sering memperhatikan Jiyeon eoh ?” tanya HwaMin yang masih merasa heran, mungkin.

“Bukankah kalian meminta pendapat ku, lalu apa masalahnya, menurut ku Jiyeon memang seperti itu” ujar Kyuhyun sedikit malu.

“Benarkah hanya itu yang ka…” ucapan Ji Hoon terpotong saat mendengar bunyi bell.

*Ting tong*

“Seperti nya itu Jiyeon”Kyuhyun menebak.

“Eoh, aku buka pintu dulu” Ji Hoon berkata seraya bangkit dari duduknya.

 

 -To Be Continued –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s